Ini Kata Polisi Soal Penahanan Ibu-ibu Pelempar Gudang Rokok di Lombok Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah). (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Penahanan atas kasus pelemparan gudang rokok yang dilakukan 4 ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menuai polemik.

Banyak pihak yang menyayangkan penahanan yang dilakukan terhadap 4 IRT tersebut. Bahkan, dua balita ikut ditahan lantaran masih membutuhkan ASI oleh ibunya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihak Polri melalui Kapolres Lombok Tengah telah melakukan upaya mediasi sebanyak 9 kali. Namun, mediasi tersebut tidak berhasil.

Baca Juga:

Bangun Citra, Polisi Latih 530 Personil Komunikasi Publik

"Telah dilakukan mediasi sebanyak 9 kali oleh Kapolres Lombok Tengah namun tidak berhasil," kata Argo di Jakarta, Selasa (23/2).

Menurut Argo, berkas perkara kasus tersebut sudah lengkap atau P21 tanggal 3 Februari 2021.

Kemudian tanggal 16 Februari 2021 dilakukan tahap 2 penyerahan tersangka dan barang bukti diserahkan ke kejaksaan.

"Selama proses penyidikan para tersangka tidak ditahan," ungkap Argo.

Argo mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kajari dan Ketua PN Lombok Tengah untuk melakukan sidang secara virtual dan kelanjutan vonis sidang ke depan.

Terkait kronologis peristiwa ini, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menjelaskan, pada 1 Agustus 2020, diperoleh informasi adanya penolakan Warga Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng terkait penolakan beroperasinya UD Mawar Putra karena dianggap aroma bahan kimia yang digunakan sangat menyengat. Sehingga berpotensi menimbulkan sesak nafas, batuk dan penyakit lainnya yang membahayakan kesehatan warga.

Tanggal Agustus 2020 Pukul 09.00 WITA, telah berlangsung mediasi antara warga Dusun Eyat Nyiur dengan pimpinan UD Mawar Putra atas nama Suardi.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pihak UD Mawar Putra bersedia mengobati warga yang diduga sakit akibat bau zat kimia tersebut.

Kemudian, tanggal 10 Agustus 2020, pihak UD Mawar Putra membuat surat pengaduan ke Polsek Kopang tentang dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan yaitu dilemparinya atap rumah pimpinan UD Mawar Putra Suardi oleh Rahmatullah.

Dengan adanya surat pengaduan tersebut, surat pernyataan perdamaian yang sudah disepakati dibatalkan.

Pada tanggal 8 September 2020 Pukul 09.00 WITA, telah berlangsung hearing di kantor DPRD Kabupaten Loteng.

Warga meminta agar UD Mawar Putra ditutup karena menyebabkan polusi udara dan terganggunya kesehatan warga Dusun Eyat Nyiur.

Selanjutnya, pada 10 September 2020, pukul 10.00 WITA, telah dilakukan hearing lanjutan di kantor DPRD Kabupaten Loteng membahas legalitas/izin yang dimiliki oleh UD Mawar Putra.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono. (Foto: Antara)
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono. (Foto: Antara)

Selanjutnya, pihak DPRD Kabupaten Loteng, LSM Lira, dan Kades Wajageseng turun melakukan pengecekan ke lokasi UD Mawar Putra, namun tidak ditemukan aktivitas produksi rokok serta bau/aroma yang mengganggu.

Pada tanggal 16 September 2020, pukul 14.00 WITA, telah beredar video dari salah seorang warga Dusun Eyat Nyiur atas nama Nurul hidayah melalui saluran Youtube dan Facebook berisikan permintaan tolong kepada Presiden RI agar perusahaan UD Mawar Putra segera ditutup karena mengancam kesehatan warga.

"30 September 2020, pukul 10.00 WITA, telah berlangsung pertemuan antara Komisi II DPRD Kabupaten Loteng, Camat Kopang dan Kades Wajageseng guna membahas permasalahan yang terjadi. Komisi II DPRD Kabupaten Loteng meminta untuk segera dilakukan mediasi kembali," ujarnya.

Pada tanggal 7 Oktober 2020. pukul 11.00 WITA, dilakukan audiensi dari LSM Lira dengan Pemerintah Desa Wajageseng agar perusahaan UD Mawar Putra dipindahkan ke lokasi yang jauh dari pemukiman warga.

Kemudian tanggal 8 Oktober 2020, LSM Lira dan Warga Desa Wajageseng meminta kades untuk menutup/memindahkan lokasi UD. Mawar Putra dan apabila tidak dipenuhi akan diadakan aksi unras.

11 Oktober 2020 Pukul 17.25 WITA, telah dilaksanakan mediasi di Polsek Kopang dan tidak menghasilkan kesepakatan.

"Dan selanjutnya tokoh masyarakat atas nama Dilman berkunjung ke Polsek Kopang dan menyampaikan bahwa warga Desa Wajageseng bersedia menghentikan permasalahan tersebut apabila Suardi mencabut laporannya," ucapnya.

Baca Jgua:

Polisi Perpanjang Masa Penahanan Pendiri Pasar Muamalah Depok

Proses mediasi pun dilakukan kembali di tingkat polres.

Namun lagi-lagi tidak menemukan jalan tengah. Adapun total mediasi yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian sebanyak 9 kali.

Usai gagal mediasi, terjadi aksi pelemparan batu terhadap atap gudang UD Mawar Putra, sehingga membuat para pekerja takut dan menghentikan aktivitas pekerjaan. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polres Lombok Tengah.

Pihak Suardi membuat laporan polisi ke Polres Lombok Tengah. Berkas perkara pun saat ini sudah lengkap, namun terhadap terlapor tidak dilakukan penangkapan dan penahanan. (Knu)

Baca Juga:

Jual Senjata ke KKB, Oknum Anggota Polisi Segera Diseret ke Pengadilan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPDB DKI Tuai Polemik, DPRD DKI Usul Bentuk Pansus
Indonesia
PPDB DKI Tuai Polemik, DPRD DKI Usul Bentuk Pansus

Bahkan, kata Baco, Pemprov DKI hingga kini belum menemukan solusi polemik PPDB ini.

Anies Minta Para Penerima BST Bijak Gunakan Uangnya
Indonesia
Anies Minta Para Penerima BST Bijak Gunakan Uangnya

Besaran BST DKI adalah Rp300 ribu per bulan

Lakalantas Turun 10,06 persen di Minggu ke-31 2020, Paling Tinggi di Jatim
Indonesia
Lakalantas Turun 10,06 persen di Minggu ke-31 2020, Paling Tinggi di Jatim

Sementara pada minggu ke-31, jumlah kecelakaan sebanyak 974 kejadian

Anggaran Sudah Siap, DPRD Minta Anies Buka Lahan Baru Makam COVID-19
Indonesia
Anggaran Sudah Siap, DPRD Minta Anies Buka Lahan Baru Makam COVID-19

Liang lahat pemakaman jenazah protap COVID-19 di Jakarta kian penuh.

PA 212 Ogah Usung Prabowo di Pilpres 2024, Gerindra Solo Tidak Khawatir
Indonesia
PA 212 Ogah Usung Prabowo di Pilpres 2024, Gerindra Solo Tidak Khawatir

Ardianto mengungkapkan Gerindra merupakan partai nasionalis yang sudah berpengalaman dalam mengikuti pertarungan di Pilpres dan Pileg

PSI Kehilangan 6 Hak Suara Saat Pemilihan Wagub DKI, Kok Bisa?
Indonesia
PSI Kehilangan 6 Hak Suara Saat Pemilihan Wagub DKI, Kok Bisa?

Justin menerangkan, dirinya tidak bisa masuk karena diklaim telat melebihi pukul 10.00 WIB.

Cerita Seskab Pramono Anung Temani Jokowi yang Tengah Berduka
Indonesia
Cerita Seskab Pramono Anung Temani Jokowi yang Tengah Berduka

“Semalam Mensesneg dan saya mendampingi Bapak Presiden sampai jam 23.00 wib,” kata Pramono

Pimpinan KPK Bergiliran Kerja di Kantor
Indonesia
Pimpinan KPK Bergiliran Kerja di Kantor

Nawawi memastikan pihaknya secara berkala melakukan evaluasi terhadap sistem kerja di KPK

Miris, Jasad Korban COVID-19 Penuhi Jalanan Negara Khatulistiwa Ini
Dunia
Miris, Jasad Korban COVID-19 Penuhi Jalanan Negara Khatulistiwa Ini

Wakil Presiden Ekuador Otto Sonnenholzner telah meminta maaf adanya jasad korban COVID-19 berserakan di jalan.

Legislator PDIP Protes Kota Tegal di-Lockdown
Indonesia
Legislator PDIP Protes Kota Tegal di-Lockdown

"Jangan menentang pemerintah pusat. Ada konstitusi yang mengatur semuanya dan percayalah pemerintah pusat akan melakukan yang terbaik untuk seluruh wilayah," ujarnya