Ini Kata Anies Soal 2,7 Juta Warga DKI Belum Divaksin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan mobil vaksin keliling di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/7/2021). (ANTARA/HO-Humas Pemprov DKI Jakarta)

MerahPutih.com - Pemprov DKI menyebut, masih terdapat 2,7 juta warga ber KTP Jakarta yang belum mengikuti vaksinasi. Namun, capaian vaksinasi di ibu kota saat ini sudah di atas target yakni sebesar 119 persen.

"Vaksinasi ini memang perlu kampanye ekstra karena sekarang di Jakarta ini yang tersisa harus divaksin masih ada 2,7 juta orang, yang belum berinisiatif untuk datang sendiri," ucap Gubernur Anies Baswedan saat meninjau kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan BPP HIPMI di Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (3/9).

Anies menjelaskan, dari jumlah tersebut, umumnya merupakan penduduk yang memiliki sosial ekonomi lemah, sehingga tidak sempat vaksinasi karena harus mencukupi kebutuhan hidupnya akibat banyak faktor. Misalnya faktor preferensi sebab belum yakin dan belum merasa aman. Selain itu, terkendala kegiatan kesehariannya yang membuat mereka tidak mungkin meninggalkan tempat bekerja sehari-hari.

Baca Juga:

Respons Santai Wagub DKI soal Karangan Bunga Dukung Interpelasi Anies

Dengan begitu, orang nomor satu di Jakarta ini berharap, sebanyak 2,7 juta orang ini bisa terus sedikit demi sedikit bisa dituntaskan.

"Pesan saya sederhana, vaksinasi tidak menghindarkan dari penularan tapi vaksinasi insyaallah menghindarkan dari keparahan. Jadi, saya rasa pesan ini harus terus kita gaungkan," paparnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan proses vaksinasi COVID-19 kepada warga saat melakukan inspeksi ke Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (19/6/2021). Pemprov DKI Jakarta menargetkan dapat melayani 100 ribu vaksinasi COVID-19 per hari sebagai upaya mengendalikan penyakit dari virus SARS CoV-2. ANTARA/HO-Dadang W*/aa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan proses vaksinasi COVID-19 kepada warga saat melakukan inspeksi ke Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (19/6/2021). Pemprov DKI Jakarta menargetkan dapat melayani 100 ribu vaksinasi COVID-19 per hari sebagai upaya mengendalikan penyakit dari virus SARS CoV-2. ANTARA/HO-Dadang W*/aa

Lebih lanjut, Anies mengklaim, kodisi pandemi COVID-19 di Jakarta sudah makin terkendali. Pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit COVID-19 atau tempat isolasi terkendali telah menurun drastis.

Baca Juga:

Anies Sebut Penurunan Permukaan Tanah di Jakarta Berkurang, Tersisa Lima Titik

Capaian kondisi COVID-19 yang membaik ini berkat kerja keras semua pihak. Ada pihak yang bekerja di dalam menangani pengendalian penduduk dan pihak yang mengendalikan aspek vaksinasi.

"Mudah-mudahan kita segera bisa melewati masa ini dan perekonomian segera bergerak. Ini krisis ekonomi yang unik karena biasanya krisis ekonomi itu salah hitung, kalau ini tidak ada perhitungan yang salah, ini mendadak kita tidak boleh interaksi," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Kukuhkan Panitia Dana PMI, Anies Targetkan Donasi Rp 25 Miliar Tahun 2021

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komnas HAM Tanggapi Kebijakan Panglima TNI Terkait Keturunan PKI
Indonesia
Komnas HAM Tanggapi Kebijakan Panglima TNI Terkait Keturunan PKI

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, lembaga-lembaga pemerintahan lain bisa mencontoh kebijakan Jenderal Andika. Pasalnya negara harus memberikan kesetaraan bagi semua warganya tanpa terkecuali.

Tujuh Kapolda Baru Bakal Dilantik Jelang Pergantian Tahun
Indonesia
Tujuh Kapolda Baru Bakal Dilantik Jelang Pergantian Tahun

Kapolda Maluku Refdi Andri dimutasi sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun

Hadapi Pemilu 2024, Calon Anggota KPU Afifuddin Tekankan Inovasi dan Kolaborasi
Indonesia
Hadapi Pemilu 2024, Calon Anggota KPU Afifuddin Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Dalam momen itu, calon anggota KPU Mochamad Afifuddin, menyebut dirinya lebih menekankan pada inovasi dan kolaborasi.

Lokasi Vaksinasi Keliling di DKI Jakarta, Rabu (28/7)
Indonesia
Lokasi Vaksinasi Keliling di DKI Jakarta, Rabu (28/7)

Langkah ini sebagai upaya pemerintah menangani COVID-19

Pola Kenaikan Kasus Konfirmasi COVID-19 Terlihat Dalam 20 Sampai 25 Hari Usai Lebaran
Indonesia
Pola Kenaikan Kasus Konfirmasi COVID-19 Terlihat Dalam 20 Sampai 25 Hari Usai Lebaran

Upaya monitoring dilakukan terhadap varian baru yang ada di dunia sebab lonjakan kasus terjadi kalau ada varian baru SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

PSI Tak Benarkan Aksi Rasisme Pemuda yang Sebut Anies 'Orang Yaman'
Indonesia
PSI Tak Benarkan Aksi Rasisme Pemuda yang Sebut Anies 'Orang Yaman'

Beredar video di media sosial seorang pemuda berbaju kuning menyindir baliho bergambar wajah Gubernur Anies Baswedan dengan sebutan "Orang Yaman". Diketahui tindakan tak pantas itu terjadi di daerah Sidoarjo, Jawa Timur. Menyikapi hal tersebut, Ketua DPW PSI Jakarta, Michael Victor Sianipar menyayangkan aksi rasisme yang dapat menimbulkan perpecahan.

Pemilu 2024 Jadi Perhatian Dewan Pers Periode 2022-2025
Indonesia
Pemilu 2024 Jadi Perhatian Dewan Pers Periode 2022-2025

Ketua Dewan Pers periode sebelumnya M Nuh telah menyampaikan tantangan pers ke depan, yakni maraknya hoaks, dan hal itu juga tetap menjadi salah satu perhatian dari Dewan Pers.

Angka Kesembuhan COVID-19 di Indonesia Tembus 55.000 Per Hari
Indonesia
Angka Kesembuhan COVID-19 di Indonesia Tembus 55.000 Per Hari

Kenaikan angka kesembuhan COVID-19 yang tinggi mencapai 55.128 pada Selasa (8/3), dibandingkan dengan 48.800 pada Senin (7/3).

Pengamat: Kepesertaan JKN Jadi Syarat Layanan Polisi Beratkan Masyarakat
Indonesia
Pengamat: Kepesertaan JKN Jadi Syarat Layanan Polisi Beratkan Masyarakat

Inpres yang mewajibkan setiap pemohon SIM dan pengurusan STNK serta SKCK di Polri harus peserta aktif BPJS Kesehatan, potensi memicu kerancuan sekaligus menyulitkan masyarakat

Penjelasan Kemenkeu Terkait Beli Kripto Kena Pajak 0,1 Persen
Indonesia
Penjelasan Kemenkeu Terkait Beli Kripto Kena Pajak 0,1 Persen

"Kripto itu memang kena PPn juga. Karena kripto itu bukan uang ya, BI enggak pernah mengatakan itu alat tukar alat pembayaran. Tetapi kemendag itu komoditas," papar Yoga melalui YouTube, yang dikutip Senin (4/4).