berita-singlepost-banner-1
Ini Penjelasan Kepala BPPTKG soal Awan Panas Merapi Kepala BPPTKG Hanik Humaida. Foto: MP/Teresa Ika
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Gunung Merapi mengeluarkan awan panas pada Minggu (22/9) sekitar pukul 11.36 WIB Awan panas yang keluar kali ini berbeda dengan awan panas yang keluar sejak 29 Januari 2019.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan awan panas yang keluar kemarin berjenis awan panas letusan (APL). Sementara awan panas yang biasa keluar sejak 29 Januari adalah berjenis awan panas guguran (APG)

Baca Juga

Canggih, Kondisi Merapi Bisa Dilihat Lewat Aplikasi Ponsel

"APG disebabkan oleh runtuhnya material kubah lava baru. Kalau APL kemarin diawali keluarnya gas dari dalam gunung,"jelas Hanik di Yogyakarta, Senin (23/9).

Ia menjelaskan APL terjadi karena material kubah lava runtuh akibat tekanan gas dari dalam gunung. Gas vulkanik didalam perut gunung diproduksi karena adanya magma. Gas tersebut dapat tersumbat. Kemudian terkumpul di bawah kubah lava.

Awan panas Gunung Merapi

"Gas yang terkumpul itu terlepas secara tiba-tiba. Kemudian mendobrak kubah lava sehingga runtuh menjadi awan panas," jelas dia.

Baca Juga

Wisata Lereng Merapi Paling Diminati Para Wisatawan Selama Lebaran

Berdasarkan pemantauan BPPTKG, terjadi lebih dari 43 gempa dari pukul 00:00 sampai dengan pukul 12:00 pada Minggu 22 September.

Awan panas letusan berdurasi 125 detik dengan kolom asap letusan setinggi 800 m dari puncak. Jarak awan panas sejauh 1200 m ke kali Gendol. Awan panas ini menyebabkan hujan abu tipis di daerah Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DIY.

"Kemarin VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) diterbitkan dengan kode warna Orange. Untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik terhadap penerbangan,"kata dia.

Baca Juga

Tour de Merapi 2019, Naik motor Keliling Embung di Lereng Merapi

Hanik menegaskan walaupun jenis awan panas sudah berubah, Merapi masih aman di luar radius 3 km. Masyarakat diminta tidak panik namun tetap waspada dengan pergerakan Merapi.

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Kredit : patricia

berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6