Ini Kekhawatiran Polisi jika John Kei Diberikan Penangguhan Penahanan Polda Metro Jaya gelar kasus John Kei dalam rangkaian pengeroyokan yang menewaskan satu orang. ANTARA/Polda Metro Jaya

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya mempersilakan tersangka kasus penganiyaan dan pengancaman pembunuhan John Refra alias John Kei mengajukan penangguhan penahanan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, upaya penangguhan penahanan adalah hak tersangka.

Baca Juga:

Putri John Kei Kaget Sang Ayah Kembali Berbuat Onar

"Iya silakan saja. Nanti akan dilihat," jelas Yusri, Sabtu (27/6).

Yusri menjelaskan, bagi seorang pelaku pengancaman pembunuhan, sulit dikabulkan penangguhan penahanan. Pasalnya, itu termasuk kejahatan berat.

"Orang mau ancam bunuh berat dikabulkan penangguhan. Nanti kalau diberikan, kabur dong pelakunya," sebut Yusri.

Polisi masih mendalami motif menembakkan senjata apinya secara sembarang usai merusak rumah paman John Kei, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Adalah anak buah John Kei berinisial WL yang mengumbar tembakan secara sembarang itu hingga melukai sopir ojek online bernama Andreansah.

Polda Metro Jaya gelar kasus John Kei dalam rangkaian pengeroyokan yang menewaskan satu orang. ANTARA/Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya gelar kasus John Kei dalam rangkaian pengeroyokan yang menewaskan satu orang. ANTARA/Polda Metro Jaya

Motif penembakan didalami karena pada saat kejadian tidak ada Nus Kei di lokasi. Untuk itu, nampaknya tidak mungkin maksudnya guna membunuh Nus Kei.

Polisi sendiri masih mencari tahu persis sebenarnya berapa kali WL menembakan senpinya secara sembarang.

Sebab, informasi tembakan membabi buta secara tujuh kali banyaknya adalah berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian sebelum WL tertangkap.

Untuk itu, guna memastikannya polisi masih memeriksa intensif WL yang baru ditangkap dari pelariannya.

"Tujuh kali (tembakan) berdasarkan keterangan saksi lho ya. Kalau kita lihat senjatanya, hanya lima peluru, masih kita dalami lagi saksi-saksi," kata Yusri.

Untuk diketahui, polisi melakukan penggerebekan terhadap kelompok John Kei di perumahan Taman Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu malam, 21 Juni 2020. Sebanyak 25 orang diamankan.

Baca Juga:

Bebas Bersyarat John Kei Dicabut

Penggerebekan ini terkait aksi penyerangan di rumah Nus Kei di Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang. Kemudian, aksi penganiayaan sadis terhadap Yustus Corwing Kei di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Status John Kei dan komplotannya saat ini sudah menjadi tersangka.

Polisi juga sudah melakukan gelar rekonstruksi kasus John Kei di lima lokasi pada Rabu, 24 Juni 2020. Dalam perkembangannya, total sudah ada 35 orang termasuk John Kei yang dicokok.

Polisi menyebut masih ada tujuh anak buahnya yang buron. Namun, menurut polisi tak menutup kemungkinan masih ada anak buah John Kei lain yang ternyata juga terlibat di luar tujuh orang buron tersebut. (Knu)

Baca Juga:

7 Kaki Tangan John Kei Masih Berkeliaran Bebas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Rapid Test Massal di Pasar Tradisional Solo, 2 Pedagang Pasar Burung Reaktif
Indonesia
Rapid Test Massal di Pasar Tradisional Solo, 2 Pedagang Pasar Burung Reaktif

"Total ada 296 orang jalani rapid test massal di pasar tradisional dan pasar modern di Solo Jumat kemarin. Rapid test secara acak itu ditemukan dua pedagang diyatakan reaktif," ujar Ning di Solo, Minggu (24/5).

Kronologi Kajari Jaksel Jamu Dua Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra Versi Kejagung
Indonesia
Kronologi Kajari Jaksel Jamu Dua Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra Versi Kejagung

Para tersangka yang diserah terimakan diberikan jatah makan siang mengingat sudah waktunya makan siang

KPAI: Aparat Garda Terdepan Anak Tidak Dijadikan Martir Orang Dewasa
Indonesia
KPAI: Aparat Garda Terdepan Anak Tidak Dijadikan Martir Orang Dewasa

Jasra menghimbau orang tua dan pendamping anak untuk tidak melibatkan anak dalam demonstrasi

  Ketua DPRD Kaget Masih Ada SKPD Pemprov DKI Anggarkan Lahan Bukan untuk Corona
Indonesia
Ketua DPRD Kaget Masih Ada SKPD Pemprov DKI Anggarkan Lahan Bukan untuk Corona

"Karena bukan apa-apa, kita semua di DPRD telah mengalihkan seluruh anggaran kegiatan AKD untuk penanganan dan pemulihan corona. Kok ini malah belanja-belanja seperti itu," tutupnya.

Polwan Berikan Trauma Healing untuk Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air
Indonesia
Polwan Berikan Trauma Healing untuk Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air

Polresta Bandara Soekarno-Hatta melakukan trauma healing kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

ICW Minta Budi Gunawan Dicopot, Pengamat: Salah Alamat
Indonesia
ICW Minta Budi Gunawan Dicopot, Pengamat: Salah Alamat

BIN bukan Lembaga penegak hukum sehingga tidak tepat ICW menuntut pertanggungjawaban BIN dalam kasus buronan korupsi tersebut.

Kelab Malam Hingga Griya Pijat Belum Dapat 'Lampu Hijau' Beroperasi, Ini Alasannya
Indonesia
Kelab Malam Hingga Griya Pijat Belum Dapat 'Lampu Hijau' Beroperasi, Ini Alasannya

Provinsi DKI Jakarta memasuki masa PSBB mulai 10 April. Sejak itu, PSBB diperpanjang hingga tiga kali. Jakarta memulai PSBB transisi fase I pada 5 Juni dan diperpanjang sampai lima kali

 MA Vonis Lepas Eks Bos Pertamina Karen Agustiawan
Indonesia
MA Vonis Lepas Eks Bos Pertamina Karen Agustiawan

Terpisah, kuasa hukum Karen, Soesilo Ariwibowo membenarkan bahwa kliennya divonis lepas. Namun, hingga kini tim kuasa hukum masih menunggu petikan putusan dari MA.

Cegah Tersangka dan Terdakwa Terinfeksi Corona, Peradi Minta Penahanan Ditangguhkan
Indonesia
Cegah Tersangka dan Terdakwa Terinfeksi Corona, Peradi Minta Penahanan Ditangguhkan

Ketua Umum PERADI Luhut Pangaribuan mengatakan, salah satu kelompok warga sangat rentan untuk terpapar virus COVID- 19 adalah tersangka, terdakwa dan warga binaan yang sedang ditahan.

Sejumlah Tanah Milik KAI Daop 6 di Sukoharjo Dijual Ratusan Juta Lewat Medsos
Indonesia
Sejumlah Tanah Milik KAI Daop 6 di Sukoharjo Dijual Ratusan Juta Lewat Medsos

Sejumlah tanah milik PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta, ditawarkan untuk dijual melalui iklan di media sosial (medos) hingga viral.