Ini Pandangan Muhammadiyah-NU Soal Pancasila Menurut Hasil Penelitian UI Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) Said Romadlan. (ANTARA/Foto: Humas UI)

MerahPutih.com - Hasil penelitian yang dilakukan oleh Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) Said Romadlan menyebutkan dua organisasi masyarakat Islam di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, memahami Pancasila sebagai pilihan final dan terbaik.

"Dalam pemahaman Muhammadiyah, Pancasila adalah darul ahdi wa syahadah (negara konsensus dan kesaksian). Sedangkan NU memahami Pancasila sebagai mu’ahadah wathaniyah (kesepakatan kebangsaan)," kata Said dalam keterangannya di Depok, Selasa (28/7), dikutip Antara.

Baca Juga:

BPIP Tegaskan Pancasila Sudah Final dan Jadi Dasar Hidup Masyarakat

Ia mengatakan, peneguhan sikap Muhammadiyah dan NU mengenai Pancasila tersebut sekaligus menjadi kritik dan perlawanan atas upaya-upaya kelompok tertentu untuk mengganti dan mengubah Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Said menggunakan metode penelitian analisis isi hermeneutika. Ia menjelaskan pemahaman dan sikap Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) atas Pancasila sebagai pilihan terbaik dan final merupakan hasil penafsiran ayat Alquran dan refleksi kedua organisasi Islam terbesar Indonesia tersebut atas Pancasila.

Muhammadiyah merujuk pada Alquran Surat Saba’ ayat 15 "baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur", yang artinya: "Sebuah negeri yang baik dan berada dalam ampunan Allah SWT". Kalimat tersebut oleh Muhammadiyah ditafsirkan sebagai Negara Pancasila.

Pimpinan pusat Muhammadiyah di Yogyakarta. (Foto: MP/Teresa Ika)
Pimpinan pusat Muhammadiyah di Yogyakarta. (Foto: MP/Teresa Ika)

Sedangkan NU mengacu pada Alquran Surat Al-Baqarah ayat 30: "khalifah fil ardhi", "khalifah" ditafsirkan NU sebagai melaksanakan amanat Allah melalui NKRI dan Pancasila."

Menuruty Said, Pancasila sebagai pilihan terbaik dalam pandangan Muhammadiyah dan NU bukan pandangan politik yang didasarkan atas kepentingan pragmatis dan jangka pendek.

Pandangan kedua organisasi Islam moderat ini dihasilkan melalui proses refleksi dan dialektika keduanya atas sejarah lahirnya Pancasila, di mana tokoh-tokoh Muhammadiyah dan NU terlibat langsung dalam proses lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

"Selain itu, secara kontekstual peneguhan sikap Muhammadiyah dan NU atas Pancasila juga merupakan perlawanan kedua organisasi Islam ini terhadap upaya-upaya kelompok-kelompok tertentu yang hendak mengganti dan mengubah Pancasila,” kata Said Romadlan.

Nahdlatul Ulama. (Foto: nu.or.id)
Nahdlatul Ulama. (Foto: nu.or.id)

Selain meneguhkan pandangan dan sikap tentang Pancasila sebagai pilihan terbaik dan final, dalam disertasinya diuraikan pula mengenai pandangan Muhammadiyah dan NU mengenai jihad dan toleransi terhadap non-muslim. Dalam pandangan Muhammadiyah dan NU jihad bukan diwujudkan dalam bentuk kekerasan, apalagi terorisme.

Bagi Muhammadiyah jihad adalah jihad lil-muwajahah, yakni bersungguh-sungguh menciptakan sesuatu yang unggul dan kompetitif. Sedangkan bagi NU jihad adalah sebagai mabadi’ khaira ummah, yaitu bersungguh-sungguh mengutamakan kemaslahatan umat.

"Muhammadiyah dan NU sejak awal dikenal sebagai organisasi Islam yang toleran terhadap non-muslim. Bagi Muhammadiyah toleransi terhadap non-muslim sebagai ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan), sedangkan bagi NU adalah sebagai ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan)," ujar Said menjelaskan perihal toleransi terhadap non-muslim.

Baca Juga:

PA 212 Cs "Mendadak" Bela Pancasila, Ini Tanggapan Organisasi Sayap PDIP

Dalam disertasinya, Said menulis pentingnya peran Muhammadiyah dan NU sebagai kekuatan civil Islam untuk melakukan gerakan penyadaran dan perlawanan terhadap gerakan radikalisme yang dianggap antidemokrasi dan menyimpang dari ajaran Islam sebagai agama rahmatan lil-alamin.

"Salah satu bentuk penyadaran dan perlawanan terhadap gerakan radikalisme adalah dengan terus menciptakan narasi-narasi sebagai kontra-diskursus atas pemahaman kelompok-kelompok Islam radikal mengenai isu-isu radikalisme yang selama ini dominan dan dianggap benar adanya, yang disuarakan melalui media-media resmi organisasi, lembaga pendidikan, dan pengajian-pengajian," ujar Said. (*)

Baca Juga:

SBY Peringatkan Jangan Utak-Atik Pancasila

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Menang Kasasi, Anies Didesak Segera Lelang ERP
Indonesia
Pemprov DKI Menang Kasasi, Anies Didesak Segera Lelang ERP

Pemprov DKI Jakarta memenangkan kasasi kasus lelang Pembangunan Sistem Jalan Berbayar Elektronik melawan PT Bali Towerindo setelah sebelumnya kalah di tingkat pengadilan tinggi.

PKS Desak Presiden Prancis Minta Maaf ke Umat Muslim Dunia
Indonesia
PKS Desak Presiden Prancis Minta Maaf ke Umat Muslim Dunia

Untuk itu, setiap warga dunia harus mengembangkan sikap toleransi dan tidak menyinggung agama

AJI Sebut Kebebasan Pers di Indonesia Masih Buruk
Indonesia
AJI Sebut Kebebasan Pers di Indonesia Masih Buruk

Walaupun peringkatnya naik, ini masih merah, masih dalam kondisi buruk

Tiongkok Undang Palestina dan Israel Berunding
Dunia
Tiongkok Undang Palestina dan Israel Berunding

Tiongkok akan bekerja sama lebih mendalam dengan Norwegia, Tunisia, dan anggota DK-PBB lainnya

Kilang Pertamina Cilacap Yang Terbakar Hanya Berisi 1.100 Barel Benzana
Indonesia
Kilang Pertamina Cilacap Yang Terbakar Hanya Berisi 1.100 Barel Benzana

"Kebakaran terjadi di salah satu area tangki penyimpanan yang lokasinya berada jauh di dalam kompleks kilang, bukan kilang atau pabrik pengolahannya," kata Hatim.

Luhut, Terawan hingga Sri Mulyani Terancam Didepak Jokowi
Indonesia
Luhut, Terawan hingga Sri Mulyani Terancam Didepak Jokowi

Jerry menduga, mayoritas menteri yang bakal segera dirombak yakni menteri yang menangani langsung COVID-19 baik dari bidang ekonomi maupun kesehatan.

Ojek Daring Paling Diminati Komuter di Kawasan Jabodetabek
Indonesia
Ojek Daring Paling Diminati Komuter di Kawasan Jabodetabek

2420 responden mengakui memilih transportasi daring sebagai kendaraan perantara sebelum atau pun sesudah menggunakan transportasi umum

Perasaan Lega Perawat Usai Divaksin COVID-19
Indonesia
Perasaan Lega Perawat Usai Divaksin COVID-19

Sebelum disuntik sempat terbersit keraguan di hati karena khawatir akan ada efek samping setelah divaksin. Tetapi keraguan itu pupus seiring niatnya yang kuat.

Korban Gempa Majene Dirawat di RS Lapangan
Indonesia
Korban Gempa Majene Dirawat di RS Lapangan

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian.

40 Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air Diterima Tim DVI Polri
Indonesia
40 Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air Diterima Tim DVI Polri

"Dapat kami sampaikan sampai jam 09.00 pagi tim DVI telah mendapat 40 sampel DNA," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono