Berandai-andai yang Bakal Terjadi Kalau Mobile Legends Benar-benar Diblokir Ada berbagai kemungkinan yang terjadi jika game online di blokir (Foto: pixels/ist)

BEBERAPA tahun belakangan ini game online yang dimainkan lewat smartphone sangat digandrungi millennials dan generasi Z. Karena selain peralatannya lebih praktis, para gamers juga bisa bermain kapanpun dan dimanapun, asalkan terdapat jaringan internet.

Selain itu, ada banyak game juga yang menawarkan grafis yang canggih maupun sistem permainan yang menarik. Salah satunya yaitu game online Mobile Legends: Bang Bang dan PlayerUnknown's Battleground (PUBG). Kedua game tersebut sangat terkenal di indonesia.

Popularitas kedua game tersebut tampak begitu nyata, ketika kamu pergi ketempat-tempat keramaian seperti mall, cafe, ataupun tempat wisata, pasti kamu melihat seseorang tengah memiringkan layar smartphonenya untuk bermain game.

Ngomong-ngomong soal game online di Smartphone, ada kabar yang cukup mengejutkan. Baru-baru ini beredar sebuah gambar infografis hoaks yang menyebutkan jika akan ada 10 games online yang akan diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatikan (Kominfo).

Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu menyatakan bahwa kabar pemblokiran games online itu adalah hoaks. "Awal tahun ini beredar hoaks dalam bentuk infografis dengan memuat logo Kementerian Komunikasi dan Informatika," kata Fernandus.

BACA JUGA: Mobile Legends dan PUBG Diblokir Mulai 31 Januari? Baca Nih Penjelasan Kominfo

Tapi boleh dong kita berandai-andai apa yang bakal terjadi bila beberapa game online yang banyak dimainkan oleh para anak muda millennials benar-benar diblokir.

1. Komplain dan Kegaduhan dari Para Gamers

Para gamers tentunya akan melakukan complain karena merasa dirugikan (Foto: niekverlaan)

Jika game online seperti halnya Mobile Legends dan PUBG diblokir, pastinya akan ada banyak complain dari para gamers. Dari mulai kerugian ranking di games tersebut yang telah susah payah diraih hingga item-item yang telah dibeli dengan uang cash yang ditukarkan dengan diamond(mobile legends) dan Unknown Cash (PUBG) akan hilang sia-sia begitu saja.

2. Banyak YouTuber Game Bakal 'Bangkrut'

Beberapa YouTuber Game yang sangat terkenal karena game kemungkinan popularitasnya akan meredup (Foto: pixabay/exploreBOB)

Ditengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, banyak para orang-orang kreatif yang mencari uang dari internet. Seperti halnya dengan selebgram ataupun YouTuber Game. Misalnya Jess No Limit.

Dari hasil monetize youtube game, dia bisa membeli sebuah mobil Ferrari dari Mobile Legend. Nah, kemungkinan yang terjadi para YouTuber game seperti Jess No Limit dan yang lainnya akan kehilangan penghasilan karena chanel youtube dan game mobile legendnya bisa menurun drastis. Selain itu popularitas pun kemungkinan akan meredup seketika.

3. Kamu Bakal Lebih Hemat Kuota dan Pengeluaran

Kuota serta pengeluaran kamu akan jauh lebih hemat (Foto: pixabay/bru-no)

Jika game online di blokir, tentu kuota kamu akan jauh lebih hemat, karena game online cukup memakan kuota yang sangat banyak. Apalagi jika kamu merupakan gamers yang sangat addict seperti bermain game hingga berjam-jam setiap harinya, pasti akan begitu terasa kuota kamu jauh lebih hemat. Hal tersebut juga otomatis akan berpengaruh pada pengeluaranmu untuk membeli kuota dan juga mata uang dalam game tersebut yang dibeli dengan uang cash.

4. Hidup Para Gamers Lebih Sehat

Waktu luang yang semula untuk main game bisa dimanfaatkan untuk berolahraga (Foto: pixabay/skeeze)

Para gamers addict bisa jadi akan lebih sehat kalau game online di blokir. Karena waktu-waktu yang biasa dipakai untuk bermain game, bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat. Seperti berolahraga. Selain tubuh kamu akan lebih bugar, olahraga juga bisa menjauhkanmu dari berbagai penyakit serta meningkatkan daya pikir.


5. Para Orang Tua Tak Lagi Marah-marah

Para orang tua tentu akan senang jika anaknya tak menghabiskan banyak waktu untuk bermain game online (Foto: pixabay/satyatiwari)

Sebenarnya tak sedikit orang tua yang pusing karena kelauan anaknya yang banyak menghabiskan waktu untuk bermain game online. Disuruh belajar malah war. Disuruh makan, war dulu. Waktu tidur malam malah dihabiskan begadang untuk war. Bangun pun kesiangan. Orang tua pun marah-marah.

Nah, mungkin dengan diblokirnya game online, para orangtua lebih senang. Anak-anaknya bisa memanfaatkan waktu luangnya dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. Misalnya belajar, mengikuti pelatihan (musik,olahraga, beladiri) dan kegiatan positif yang lainnya. Benar kan?

6. Bisa Jadi Beberapa Bos Bakal Senang

Para bos akan senang, karena karyawannya akan lebih produktif (Foto: pixabay/rawpixel)

Seperti yang kamu tahu, penggemar game online berasal dari berbagai kalangan. Bukan hanya anak-anak sekolah, para pekerja, bahkan pegawai negeri juga seolah tak bisa lepas dari game online. Bahkan, banyak juga para pekerja yang nyolong-nyolong waktu kerjanya untuk war. Yang lebih parah mereka juga memakai kuota internet kantor. Hayoo ngaku!

Nah, kalau Mobile Legends diblokir, bisa jadi para bos akan senang. Sebab, di kantornya tak ada lagi karyawannya yang sibuk perang. Mereka akan lebih produktif dalam bekerja. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya 'Seragam Cerdas' Bisa Melacak Siswa dengan GPS, Pasti Enggak Bisa Bolos

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH