Ini Kata Mabes Polri Terkait Paguyuban Tunggal Rahayu di Garut Lembaran buku bersampul burung garuda yang menghadap ke arah depan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (8/9/2020). (ANTARA/Feri Purnama)

MerahPutih.com - Mabes Polri angkat bicara perihal kehebohan paguyuban di Garut, Jawa Barat, yang mengubah lambang Pancasila. Mabes Polri menyebut pihaknya kini sedang mengusut kasus tersebut.

"Terkait pemberitaan tersebut, Ditreskrimum Polda Jawa Barat saat ini sedang melaksanakan penyelidikan terhadap Paguyuban Tunggal Rahayu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (9/9).

Baca Juga:

Nyaris 70 Petahana Langgar Protokol Kesehatan, Ini Sikap Kemendagri

Penyelidikan tersebut dengan mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan peristiwa pidana yang dilakukan oleh para pendiri dan pengurus Paguyuban Tunggal Rahayu.

"Nanti akan ditelusuri siapa pendirinya dan kenapa mereka berbuat seperti itu," kata dia.

Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)
Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Sekadar informasi, sebuah paguyuban di Kabupaten Garut, Jawa Barat telah mengubah bentuk burung Garuda Pancasila dan mengganti kalimat Bhinekka Tunggal Ika. Paguyuban itu bernama Paguyuban Tunggal Rahayu.

Baca Juga:

Sederet Kegiatan HUT Partai Demokrat di Tengah Pandemi

Dalam foto yang beredar secara daring, mereka mengubah bentuk burung garuda yang tertera pada lambang Pancasila. Perbedaan terlihat dari bentuk kepala burung.

Di lambang Pancasila yang asli, kepala burung mengarah ke kanan. Sedangkan, pada lambang Pancasila yang dibuat kelompok, kepala garuda terlihat menghadap ke depan.

Selain mengubah lambang Pancasila, kelompok ini juga diketahui mengubah semboyan Bhineka Tunggal Ika. Mereka mengubahnya menjadi Bhineka Tunggal Ika Soenata Logawa. (Knu)

Baca Juga:

Pilkada Serentak 2020, Polda Jateng Prioritaskan Pengamanan Solo dan Semarang


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH