Ini Pengakuan Marbut yang Buat Laporan Palsu Penganiayaan Dirinya Ilustrasi. (Gettyimages)

MerahPutih.com - Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan peristiwa penganiayaan yang dialami seorang marbut di Pamengpeuk, Garut, adalah hoaks atau berita bahong. Peristiwa itu sebelumnya sempat viral di media sosial sebelum akhirnya Yuyu Ruhiyana mengaku merekayasa peristiwa tersebut.

Marbut Masjid Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Uyun Ruhiyan (53) mengakui perbuatannya membuat laporan palsu sebagai korban penganiayaan di dalam masjid hanya rekayasa cerita untuk mendapatkan perhatian secara finansial dari pengurus masjid maupun pemerintah.

"Ini terjadi murni karena kekhilafan saya. Apa yang terjadi sama sekali tidak ada ajakan orang lain, murni rekayasa," kata Uyun saat jumpa pers bersama ulama Garut dan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna di Markas Polres Garut, Jawa Barat, Kamis (3/1).

Seperti dilansir Antara, Unyun mengaku ide rekayasa dianiaya oleh sejumlah orang menggunakan senjata tajam di dalam masjid, Rabu (28/2) dini hari merupakan aksi spontanitas tanpa ada pihak lain yang menyuruhnya.

Uyun juga mengaku mengetahui adanya isu yang sedang berkembang di masyarakat tentang serangan terhadap ulama maupun ustaz.

Namun tujuan rekayasa itu, kata dia, bukan untuk meresahkan masyarakat, melainkan hanya ingin mendapatkan perhatian tentang kesejahteraan marbut yang selama ini hanya diberi upah Rp 125 ribu per bulan.

"Yang saya pikirkan waktu itu terjerat masalah ekonomi dan oleh istri dan anak diminta itu ini. Dari mana saya dapat uang, kalau pun harus pinjam uang, dari mana saya untuk mengembalikannya," katanya.

Ia mengatakan, perbuatannya merekayasa cerita itu ternyata bukan mendapatkan perhatian secara finansial, tetapi merepotkan kepolisian dan membuat masyarakat resah.

"Saat itu yang saya pikirkan merasa gelap, tidak memikirkan akibat dan dampaknya," katanya.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengurus Masjid Pameungpeuk tentang laporan palsu penganiayaan di masjid.

Uyun berharap dapat kembali diterima masyarakat dan memercayakan kembali untuk melakukan aktivitas seperti biasa di masjid tersebut.

"Saya harap pengurus masjid memaafkan saya, dan bisa memercayai saya mengurus masjid, saya tidak akan mengulangi lagi," katanya. (*)


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH