Ini Cara Widyawati Melepas Rindu terhadap Almarhum Sophan Sophiaan, Bikin Terharu Widyawati punya cara tersendiri melepas rindu kepada almarhum suami. (foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

KEHILANGAN orang yang dicintai, seperti suami, tentu meninggalkan kesedihan, duka yang mendalam dan rasa kehilangan yang sangat sulit untuk dilupakan. Terlebih banyak kenangan-kenangan manis yang telah dilewati dari sebelum hingga setelah berumah tangga.

Hal itu pulalah yang dirasakan Widyawati. Setelah kepergiaan aktor senior Sophan Sophiaan karena kecelakaan maut di atas moge pada 2008, Widyawati sebagai istri mangaku masih merasa sangat kehilangan. Hal itu ia ungkapkan saat ditemui Merahputih.com di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (14/9).

“Masih banget, karena om itu kan orang yang sangat peduli dengan keluarganya, istri juga anak-anaknya. Jadi kalau kita sakit, pasti dia yang paling panik,” tutur Widyawati.

Satu hal yang cukup membekas di benak Widyawati yaitu ketika masa-masa awal ditinggal pergi untuk selamanya oleh Sophan Sophiaan. Ia mengaku sempat masuk rumah sakit, dan berbohong dengan mengatakan tak terjadi apa-apa.

widyawati
Widyawati kerap mengunjungi makam suami. (foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Dari keterpurukan itu, Widyawati merasakan bahwa ia harus bangkit, terlebih ketika melihat anak-anaknya kerepotan seusai mengurus segala sesuatu setelah meninggalnya Sophan Sophiaan. Akhirnya Widyawati berjuang untuk terus bangkit dan melawan keresahan demi anak-anaknya.

Perlahan tapi pasti, Widyawati tampak semakin tegar menghadapi kenyataan. Ia juga tetap menjalani aktivitas sebagai seorang aktris seperti biasa.

Kendati demikian, di tengah kesibukannya yang cukup padat, ia tak lantas melupakan almarhum suaminya. Widyawati memiliki cara sendiri untuk melepas rada rindu kepada Sophan Sophiaan. “Kadang kalau saya lagi kangen banget, saya bilang ke anak-anak, 'anterin mama ya ke papa'. Sampai sekarang saya masih menyebut anterin mama ke papa, bukan anterin mama ke makam,” ujarnya.

Biasanya Widyawati mengunjungi makam sang suami di Minggu pagi bersama dengan anak-anaknya. Memang tak rutin Widyawati nyekar ke makam Sophan Sophiaan, tapi yang pasti pada hari-hari spesial, seperti hari meninggalnya Sophan Sophiaan, hari ulang tahunnya, dan hari raya, ia pasti mengunjungi makam almarhum suami.

Tak hanya nyekar ke makam sang suami dilakukan Widyawati untuk melepas rindu, ada hal lainnya yang kerap dilakukannya setiap malam. Hal itu ialah doa. “Doa, ya memang setiap malam mendoakan mereka yang sudah enggak ada. Doa itu kan bisa dilakukan di mana saja,” pungkasnya. (Ryn)

Kredit : raden_yusuf


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH