Ini Motif Petugas Rapid Test Bandara Lakukan Pelecehan dan Pemerasan Ilustrasi pelecehan seksual. (MP).

MerahPutih.com - Petugas medis yang melakukan penipuan, pemerasan hingga pelecehan pada seorang perempuan, saat rapid test di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) berinisial EFY telah berhasil ditangkap di kawasan Sumatera Utara pada Jumat (25/9) lalu.

Setelah ditangkap, tersangka diperiksa secara intensif oleh pihak kepolisian. Hasilnya, diketahui motif dia melakukan hal tersebut kepada korban berinisial LHI adalah karena dia tidak bisa menahan hawa nafsu saat melakukan rapid test terhadap korban.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta Kompol Alexander Yurikho mengatakan, tersangka tidak bisa menahan hawa nafsu dan mengaku motif dia menipu dan memeras berdasar hasil rapid test korban adalah karena ingin dapat penghasilan lebih.

Baca Juga:

Polisi Periksa Saksi dari PT Kimia Farma Terkait Kasus Pelecehan di Bandara Soetta

Alex belum mengungkapkan soal kegunaan uang hasil pemerasan itu. Namun, dia hanya menyebut tersangka mengaku baru pertama kali melakukan aksinya dan hingga saat ini belum ada korban lain dari perbuatan pelaku yang melapor dan diakui tersangka.

Penyidik terus melakukan pendalaman untuk mengungkap apakah ada korban lain dalam kasus ini. Termasuk, mempertimbangkan membuka posko pengaduan dan masih mempertimbangkan membuka posko pengaduan.

Menyoal apakah ada pelaku lain yang terlibat kasus ini, Alex menyampaikan, pelakunya hanya tersangka Eko.

"Sementara berjalan proses penyidikan, tersangka yang pantas bertanggung jawab atas rangkaian tindak pidana ini hanya saudara EFYS," katanya.

Seperti diketahui, seorang perempuan berinisial LHI melalui akun twitter @listongs mengaku, diduga menjadi korban penipuan dan pelecehan oleh oknum dokter atau petugas medis ketika menjalani rapid test, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Ketika pemeriksaan, hasil rapid test menunjukan kalau dia reaktif COVID-19. Namun, oknum dokter itu menawarkan bisa mengubah data hasil rapid test korban menjadi non reaktif dengan biaya sebesar Rp 1,4 juta.

Belakangan terungkap kalau hasil reaktif itu hanya akal-akalan pelaku untuk meminta uang kepada korban. Tragisnya, tidak hanya melakukan penipuan oknum itu juga disebut melakukan pelecehan seksual.

Pasca-melakukan penyelidikan, memeriksa korban di Bali, meminta keterangan saksi-saksi dan ahli, mengumpulkan bukti-bukti, serta melakukan gelar perkara, penyidik menaikkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan. Kemudian, menetapkan tersangka Eko sebagai tersangka. (Knu)

Baca Juga:

Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Ditangkap

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiga Motif Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Versi Pengamat
Indonesia
Tiga Motif Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Versi Pengamat

Pelaku meyakini bahwa aksi itu adalah aksi yang benar

Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Pembakaran Bendera PDIP
Indonesia
Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Pembakaran Bendera PDIP

Polisi menjamin akan bekerja transparan dan profesional dalam mengusut kasus pembakaran bendera PDIP.

Tradisi 3 Hari Observatorium Bosscha Teropong Hilal
Indonesia
Tradisi 3 Hari Observatorium Bosscha Teropong Hilal

Sementara pada tahun-tahun sebelum pandemi, pengamatan hilal kerap menimbulkan perhatian masyarakat luas.

[HOAKS atau FAKTA]: BI Terbitkan Uang Rupiah Bergambar Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BI Terbitkan Uang Rupiah Bergambar Jokowi

Sebuah akun Tiktok bernama aku.ijot mengunggah video yang memperlihatkan lembaran mirip dengan uang kertas bergambar Presiden Joko Widodo bernilai Rp100.

Jokowi Tidak Perlu Keluarkan Perppu Tentang ITE
Indonesia
Jokowi Tidak Perlu Keluarkan Perppu Tentang ITE

Untuk mengatasi polemik penerapan UU ITE di masyarakat, cukup dengan revisi UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE, dan tidak perlu dikeluarkan Perppu.

Dicokok KPK di Bandara, Menteri Edhy Tersandung Ekspor Benur
Indonesia
Dicokok KPK di Bandara, Menteri Edhy Tersandung Ekspor Benur

Edhy menggantikan Permen KP Nomor 56 Tahun 2016 yang dikeluarkan pendahulunya Susi Pudjiastuti melarang ekspor benur lobster.

Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang
Indonesia
Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang

Mabes Polri memastikan akan menyelesaikan kasus enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak di Tol Jakarta-Cikampek km 50, Karawang.

MK Diyakini Tolak Permohonan Sengketa Pilkada Surabaya di Putusan Sela
Indonesia
MK Diyakini Tolak Permohonan Sengketa Pilkada Surabaya di Putusan Sela

Ambang batas selisih suara yang bisa diajukan gugatan maksimal 0,5 persen. Sedangkan, Eri-Armuji menang dengan selisih 13,8 persen.

Soal Mini Lockdown, Anak Buah Prabowo Sarankan Anies Ikuti Arahan Jokowi
Indonesia
Soal Mini Lockdown, Anak Buah Prabowo Sarankan Anies Ikuti Arahan Jokowi

Jika mini lockdown itu diterapkan di ibu kota, pemerintah DKI dengan mudah dapat melakukan pengawasan

ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran Terancam Dipecat
Indonesia
ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran Terancam Dipecat

"Sebagaimana sudah disampaikan tidak diperkenankan mudik bagi asn akan mendapatkan sanski," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria