Ini lo Ayam Termahal di Dunia, Favorit Presiden Prancis Ayam bresse, ayam termahal di dunia. (foto: wikipedia)

BERAPA harga yang rela Anda bayar untuk seekor ayam?

Jawaban sebagian besar orang mungkin ada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp100 ribu. Namun, ayam termahal di dunia ini dihargai 40 euro (sekitar Rp640.000) per kilogram. Harga itu hanya berlaku di pasar lokal Prancis. Tentunya, ketika ayam diekspor, harga yang diberikan pun bisa saja melonjak.

Kenalkan ayam bresse, ayam incaran para chef restoran berbintang Michelin.

"Aku suka menggunakan ayam bresse dalam masakanku. Untungnya, salah satu produk lokal Prancis itu memiliki kualitas terbaik di dunia," ujar Chef Jean-Michel Carrette, pemilik dan executive chef Aux Terrasses (restoran berbintang Michelin di Tournus, Prancis).

Tak hanya chef yang mengincar bresse, Presiden Prancis Francois Hollande menolak menyantap hidangan lain selain ayam ini. Demikian juga Emmanuel Macron. Ia merupakan penggemar ayam satu ini.

Apa sih istimewanya?

Seperti dikutip dari CNN, nama ayam bresse diambil dari nama daerah tempat ayam itu diternakkan. Ayam bresse berbadan putih, kaki berwarna biru, dan dada merah.

"Tak seperti banyak bahan dan resep masakan yang hilang sepanjang sejarah, sejarah ayam bresse bisa dilacak dari banyak dokumen sejarah," ujar Marie-Paule Meunier, anggota Komite Promosi Ayam Bresse.

Menier bercerita bahwa ayam bresse dulunya dijadikan hadiah bagi para tentara yang tengah berjuang.

Ayam satu ini mulai terkenal di abad 19 karena warnanya yang matching dengan bendera Prancis, kaki biru, badan putih, dan jengger merah. Barulah 60 tahun lalu, ayam bresse mendapat sertifikasi AOC yang diakui di seluruh Uni Eropa. Sertifikasi itu membuat ayam bresse sejajar dengan champagne, ham dari Parma, dan keju dari Stilton.

Menernakkan ayam bresse tidaklah sembarangan. Salah seorang peternak, Anthony Laurency, menjelaskan bahwa ayam ini haruslah diberi pakan yang merupakan produk lokal di wilyah itu.

Selain itu, ayam-ayam spesial ini harus diternakkan di hamparan luas, bukan di kandang. Setiap ayam harus punya ruang gerak 10 meter.

"Kami mencampur 700 kilogram jagung hasil panen sendiri, 300 kilogram biji gandum, dan susu kental berkonsistensi 7% untuk pakan ayam," jelas Laurency.

Pakan ayam itu sengaja dibuat rendah protein sehingga ayam mencari sendiri lewat serangga, bekicot, juga rumput.

Anakan ayam berdarah murni bresse dibeli US$2,40 (beda jauh dari anakan ayam biasa yang hanya US$0,35 seekor). Sebelum disembelih, ayam ini dimasukkan ke kandang kayu bercahaya temaram. Di sana, mereka diberi makan, beristirahat, dan hanay bersantai. Di usia empat bulan, ayam-ayam itu disembelih. Hanya ayam betina yang berovulasi yang dibiarkan hidup sebulan lebih lama.

Tak hanya pakan dan perlakuan terhadap ayam ini yang istimewa. Setelah disembelih, ayam-ayam bresse disimpan dalam cara khusus. Mereka disimpan dengan cara dibungkus dalam kain linen. Melingkari rapat keseluruhan tubuh ayam. Cara penyimpanan itu membuat daging awet sekaligus membuat penyebaran lemak dalam daging ayam merata.

Karena Prancis hanya mengeskpor 5% produk lokal mereka, kecil kemungkinan Anda bisa menemukan olahan bresse di luar Prancis.

Jadi, jika penasaran mencicipi kelembutan dada ayam termahal di dunia ini, siapkan sebuah perjalanan ke Prancis, ya.(*)

Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH