Ini Dia Bentuk Replika Jam Dinding Pasar Gede Kirab Jam Pasar Gede di Solo (MP/Win)

Grebeg Sudiro telah berlangsung, Minggu (22/1) lalu, namun ada sejumlah hal yang pantas untuk dibanggakan, yakni terciptanya makna Bhineka Tunggal Ika dalam kirab tersebut.

Pasalnya, kirab yang juga dihadiri secara langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti ini, seolah memadukan dua etnis yang berbeda, yaitu Jawa dan Tionghoa melebur menjadi satu.

Tak lupa dalam Grebeg tersebut, juga menampilkan replika jam dinding Pasar Gede sebagai iconnya. Uniknya, replika tersebut terbuat dari kue keranjang.

Replika Jam Dinding Pasar Gede yang terbuat dari Kue Keranjang Saat diarak pada Grebeg Sudiro. (Mp/Win)
Replika Jam Dinding Pasar Gede yang terbuat dari Kue Keranjang Saat diarak pada Grebeg Sudiro. (Mp/Win)

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti mengapresiasi kegiatan ini. Bahkan, ia menilai seiring berjalannya waktu Grebeg Sudiro harus mampu melahirkan inovasi yang lebih.

"Bagaimanapun juga ini salah satu sarana untuk memperkerat hubungan baik antar sesama agama. Ini harus terus kita jaga, jangan sampai perbedaan menjadi ajang permusuhan," harapnya.

Grebeg Sudiro. (Mp/Win)
Grebeg Sudiro. (Mp/Win)

Selain itu, dalam kirab tersebut sebanyak 4.000 buah kue keranjang dibagikan kepada masyarakat usai kirab berlangsung.

Berita ini berdasarkan laporan Win, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya. Dapatkan informasi lainnya dari Solo dalam artikel: Replika Jam Dinding Pasar Gede Jadi Simbol Grebeg Sudiro.



Selvi Purwanti

LAINNYA DARI MERAH PUTIH