Ini Kata Wagub DKI Terkait Kritik Pembangungan Rumah Panggung Warga Dokumentasi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menanggapi kritik terkait pembangunan rumah panggung sebanyak 40 unit di daerah Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Dia mengatkan, pihaknya terbuka dengan semua masukan.

Kritikan tersebut datang dari beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta yang menilai proyek yang menggunakan pembiayaan seluruhnya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merupakan hal yang tidak efektif menghadapi banjir dan bisa menimbulkan kecemburuan sosial.

"Itu kan untuk menghindari banjir. Kita lihat itu kan pendapat setiap pribadi anggota dewan para pengamat, para ahil, setiap warga boleh memberikan pendapat. Silakan nanti kita diskusi terkait konsep penanganan banjir upamanya di Kebon Pala, Condet, Kalibata, kami sangat terbuka dengan masukan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/4) malam.

Baca Juga:

Wagub DKI Akui Masih Banyak Lansia Takut Divaksin COVID-19

Pada prinsipnya, lanjut Riza, semua yang mereka putuskan bukanlah keputusan sepihak dari Pemprov DKI atau hanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kita semua mendengarkan semua pihak dan para ahli. Dan kami diskusikan dengan DPRD, tidak ada keputusan sepihak, semua bersama DPRD," tutur Riza, seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebutkan, ada potensi kecemburuan sosial dalam program pembangunan rumah panggung di RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Jakarta Timur demi mencegah banjir.

Dia menilai, program yang dijanjikan Pemprov DKI dengan disebut merupakan kolaborasi dengan Baznas Bazis DKI dan Karya Bakti TNI itu akan memicu kecemburuan di kawasan rawan banjir lainnya.

"Sudah pasti akan menimbulkan kecemburuan sosial, misalnya orang Cikoko di daerah Jakarta Selatan bisa saja bilang, 'Memang yang banjir cuman Kampung Melayu doang, Pak?'," kata Gembong saat dihubungi melalui telepon, Senin (5/4).

Warga korban banjir di Kampung Melayu menerima bantuan renovasi hunian, Jakarta, Senin (5/4/2021). ANTARA/Yogi Rachman
Warga korban banjir di Kampung Melayu menerima bantuan renovasi hunian, Jakarta, Senin (5/4/2021). ANTARA/Yogi Rachman

Gembong mengatakan, program penanganan banjir seharusnya tidak seperti yang dilakukan Pemprov DKI di Kampung Melayu dengan meninggikan rumah warga. Menurut dia, program tersebut sangat tidak elok jika dikatakan sebagai solusi untuk penanganan banjir di DKI Jakarta.

"Enggak bisa mengatasi banjir sepotong-sepotong, enggak bisa sesuai selera. Normalisasi, tidak ada cara lain, kalau daerah banjir tidak ada cara lain selain normalisasi," kata Gembong.

Disebutkan bahwa, pembangunan 40 rumah panggung yang kaki-kakinya setinggi 3,5 meter di Kampung Melayu itu dimaksudkan agar tidak ada lagi perabotan rumah warga yang terendam saat banjir.

Baca Juga:

Pusat Izinkan Salat Tarawih di Masjid, Wagub DKI: Tolong Perhatikan Prokes

Pembangunan 40 rumah di RT 13, RT 11, RT 5 dan RT 6 di RW 04 Kampung Melayu, Jakarta Timur tersebut yang nilainya Rp78 juta per rumah, seluruhnya menggunakan dana dari Baznas dan tidak menggunakan anggaran dari APBD DKI Jakarta.

Rumah panggung tersebut nantinya akan memiliki tiga lantai, dengan lantai pertama dimanfaatkan untuk tempat produksi UMKM warga seperti kue kering yang menjadi ciri khas UMKM di Kampung Melayu. Sedangkan lantai 2-3 dijadikan tempat aktivitas rumah tangga untuk warga. (*)

Baca Juga:

Wagub DKI Belum Mau Laporkan Blessmiyanda ke Polisi Terkait Kasus Pelecehan Seksual

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Ini Video Detik-detik Enam Anggota FPI Ditembak Mati Aparat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ini Video Detik-detik Enam Anggota FPI Ditembak Mati Aparat

Akun FB Ahmad Tsauri mengunggah sebuah foto yang menyatakan bahwa itu potongan video penembakan anggota FPI oleh aparat kepolisian.

Jokowi Marah Ancam Reshuffle Dianggap Refleksi Kecewa ke Diri Sendiri
Indonesia
Jokowi Marah Ancam Reshuffle Dianggap Refleksi Kecewa ke Diri Sendiri

Para menteri yang Jokowi tunjuk sendiri gagal dalam menangani krisis akibat pandemi COVID-19.

Ini Penyebab Tewasnya Lima ABK di Ruang Pendingin Kapal Kepulauan Seribu
Indonesia
Ini Penyebab Tewasnya Lima ABK di Ruang Pendingin Kapal Kepulauan Seribu

Penemuan lima mayat tersebut berawal saat polisi melakukan kegiatan patroli operasi yustisi.

KPK Sita Dokumen Suap Izin Ekspor Benur dari Rumah Dinas Istri Menteri Edhy
Indonesia
KPK Sita Dokumen Suap Izin Ekspor Benur dari Rumah Dinas Istri Menteri Edhy

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 7 tersangka

Update COVID-19 Senin (5/10) 303.498 Positif, 232.593 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Senin (5/10) 303.498 Positif, 232.593 Sembuh

Per Senin (5/10) kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 307.120 orang.

Menang Mutlak di Pilkada 2020, PDIP Apresiasi Kader Jateng dan DIY
Indonesia
Menang Mutlak di Pilkada 2020, PDIP Apresiasi Kader Jateng dan DIY

"Sehingga kemenangan di Jateng dan Yogyakarta adalah kemenangan rakyat Marhaen, meneguhkan sebagai kandang banteng," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Pengamat: Tim Pemburu Koruptor Belum Perlu Diaktifkan Buru Djoko Tjandra
Indonesia
Pengamat: Tim Pemburu Koruptor Belum Perlu Diaktifkan Buru Djoko Tjandra

Lebih baik merancang hukuman mati bagi koruptor di atas 1 miliar dan 500 juta

TPU Srengseng Sawah Sudah Dipakai Kuburkan Jenazah COVID-19
Indonesia
TPU Srengseng Sawah Sudah Dipakai Kuburkan Jenazah COVID-19

TPU Srengseng Sawah yang berlokasi di Jakarta Selatan sudah digunakan untuk menguburkan jenazah pasien COVID-19.

230.795 Warga DKI Jalani Rapid Test, 8.074 Orang Reaktif COVID-19
Indonesia
230.795 Warga DKI Jalani Rapid Test, 8.074 Orang Reaktif COVID-19

Dengan persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen.

Transjakarta Siapkan Wifi Gratis di 12 Halte Koridor
Indonesia
Transjakarta Siapkan Wifi Gratis di 12 Halte Koridor

Sementara pada koridor 13, akan segera disiapkan fiber optic-nya