Ini Kata BMKG Soal Fenomena Hujan Es saat Pancaroba Ilustrasi - Butiran hujan es di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali, Jumat (26/2/2021). ANTARA/HO-BPBD Bangli. (ANTARA/Ayu Khania Pranisitha)

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hujan es yang melanda wilayah Yogyakarta dan Kalimantan fenomena wajar saat pancaroba.

"Tercatat hujan es di Yogyakarta ini hal yang biasa, di mana fenomena terjadi pada saat musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau ataupun dari musim kemarau ke musim hujan," ujar Kasubid Prediksi Cuaca BMKG Muhammad Fadli saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (4/3).

BMKG menerangkan, hujan es merupakan presipitasi (fenomena atmosfer) yang terdiri atas bola-bola es. Salah satu proses pembentukan hujan es melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku.

Baca Juga:

BMKG: Jawa Barat dan Jawa Tengah Berpotensi Banjir Bandang

Hujan es terjadi jika terdapat awan Cumulonimbus yang menjulang tinggi. Saat udara hangat, lembab, dan labil terjadi di permukaan Bumi maka pengaruh pemanasan Bumi yang intensif akibat radiasi Matahari akan mengangkat massa udara tersebut ke atas ata atmosfer dan mengalami pendinginan.

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Proses itu bisa sampai terjadi Freezing Level yang kemudian membentuk kristal-kristal es dengan ukuran yang cukup besar. Karena adanya gaya potensial kristal es ini jatuh dan bergesekan, bertumbukan dengan materi di bawahnya sehingga mencair dan menjadi tetes hujan.

Baca Juga:

BMKG Minta Malam Ini Warga Jakarta dan Sekitarnya Waspada

Ketika ada butiran es yang sampai di bawah menandakan bahwa saat jatuh butiran itu tak mengalami atau sedikit bergesekan dengan materi di bawahnya akibat tersapu angin kencang di atasnya.

"Biasanya hujan es ini terjadi siang atau hingga sore dengan durasi singkat lima sampai 15 menit," kata dia, dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penyaluran Subsidi Upah COVID-19 Termin Kedua Belum 100 Persen
Indonesia
Penyaluran Subsidi Upah COVID-19 Termin Kedua Belum 100 Persen

Penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) termin kedua untuk November-Desember 2020 mencapai 89,02 persen dari target 12,4 juta penerima.

Nadiem Tegaskan PTM Dibuka Tergantung Level PPKM, Bukan Vaksinasi
Indonesia
Nadiem Tegaskan PTM Dibuka Tergantung Level PPKM, Bukan Vaksinasi

Vaksinasi guru jadi kewajiban untuk tatap muka

BMKG: Siklon Tropis Seroja Diprediksi Meningkat 24 Jam ke Depan
Indonesia
BMKG: Siklon Tropis Seroja Diprediksi Meningkat 24 Jam ke Depan

BMKG kembali merilis informasi terkait siklon tropis seroja yang diprediksi mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam ke depan.

KPK Minta Jajaran Pemda di Sulsel Komitmen Berantas Korupsi
Indonesia
KPK Minta Jajaran Pemda di Sulsel Komitmen Berantas Korupsi

“Terapkan langkah-langkah pencegahan korupsi dalam tata kelola pemerintahan secara serius,” kata Lili dalam Rapat Koordinasi dan Supervisi Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (16/3).

Pendukung Rizieq Diminta Tak Datang ke Bandara, Tunggu Saja di Petamburan
Indonesia
Bulan Maret 2021, Rp182 Triliun Duit Pemda Mengendap di Bank
Indonesia
Bulan Maret 2021, Rp182 Triliun Duit Pemda Mengendap di Bank

"Jadi transfer dari pusat ke daerah itu tidak dibelanjakan, tapi ditaruh di bank. Ini yang menyebabkan nanti mengerem laju pertumbuhan ekonomi," tegas Jokowi.

BMKG: Hujan Lebat Diprakirakan Terjadi di Beberapa Wilayah Indonesia
Indonesia
BMKG: Hujan Lebat Diprakirakan Terjadi di Beberapa Wilayah Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia, pada Senin.

Hilangkan Tes Keperawanan Calon Kowad, TNI AD Aspiratif Terhadap Perspektif Gender
Indonesia
Sekjen Kemensos Akui Vendor Bansos Setor Uang Operasional
Indonesia
Sekjen Kemensos Akui Vendor Bansos Setor Uang Operasional

Hal ini disampaikan Hartono saat menjadi saksi

Anies Tunggu Keputusan Pusat Soal Nasib PPKM Darurat
Indonesia
Anies Tunggu Keputusan Pusat Soal Nasib PPKM Darurat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait penanganan COVID-19.