Ini Kabar Perekrutan 57 Mantan Pegawai KPK ke Mabes Polri Penyidik senior KPK Novel Baswedan bersama sejumlah pegawai melaporkan pimpinan lembaga antirasuah tersebut ke Komnas HAM. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

MerahPutih.com - Perekrutan 57 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) dalam Korps Bhayangkara masih dalam proses.

"Masih proses, nanti kalau sudah ada hasilnya akan disampaikan," terang Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/11).

Hingga saat ini, Polri telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam membahas prosedur rekrutmen 57 mantan pegawai KPK.

Baca Juga:

KIP Tolak Gugatan Sengketa Informasi TWK Pegawai KPK

Ramadhan menjelaskan, proses tersebut kini sudah memasuki tahap penempatan di Korps Bhayangkara.

"Sedang proses di Polri, nanti kita sampaikan ya," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bakal merekrut 57 eks pegawai KPK menjadi ASN di Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri.

Tawaran tersebut merupakan solusi dari Sigit atas tidak dilantiknya mereka sebagai ASN KPK.

Baca Juga:

IM57+ Institute Dukung Eks Pegawai KPK Dirikan Parpol Baru

Usulan ini telah disampaikan ke Presiden Joko Widodo dan mendapatkan persetujuan melalui surat balasan oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) pada 27 September 2021.

Adapun sembilan dari 57 mantan pegawai KPK telah bertemu dengan pihak Polri pada Senin (4/10) lalu.

Pertemuan dilakukan dalam rangka membahas perekrutan menjadi ASN Korps Bhayangkara. (Knu)

Baca Juga:

Eks Pegawai KPK Rasamala Aritonang Berencana Dirikan Parpol

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Tunggu Aturan Pemerintah Pusat soal Larangan Mudik
Indonesia
Kemenag Diminta Segera Cairkan Anggaran Rp 500 Miliar untuk Pesantren
Indonesia
Kemenag Diminta Segera Cairkan Anggaran Rp 500 Miliar untuk Pesantren

Kementerian Agama (Kemenag) diminta segera menyelesaikan pemblokiran anggaran bantuan untuk madrasah dan pesantren sebesar Rp 500 miliar.

Indonesia Dinilai Punya Peran Menekan Negara Asia Afrika Bawa Kejahatan Zionis ke PBB
Indonesia
Yorrys Raweyai Berharap Peristiwa Penganiayaan di Merauke Tak Jadi Isu Liar
Indonesia
Yorrys Raweyai Berharap Peristiwa Penganiayaan di Merauke Tak Jadi Isu Liar

Masyarakat perlu menjaga suasana stabilitas dan kondusif

Guru di Bekasi Kena Tipu Oknum Agen Marketplace, Rugi Jutaan Rupiah
Indonesia
Guru di Bekasi Kena Tipu Oknum Agen Marketplace, Rugi Jutaan Rupiah

Salah satunya dialami seorang guru berinisial SI (24) ini. Ia baru saja kehilangan uang Rp 23 juta yang notabene adalah uang pensiun dan tabungan almarhum sang ibunda.

Kader DPR Fraksi PDIP Wajib Bagi Sembako Bergambar Puan, Rudy: Solo Belum Ada Perintah
Indonesia
Kader DPR Fraksi PDIP Wajib Bagi Sembako Bergambar Puan, Rudy: Solo Belum Ada Perintah

DPP PDI Perjuangan menginstruksikan anggota DPR Fraksi PDIP untuk membagi-bagikan sembako di daerah pemilihan masing-masing dengan menggunakan tas bergambar Ketua DPR Puan Maharani di masa reses.

Jadikan Bandung Kota Layak Anak, Kadin Bikin Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak
Indonesia
Jadikan Bandung Kota Layak Anak, Kadin Bikin Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak

Kadin Kota Bandung, sebelumnya telah memiliki program pada permasalahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),

Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Artis Residivis Pemakai Narkoba
Indonesia
Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Artis Residivis Pemakai Narkoba

Polisi menangkap seorang artis sinetron berinisial RR karena tersangkut kasus penyalahgunaan narkotika.

Antisipasi Teror, Polisi Solo Siaga Sampai 17 Mei
Indonesia
Antisipasi Teror, Polisi Solo Siaga Sampai 17 Mei

"Semua personel akan dilengkapi dengan senjata api (senpi) ketika pengamanan Idul Fitri maupun Kenaikan Isa Almasih. Ancaman terorisme masih ada," kata Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak .

Gempa Larantuka, BMKG Masih Berikan Peringatan Dini Tsunami
Indonesia
Gempa Larantuka, BMKG Masih Berikan Peringatan Dini Tsunami

Pemerintah provinsi/kabupaten/kota yang berada pada status "Awas" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi menyeluruh.