Ini Penjelasan Mitos Tentang Bayi Tak Boleh Bercermin Ilustrasi saat bayi bercermin (Instagram)

"Anak bayi itu enggak boleh dicerminin, enggak baik" mungkin bagi sebagian orang tua pernah mendengar kalimat itu. Entah sejak kapan, larangan untuk membiarkan bayi untuk bercermin ini sudah turun temurun ada.

Konon, bayi dapat melihat makhluk halus. Saat melihat kaca si bayi akan lebih mudah berkomunikasi dengan mereka. Bahkan yang lebih mengerikan lagi, orang tua zaman dulu percaya ketika bayi bercermin maka umurnya tak akan panjang.

Saat bayi bercermin, ia akan mengenali dirinya sendiri (Pixabay.com)

Namun semua itu hanyalah mitos belaka. Pasalnya bercermin malah baik untuk tumbuh kembang sang anak. Saat sang bayi bercermin, maka ia akan mengenali dirinya sendiri. Bercermin juga bisa mengasah kemampuan emosinya.

Ketika seseorang sudah mengenali dirinya sendiri secara otomatis akan lebih percaya diri. Dengan begitu, saat dirinya menjadi dewasa ia akan memiliki pribadi yang mudah bergaul dengan siapapun.

Bayi juga bisa mempelajari emosi saat bercermin (Instagram)

Berdasarkan penelitian, payi dibawah 9 bulan masih belum mengenali wajahnya sendiri saat bercermin. Meski demikian ia tetap berusaha menunjukan ekspresi di depan cermin seperti tertawa atau tersenyum, tak sedikit pula yang membuat celotehan lucu. Seiring bertumbuhnya usia ia pun baru menyadari bahwa yang dipandanginya adalah wajahnya sendiri.

Meski demikian, mitos melarang anak bayi untuk bercermin juga ada penjelasan logisnya. Ketika bayi sering diajak bercermin ia akan mudah mengenal dirinya sendiri. Maka saat melihat bayangannya sendiri di air ditakutkan sang bayi akan menghampiri dan tercebur.

Sahabat Merah Putih, itulah mitos tentang larangan bayi untuk bercermin. Kalau Anda, apakah percaya mitos itu?

Selain artikel ini Anda juga bisa baca Makna Lirik Lagu "Despacito", Nggak Usah Kaget Ya


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

YOU MAY ALSO LIKE