Ini Pengakuan Saksi soal Aliran Dana Vendor Bansos Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (7/6/2021). ANTARa/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Mantan staf ahli eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara, Kukuh Ariwibowo menyatakan tidak mengetahui adanya permintaan fee dari Juliari kepada mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dan juga Adi Wahyono.

"Tidak ada," tegas Kukuh saat bersaksi untuk terdakwa Juliari Peter Batubara di PN Tipikor Jakarta, Rabu (9/6).

Baca Juga

Arahan Kemensos Gunakan Jasa PT Sritex untuk Goodie Bag Bansos

Kukuh pun membantah pernah menerima uang dari Matheus maupun Adi terkait komitmen fee pengadaan bansos sembako. Hal ini secara tegas diungkapkan Kukuh dalam persidangan.

"Tidak pernah," ungkap Kukuh.

Meski demikian, Kukuh mengakui pernah menghadap Juliari bersama dengan Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono di ruang kerja menteri. Dalam kesempatan itu, Kukuh tak menampik Juliari menanyakan soal progres penyaluran bansos. Tetapi dia membantah adanya target pengumpulanfee.

"Beliau menanyakan progres penyaluran sembako dan percepatannya. (Target pengumpulan fee) tidak ada," imbuh Kukuh.

Sementara itu, sejumlah vendor pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek bersaksi untuk terdakwa mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

Mereka mengaku pernah memberikan uang kepada mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso.

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK menghadirkan empat orang saksi dalam sidang untuk terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (9-5-2021). ANTARA/Desca Lidya Natalia
Jaksa penuntut umum (JPU) KPK menghadirkan empat orang saksi dalam sidang untuk terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (9-5-2021). ANTARA/Desca Lidya Natalia

Para vendor tersebut adalah Direktur PT Andalan Pesik International, Rocky Josep Pesik; Direktur PT Global Tri Jaya, Raj Indra Singh; Direktur PT Total Abadi Solusindo Mochamad Iqbal dan Direktur PT Era Nusantara Prestasi sekaligus pemilik CV Nurali Cemerlang, Go Erwin.

Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis mencecar para vendor terkait dugaan pemberian komitmen fee kepada pejabat Kemensos Matheus Joko Santoso. Hal ini pun diakui oleh Direktur PT Andalan Pesik International, Rocky Josep Pesik yang pernah memberikan uang senilai Rp 150 juta, yang diberikan secara bertahap.

"Iya, 3 kali 50 juta," ujar Rocky.

Hal serupa juga diakui oleh Direktur PT Global Tri Jaya, Raj Indra Singh. Dia menyampaikan memberikan uang sebesar Rp 100 juta kepada Matheus Joko Santoso. Uang itu diminta Joko untuk membantu administrasi.

"Saat itu saya selesai paket (bansos) ke 7 saya terus diminta beliau (Joko) bantu anak-anak, untuk adminstrasi. Saya serahkan satu kali," ujar Raj.

Selain itu, Direktur PT Total Abadi Solusindo, Mochamad Iqbal juga mengakui pernah memberikan uang kepada dua pejabat Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sejumlah Rp 400 juta. Diketahui, Matheus dan Adi juga merupakan terdakwa dalam perkara ini.

"Saya diminta kontribusi untuk kegiatan di Kemensos pak oleh Adi dan Joko, (mereka) enggak minta Rp 400 juta hanya diminta kontribusi, tidak disebutkan jumlahnya, itu hanya sisa dana pribadi saya yang mulia," tegas Iqbal. (Pon)

Baca Juga

Para Vendor Bansos Ngaku Setor Uang ke Anak Buah Juliari

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mudik Dilarang, Polisi Tetap Gelar Operasi Ketupat
Indonesia
Mudik Dilarang, Polisi Tetap Gelar Operasi Ketupat

Dalam Rapat Persiapan Hari Raya Idul Fitri 2021, pemerintah memutuskan untuk meniadakan kegiatan mudik Lebaran tahun 2021.

Aplikasi Ini Bisa Pantau Kegiatan Hukum Orang Asing Selama di Indonesia
Indonesia
Aplikasi Ini Bisa Pantau Kegiatan Hukum Orang Asing Selama di Indonesia

Selama ini, pelaporan orang asing oleh pihak hotel, penginapan ataupun perusahaan dilakukan secara manual

Bentuk Tim Siber, PDIP Siap Hadapi Kampanye Virtual di Pilkada 2020
Indonesia
Bentuk Tim Siber, PDIP Siap Hadapi Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Sebab ternyata, sejak 2015, PDIP sudah membentuk tim siber.

Puluhan Santri Gontor Positif Terjangkit COVID-19
Indonesia
Puluhan Santri Gontor Positif Terjangkit COVID-19

Hasil uji lab PCR tes ini disampaikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Arus Balik, Pemudik Wajib Bawa Surat Hasil Tes Swab Antigen
Indonesia
Arus Balik, Pemudik Wajib Bawa Surat Hasil Tes Swab Antigen

Operasi Ketupat Jaya ini adalah operasi kemanusiaan

3.427 Calon Mahasiswa Lolos SBMPTN di UNS Surakarta, Farmasi Paling Banyak Diminati
Indonesia
3.427 Calon Mahasiswa Lolos SBMPTN di UNS Surakarta, Farmasi Paling Banyak Diminati

Hal itu diketahui dari hasil pengumuman serentak secara online SBMPTN PTS se-Indonesia, Jumat (14/8).

Viral Wanita Pamer Bawa Mobil Dinas TNI, Mabes TNI: Itu Bodong !
Indonesia
Viral Wanita Pamer Bawa Mobil Dinas TNI, Mabes TNI: Itu Bodong !

Wanita itu lantas memperlihatkan plat nomor dinas TNI 3423-00

Pandemi Corona Belum Berakhir, Omset Penjualan Batik di Pasar Klewer Solo Turun Drastis
Indonesia
Pandemi Corona Belum Berakhir, Omset Penjualan Batik di Pasar Klewer Solo Turun Drastis

Ia mengaku sejak dihantam pagebluk corona Pasar Klewer yang merupakan sentra batik terbesar di Solo lesu dan limpung.

PDIP Desak Polisi Tindak Tegas Industri Pembuat Masker N95 Palsu
Indonesia
PDIP Desak Polisi Tindak Tegas Industri Pembuat Masker N95 Palsu

Masyarakat dihebohkan terkait beredarnya masker palsu jenis N95 dan KN95 di pasaran.

Monas Ditutup, Pemkot Jakpus Perketat Penjagaan
Indonesia
Monas Ditutup, Pemkot Jakpus Perketat Penjagaan

Pemerintah Kota Jakarta Pusat menutup kawasan Monumen Nasional (Monas) pada malam tahun baru 2021.