Ini Desakan BNPT kepada Telegram Kepala BNPT Komjen (Pol) Suhardi Alius saat membuka acara Rakernas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Jakarta. (21/2). (Instagram/bnptri)

MerahPutih.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen (Pol) Suhardi Alius mengharapkan otoritas aplikasi Telegram juga memblokir konten terorisme dalam jaringan telepon genggam (mobile) serta memperjelas standard operating procedure (SOP) untuk memutus materi radikalisme di dalamnya.

"Itu yang kita harapkan dari otoritas Telegram, sudah ada pengakuan dari yang bersangkutan pertamanya menolak. Oleh sebab itu kita harap ada SOP, lebih jelasnya kita tanya Kemenkominfo kalau tidak salah besok, harusnya hari ini rilisnya," kata Alius di Kantor BNPT Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/7).

Ia mengatakan, pemblokiran yang dilakukan terhadap aplikasi telegram sudah melalui evaluasi bersama seluruh aparat penegak hukum terkait yang dipimpin oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Hal tersebut karena terbukti banyak digunakan untuk menyebar konten terorisme.

Karena itu, menurutnya, tidak mungkin pemerintah berdiam diri dengan adanya sejumlah materi radikal hingga perakitan alat peledak beredar melalui media sosial terutama telegram yang kini telah ditindak itu. (*)

Sumber: ANTARA


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH