Ini Komentar Gerindra Soal Pemerintah Gratiskan Vaksin COVID-19 Ilustrasi - Vaksin COVID. ANTARA

MerahPutih.com - Gerindra menyambut baik rencana pemerintah menggratiskan vaksin COVID-19 kepada seluruh rakyat, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo pada hari Rabu (16/12).

"Ini kabar gembira, menjadi angin segar dan harapan baru menyongsong tahun baru 2021. Kita harus berterima kasih atas kebijakan ini," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/12).

Namun, dia tetap meminta pemerintah harus memastikan aspek keamanan vaksin dan akurasi saat pemberiannya. Hal itu karena terkait dengan manusia dan nilai keuangan negara yang besar.

Baca Juga:

Tanggung Jawab Negara, Warga Sebut Sudah Seharusnya Vaksin COVID-19 Gratis

"Jadi, harus aman, akurat, dan tepat sasaran pelaksanaan program ini," ujarnya.

Muzani menilai 10 bulan bangsa Indonesia menghadapi pandemi COVID-19 menjadi masa tersulit bagi masyarakat.

Kedatangan vaksin 1.2 juta dosis Vaksin COVID-19 dari Sinovac, China. (Dok Humas Bio Farma)
Kedatangan vaksin 1.2 juta dosis Vaksin COVID-19 dari Sinovac, China. (Dok Humas Bio Farma)

Dengan adanya vaksin, kata Wakil Ketua MPR itu, menjadi energi dan semangat baru untuk menggerakkan sektor ekonomi.

"Kalau ekonomi bergerak, perkantoran akan bergerak. Sekolah, kampus, pondok pesantren yang selama pandemi murid tidak bisa bertemu guru, mahasiswa tidak bisa belajar dengan dosen, santri tidak bisa bertatap muka dengan kiai, semua ini mudah-mudahan segera dapat diakhiri," katanya.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Empat Orang Alami Kelumpuhan Wajah Setelah Disuntik Vaksin Corona

Menurut Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR itu, pemberian vaksin gratis oleh pemerintah sesuai dengan perjuangan partainya selama ini. Hal itu karena dalam situasi ekonomi sulit, sudah sewajarnya negara mengambil porsi terbesar untuk membiayai vaksin bagi masyarakat.

Namun, dia berpesan kepada seluruh masyarakat untuk terus displin dengan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan menjauhi kerumunan, sampai benar-benar wabah COVID-19 dinyatakan berakhir. (*)

Baca Juga:

Lama Antibodi Vaksin COVID-19 Sinovac-Bandung Baru Diketahui April 2021

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiga Bulan Berlalu, Polisi Tangkap Dua Penghina Ahok
Indonesia
Tiga Bulan Berlalu, Polisi Tangkap Dua Penghina Ahok

Keduanya dicokok pada dua lokasi berbeda

Uang Baru Rp75.000 Dijual Jutaan Rupiah di e-Commerce
Indonesia
Uang Baru Rp75.000 Dijual Jutaan Rupiah di e-Commerce

Uang tersebut diterbitkan oleh Bank Indonesia. Uang baru ini merupakan alat pembayaran yang sah sesuai dengan nilai yang tercantum.

 Vaksinasi Tanpa Kedisiplinan 3M Mubazir
Indonesia
Vaksinasi Tanpa Kedisiplinan 3M Mubazir

Gaya hidup 3M harus tetap menjadi rujukan selama pandemi dinyatakan belum berakhir.

Merapi Kembali Keluarkan 2 Kali Guguran Lava Pijar, Warga Klaten Beraktivitas Normal
Indonesia
Merapi Kembali Keluarkan 2 Kali Guguran Lava Pijar, Warga Klaten Beraktivitas Normal

"Aktivitas warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten tetap seperti biasa. Padahal, Merapi mulai sering mengeluarkan guguran lava pijar," ujar Kepala Desa Tegalmulyo, Kabupaten Klaten, Sutarno

 Pasien Corona Terus Bertambah, Wali Kota Solo Akan Tutup Bioskop dan Tempat Hiburan
Indonesia
Pasien Corona Terus Bertambah, Wali Kota Solo Akan Tutup Bioskop dan Tempat Hiburan

"Kami saat ini sedang berjuang memutus mata rantai penyebaran virus corona. Jangan sampai kerja kita sia-sia gara-gara ada warga atau pengusaha ngeyel," papar dia.

Kejagung Mulai Penyidikan Terkait Dugaan Tindak Pidana Jaksa Pinangki
Indonesia
Kejagung Mulai Penyidikan Terkait Dugaan Tindak Pidana Jaksa Pinangki

Kejaksaan Agung mulai melakukan penyidikan terkait dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM).

IPW Duga Wakapolri Gatot Eddy Disiapkan Gantikan Idham Azis
Indonesia
IPW Duga Wakapolri Gatot Eddy Disiapkan Gantikan Idham Azis

IPW membeberkan sosok siapa calon Kapolri pengganti Idham Azis yang bakal pensiun pertengahan Januari mendatang.

Omongan Ketua DPC Gerindra Dinilai Enggak Jelas
Indonesia
Omongan Ketua DPC Gerindra Dinilai Enggak Jelas

Ali Lubis itu kan kader Gerinda

CDC AS Rekomendasikan Pangkas Karantina COVID-19 Jadi 10 hari
Dunia
CDC AS Rekomendasikan Pangkas Karantina COVID-19 Jadi 10 hari

Karantina 14 hari dapat menimbulkan beban ekonomi yang besar

Ketua WP KPK Jalani Sidang Pelanggaran Kode Etik
Indonesia
Ketua WP KPK Jalani Sidang Pelanggaran Kode Etik

Dugaan pelanggaran kode etik itu terkait pernyataannya di media ketika WP KPK melakukan pembelaan atas pemulangan penyidik Kompol Rossa Purbo Bekti ke institusi Polri.