Ini Nama-nama Tujuh WNI Terlibat Terorisme di Marawi Filipina Pasukan pemerintah terlihat saat melakukan serangan terhadap pemberontak dari kelompok Maute, Kamis (25/5). (ANTARA FOTO/REUTERS/Romeo Ranoco(

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merilis laporan Kepolisian Filipina bahwa tujuh warga negara (WNI) diduga terlibat jaringan terorisme di Kota Marawi, Mindanao, Filipina.

"Kepolisian Filipina melaporkan ada tujuh WNI yang patut diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Kota Marawi, Filipina," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes (Pol) Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/5).

Ia mengatakan, otoritas Filipina melalui Kepolisian Nasional Filipina (PNP) merilis tujuh WNI yang diduga terlibat jaringan terorisme di Kota Marawi, Filipina. Nama-nama ini kemudian diserahkan kepada Atase Kepolisian di Manila yang kemudian diserahkan ke Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

Berikut merupakan tujuh nama yang menjadi buronan: 1. Al Ikhwan Yushel. Kelahiran Palembayan, 01 November 1991. No. Passport: A7985472. Berangkat ke Filipina tanggal 28 Maret 2017

2. Yayat Hidayat Tarli. Kelahiran Kuningan, 25 April 1986. No Passpor: B 4422742. Berangkat ke Filipina pada 15 April 2017 bersama Anggara Suprayogi

3. Anggara Suprayogi. Kelahiran Tangerang, 26 Desember 1984. No Passpor: B 4885536 NIK 3571092612840004 Jl. Lokapala III/21 RT 04/08, Kel. Cibodas, Kec. Cibodas Tangerang. Berangkat ke Filipina pada tanggal 15 April 2017 bersama Yayat Hidayat Tarli

4. Yoki Pratama Windyarto. Kelahiran Banjarnegara, 17 September 1995. No Passpor B 5743781. Berangkat ke Filipina tanggal 4 Maret 2017

5. Moch. Jaelani Firdaus. Kelahiran Bekasi, 17 Mei 1991. NIK. 3673021705910008 Komp. Taman Angsoka permai RT003/003, Kel Kasimen, Serang, Banten. Berangkat ke Filipina tanggal 7 Maret 2017

6. Muhamad Gufron. Kelahiran Serang, 20 Oktober 1993. No Passpor: A 9265977. Berangkat ke Filipina tanggal 7 Maret 2017

7. Muhammad Ilham Syahputra. Kelahiran Medan, 29 Juli 1995. No Passpor: A 9291582 Berangkat ke Filipina pada 29 November 2016.

"Saudara Muhammad Ilham Syahputra diduga telah tewas dalam pertempuran di Marawi. Tapi sampai sekarang belum ditemukan jasadnya," kata Martinus.

Menurutnya, ketujuh WNI tersebut masuk ke Filipina secara legal.

Kendati demikian, keberadaan para WNI tersebut masih di Marawi atau tidak hingga saat ini masih belum diketahui. "Keberadaan mereka masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut," katanya.

Sumber: ANTARA



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH