Ini nih 5 Dewi Kece yang Layak Dikunjungi, seperti yang Disebut Jokowi-Ma'aruf Amin dalam Debat Desa pun kini dibbuat Instagramable dan berdaya jual. (foto: berdesa)

DALAM debat terkahir capres-cawapres Pemilu 2019, pasangan nomor urut 01 menyebut istilan Dedi dan Dewi. Keduanya mengacu pada desa digital (Dedi) dan sesa wisata (Dewi).

Di Tanah Air, ada sejumlah memang bermunculan belakangan. Pesonanya bahkan enggak kalah dengan destinasi yang sudah ngetop. Enggak percaya? Nih, 5 Dewi kece yang layak kamu kunjungi.

1. Desa Madobak, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat

Terletak di hulu sungai Siberut Selatan, Desa Madobak berdekatan dengan desa-desa lain seperti Ugai dan Matotonan. Ketiga desa tersebut terkenal menjaga keunikan tradisional adat mereka. Mengunjungi desa tersebut akan memberi sensasi kehidupa desa yang terbilang masih asli dan menjaga nilai tradisional yang ada.

desa madobak
Tradisi tato suku Mentawai. (foto: mentawaikita)

Di desa wisata terbaik di Indonesia itu, kamu dapat berinteraksi dengan nilai budaya tradisional yang masih dijaga dengan baik. Jika beruntung, kamu bahkan bisa menjadi saksi pesta adat Sikkerei yang berbau mistis. Selain itu, desa ini juga memiliki budaya tato yang diyakini sebagai budaya tato tertua di dunia.

desa madobak
Desa Madobak yang masih asri dan dekat dengan alam. (foto: pelitadesa)

Yang tak kalah indah, Desa Madobak juga menawarkan air terjun Kulu Kubuk yang begitu indah dan asri. Letaknya di tengah hutan yang masih asri sekitar 3 kilometer dari permukiman Desa Madobak

2. Desa Taman Sari, Banyuwangi, Jawa Timur

Diresmikan sebagai desa wisata sejak pertengahan 2016, Desa Taman Sari kini menjadi desa berjejaring bisnis. Desa ini berada di kawasan Gunung Ijen, Kecamatan Licin. Lokasinya diapit Kampung Penambang, Kampung Bunga, dan Kampung Susu.

desa taman sari
Desa Taman Sari jadi rumah pagelaran Ijen Summer Jazz. (foto: Instagram @ijensummerjazz)

Selain wisata alam, Desa Taman Sari menawarkan keunikan budaya Osing. Suku Osing sendiri merupakan suku asli yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Yang tak kalah menarik, pagelaran musik kelas dunia, Ijen Summer Festival, digelar di desa wisata ini.


3. Desa Pujon Kidul, Pujon, Malang, Jawa Timur

Perpaduan gunung dan sawah tak pernah gagal manjakan mata. Itulah yang jadi daya tarik desa wisata agro ini. Desa Pujon Kidul awalnya dibuat sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Perbukitan dan persawahan warga yang menghijau membuat hawa desa ini sejuk.

pujon kidul
Desa Pujon Kidul yang kini hits. (foto: Instagram @iyuusz_aremania87)

Dinaungi Rumah Kampung Lestari, kegiatan argobisnis yang dilakukan warga menjadi daya tarik tersendiri. Ada dusun pengolah susu sapi, budi daya tanaman obat keluarga, hingga perkebunan seperti markisa, apel, dan jambu.

4. Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah


Pernah lihat foto orang dalam air lagi naik motor? Itu di Umbul Ponggok. Lokasi yang terletak di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, ini merupakan lokasi wisata paling populer se-Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Tempat berbentuk kolam alami ini, dikenal sebagai tempat belajar bagi para penyelam pemula.

desa ponggok
Menyelam dan berfoto di bawah air Desa Ponggok. (foto:Instagram @billofrastyo)

Yang menarik, di desa ini ada beragam instalasi bawah air yang sangat seru untuk yang senang memotret ataupun berfoto. Umbul Ponggok yang kini menjadi desa pemberdayaan masyarakat membuat warga desa di sekitarnya merasakan manfaat. Dalam hal pendapatan, desa ini menghasilkan Rp6,5 miliar dalam setahun.

5. Desa Teluk Meranti, Pelalawan, Riau


Terletak di Kabupaten Pelalawan, Riau, Desa Teluk Meranti menjadi salah satu desa yang dikenal peselancar dunia.

desa teluk meranti
Serunya menaiki Ombak bono yang unik. (foto: Instagram @galeripelelawan)

Desa kreatif ini jadi satu-satunya tempat wisatawan dapat berselancar di sungai, bukan laut. Meski demikian, ombak di sini tak sebaik di Kepulauan Nias. Ombak bono ialah sebutan untuk gelombang air yang terletak di muara Sungai Kampar, Pelalawan, Riau, tersebut. Ombak bono telah dijajal peselancar dunia.

Bagaimana, kece kan semua Dewi tadi?(dwi)

Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH