Ini Kata Puti Hingga Whisnu Dalam Konsolidasi Pemenangan Eri-Armudji Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memimpin rapat konsolidasi pemenangan pasangan nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armudji. Foto: Humas PDIP

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto memimpin rapat konsolidasi pemenangan pasangan nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armudji. Sejumlah tokoh menunjukkan soliditas dukungan dan kerja door to door, yakni Puti Guntur Soekarno; Bambang DH, hingga Whisnu Sakti Buana.

Rapat konsolidasi itu dihadiri oleh seluruh pengurus cabang hingga anak cabang PDIP Surabaya, digelar secara tertutup di Hotel Grand Mercure, Surabaya, Minggu (15/11) pagi hingga siang hari.

"Luar biasa militansi yang ditampilkan semuanya. Mbak Puti, Mas Bambang DH, hingga Mas Whisnu," kata Hasto dalam konferensi pers di hadapan wartawan usai penutupan acara.

Baca Juga

14 DPC NasDem Membelot Dukung Eri Cahyadi-Armuji

Puti Guntur Soekarno mengatakan bahwa semua kader PDIP di Surabaya solid bergerak memenangkan pasangan nomor urut 1 Eri-Armudji. Sebab Surabaya adalah kota perjuangan dan kota sejarah, dimana Bung Karno, Proklamator RI dilahirkan.

"Kita ambil semangat perjuangan beliau. Bahwa kita bekerja, berjuang, bergerak, berdasarkan satu perjuangan bersama," kata Puti.

"Sebagai kader, kita diajarkan, perjuangan kita adalah perjuangan untuk Wong Cilik. Ini catatan untuk kita bersama. Saya berharap perjuangan ini, harus kita lakukan bersama, demi kemenangan pasangan Eri-Armudji, perjuangan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," tegasnya.

Sementara Bambang DH menegaskan tak ada kemenangan yang bisa dicapai dengan mudah. Semuanya harus diperoleh dengan kerja keras dan keikhlasan.

"Saya dorong semuanya bekerja keras, bekerja cerdas, kerja ikhlas. Saya yakin struktural partai akan lebih masif gerakannya untuk terus memotivasi sehingga bertempur tak mengenal lelah," tambah anggota DPR RI itu.

Whisnu Sakti Buana, Wakil Ketua DPC PDIP Jawa Timur, mengatakan bahwa sebagai kader partai, dirinya akan tetap tegak lurus mengamankan serta melaksanakan perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Yakni memenangkan pasangan Eri-Armudji di Pilwalkot Surabaya.

"Saya akan tetap tegak lurus mengamankan dan melaksanakan perintah ibu ketua umum, bersama teman PAC dan ranting akan bergerak masif melakukan door to door," kata Whisnu.

Diapun memotivasi agar para kader partai di tingkat bawah memiliki semangat juang yang tak mudah kendur memenangkan Eri-Armudji.

"Saya ingatkan para PAC, sekalipun tombak menancap di kaki, jangan pernah berteriak itu sakit, walau itu sakit," kata Whisnu. Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa seluruh jajaran PDIP kompak bergerak memenangkan Eri-Armudji.

Baca Juga

Risma Jadi Pendulang Suara Bagi Eri-Armuji

"Seluruh kader partai siap bergerak. Dengan seluruh keyakinan dan sejarah, kami yakini masyarakat Surabaya adalah masyarakat yang memiliki jiwa kebangsaan kuat, punya spiritualitas, punya daya juang. Sehingga money politic dapat diatasi dengan semangat juang itu. itulah semangat yang kami tunjukkan lewat rapat koordinasi ini," pungkas Hasto. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tim Gabungan Turunkan Papan Nama Kantor DPW FPI Surakarta
Indonesia
Tim Gabungan Turunkan Papan Nama Kantor DPW FPI Surakarta

Tim gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan pembersihan sejumlah atribut berbau Front Pembela Islam di Kabupaten Sukoharjo.

PAN Ingin Sanksi Pidana Iklan Minuman Keras Diatur di RUU Cipta Kerja
Indonesia
PAN Ingin Sanksi Pidana Iklan Minuman Keras Diatur di RUU Cipta Kerja

Miras memberikan banyak dampak buruk sehingga proteksi maksimal harus dilakukan agar anak muda terhindar dari miras.

Indonesia Butuh Petani Milenial
Indonesia
Indonesia Butuh Petani Milenial

"Perlu dilakukan upaya menarik minat kaum milenial agar tertarik terjun ke pertanian," kata Anggota Komisi IV DPR Hermanto.

Dewas KPK tak Tahu Ada Usulan Pembelian Mobil Dinas
Indonesia
Dewas KPK tak Tahu Ada Usulan Pembelian Mobil Dinas

"Dewas sama sekali tidak tahu adanya usulan pembelian mobil dinas untuk pimpinan dan dewas tahun anggaran 2021," kata Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris

Fee Bansos Rp2 Miliar Diduga Mengalir ke Ketua DPC PDIP Kendal
Indonesia
Fee Bansos Rp2 Miliar Diduga Mengalir ke Ketua DPC PDIP Kendal

Uang senilai Rp2 miliar terkait fee pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek diduga mengalir ke Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal Ahmad Suyuti.

Telkom Dinilai Gagal Lakukan Mitigasi Teknis PPDB Jakarta
Indonesia
Telkom Dinilai Gagal Lakukan Mitigasi Teknis PPDB Jakarta

Simulasi dan ujicoba telah dilakukan oleh Telkom sejak 1 bulan sebelum penyelenggaraan PPDB sampai Kamis tanggal 3 Juni 2021 lalu.

Korban Meninggal Terpapar COVID-19 di Klaten Pecahkan Rekor, Pemakaman Butuh 2 Hari
Indonesia
Korban Meninggal Terpapar COVID-19 di Klaten Pecahkan Rekor, Pemakaman Butuh 2 Hari

Petugas baru bisa menyelesaikan pemakaman 30 jenazah Corona yang tiba Sabtu dini hari. Jumlah itu tidak hanya datang dari Klaten saja, tetapi ada warga Klaten yang berada di luar kota.

Dituduh Genosida Pada Uighur, Tiongkok Jatuhkan Sanksi Pada Pejabat Era Trump
Dunia
Dituduh Genosida Pada Uighur, Tiongkok Jatuhkan Sanksi Pada Pejabat Era Trump

Pompeo dan yang lain dinilai telah merencanakan, mempromosikan dan melaksanakan serangkaian langkah gila, dengan mencampuri urusan dalam negeri China.

Penyerahan Penembak Laskar FPI ke Kejaksaan Tertunda, Ada Apa?
Indonesia
Penyerahan Penembak Laskar FPI ke Kejaksaan Tertunda, Ada Apa?

Untuk pelimpahan tahap dua menunggu salah satu tersangka itu negatif

PSI Gulirkan Hak Interpelasi, NasDem DKI: Bukan Anies yang Salah Tapi Rizieq Shihab
Indonesia
PSI Gulirkan Hak Interpelasi, NasDem DKI: Bukan Anies yang Salah Tapi Rizieq Shihab

Menurut dia, yang menjadi persoalan dalam kasus ini ialah Rizieq Shihab yang sudah mengundang kerumunan dengan menggelar kegiatan tersebut.