Ini Catatan Komisi X DPR Usai Rapat dengan Anies Soal Revitalisasi TIM Gedung Bioskop XXI di Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat (ANTARA/Shofi Ayudiana)

Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan Komisi X DPR RI terkait pembahasan pembangunan hotel dalam revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan itu, Anies menegaskan pihaknya tidak mengambil keuntungan dalam proyek revitalisasi TIM. Pengerjaan tersebut ditugaskan kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Baca Juga:

Polemik Revitalisasi TIM, Pemprov DKI Bongkar Bangunan yang Sudah Tak Layak

"Tidak untuk mencari keuntungan, berbeda dengan badan usaha milik pemerintah. BUMN sebagai pelaksana konstitusi, di daerah BUMD sebagai pelaksana peraturan daerah, termasuk RPJMD, karena ada di dalam peraturan daerah. Jadi saya sampaikan sebagai awal mengapa kita tugaskan itu," kata Anies di DPR RI, Kamis (27/2).

Tampak atas masterplan revitalisasi Taman Ismail Marzuki. (ANTARA/HO/Jakarta Propertindo)
Tampak atas masterplan revitalisasi Taman Ismail Marzuki. (ANTARA/HO/Jakarta Propertindo)

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda pun mengapresiasi penjelasan yang diutarakan oleh Gubernur Anies, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetymio Edi Marsudi, dan Direktur PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto tentang revitalisasi TIM.

Baca Juga:

Gerindra Sarankan Anies tak Penuhi Panggilan DPR Terkait Revitalisasi TIM

Komisi X pun menyimpulkan beberapa catatan rapat pembahasan revitalisasi TIM hari ini, sebagai berikut:

1. Mendukung upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pemajuan kebudayaan Jakarta untuk dapat menjadi pemain global

2. Sinkronisasi regulasi pengelolaan konten diserahkan ke Dinas Kebudayaan dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan sarana prasarana dikelola oleh PT Jakpro

3. Meminta pengerjaan Proyek revitalisasi TIM yang dikerjakan Pemerintah DKI Jakarta sesuai dengan regulasi, transparan dan tidak berorientasi komersil

4. Meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengerjaan Proyek Revitalisasi TIM tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan, cagar budaya, dan aset lain yang terdapat di area TIM

5. Memastikan bahwa tidak ada pembangunan hotel, tetapi wisma seni untuk memperkuat ekosistem kebudayaan

6. Memperkuat komunikasi dan pelibatan semua pengampu kebudayaan yang selama ini beraktifitas di TIM melalui Dewan Kesenian Jakarta

7. Komisi X DPR akan melakukan kunjungan spesifik di TIM untuk memastikan proses Revitalisasi TIM berjalan sesuai dengan konsep pembangunannya. (Asp)

Baca Juga:

Terkait Revitalisasi TIM, Ketua DPRD DKI Dipanggil Komisi V DPR



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH