Ini Aturan Baru Masa Berlaku SIM Pemohon SIM menunggu antrean di Gerai SIM Blok M Square, Jakarta Selatan yang kembali dibuka, Senin (15/6/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Masa berlaku SIM sudah tidak berdasarkan tanggal lahir dari pemilik SIM. Kini dilihat dari tanggal pencetakan SIM.

"Untuk masa berlaku SIM saat ini bukan lagi berdasar tanggal lahir akan tetapi berdasarkan tanggal pencetakan SIM," ucap Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi, Rabu (8/7).

Baca Juga:

Polda Metro Belum Terima Laporan Pembakaran Bendera PDIP

Perubahan tersebut disebut sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Tapi, memang masih banyak masyarakat yang tidak menyadari hal tersebut.

"Ketentuan ini berlaku sejak tanggal 7 Oktober 2019 dan berdasarkan ketentuan yang tertera di Perkap (Peraturan Kapolri) Nomor 9 Tahun 2012," katanya.

Petugas mensterilkan tempat kursi pada salah satu ruang tunggu permohonan surat izin mengemudi guna mengantisipasi penyebaran virus corona COVID-19 di Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi (Satpas SIM) Polda Metro Jaya, Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (16/3/2020). (ANTARA/HO/Satpas SIM Polda Metro Jaya)
Petugas mensterilkan tempat kursi pada salah satu ruang tunggu permohonan surat izin mengemudi guna mengantisipasi penyebaran virus corona COVID-19 di Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi (Satpas SIM) Polda Metro Jaya, Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (16/3/2020). (ANTARA/HO/Satpas SIM Polda Metro Jaya)

Keputusan tersebut diperkuat dengan adanya surat telegram rahasia dari Korlantas Polri. Surat telegram itu bernomor ST/2664/X/Yan.1.1./2019.

Baca Juga:

HUT Ke-74 Bhayangkara, INTI dan PTK Indonesia Serahkan 5.000 Sembako ke Polda Metro Jaya

Pasca dikeluarkannya peraturan tersebut, masa berlaku SIM kini tidak melihat pada tanggal lahir dari si pemilik SIM lagi.

"Masa berlaku SIM adalah lima tahun terhitung sejak SIM tersebut dicetak," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Pandemi COVID-19, Kapolda Metro Pastikan Tak Ada Perayaan Meriah saat HUT Bhayangkara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Ingatkan Pilkada Tidak Jadi Klaster Baru COVID-19
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pilkada Tidak Jadi Klaster Baru COVID-19

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengingatkan agar partai politik segera menyerahkan daftar kepengurusan mereka sebagai salah satu syarat untuk ikut Pilkada.

  MAKI Bakal Gugat KPK Terkait Dihentikannya 36 Penyelidikan
Indonesia
MAKI Bakal Gugat KPK Terkait Dihentikannya 36 Penyelidikan

"Saya menduga kasus Century, Sumber Waras dan Newmont bagian dari paket yang dihentikan," kata Boyamin

Picu Ketidakpastian Hukum, Permenhub No 18 Diminta Dibatalkan
Indonesia
Picu Ketidakpastian Hukum, Permenhub No 18 Diminta Dibatalkan

"Aplikasi Grab maupun Gojek, sudah menghapus, ojek online untuk mengangkut orang, kenapa justru dikeluarkan permenhub yang ngijinkan??," tanya dia.

Pengamat Prediksi Metode Penindakan KPK Malah Bikin Masalah Baru
Indonesia
Pengamat Prediksi Metode Penindakan KPK Malah Bikin Masalah Baru

Dasar hukum sebelum penetapan sebagai tersangka bisa dipertanyakan

[HOAKS atau FAKTA]: BPJS Blokir Iuran Gratis Peserta yang Punya Banyak Motor
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BPJS Blokir Iuran Gratis Peserta yang Punya Banyak Motor

Berdasarkan hasil penulusuran tidak ditemukan adanya klaim mengenai keterangan Peserta BPJS Kesehatan gratis diblokir karena punya motor lebih dari satu.

 Menhub Perbolehkan Transportasi Umum Beroperasi, Organda Solo Pilih Tak Angkut Penumpang
Indonesia
Menhub Perbolehkan Transportasi Umum Beroperasi, Organda Solo Pilih Tak Angkut Penumpang

"Kalau dipaksakan beroperasi, tetapi tidak ada penumpangnya kan sama saja. Kami berharap semua bisa kembali normal sehingga organda bisa kembali bekerja," kata dia.

Jika Tak Ada Gerakan Seperti KAMI, Demokrasi Indonesia Dalam Ancaman
Indonesia
Jika Tak Ada Gerakan Seperti KAMI, Demokrasi Indonesia Dalam Ancaman

Mereka yang ikut mendeklarasikan KAMI juga memiliki reputasi

Kasus Corona DKI Per Kamis (23/7) Bertambah 416 Jiwa
Indonesia
Kasus Corona DKI Per Kamis (23/7) Bertambah 416 Jiwa

Jumlah kumulatif kasus konfirmasi di wilayah DKI Jakarta pada hari ini sebanyak 17.951 kasus.

Supaya Lebih Profesional, Banser di Seluruh Indonesia Diminta Tingkatkan Keahlian
Indonesia
Supaya Lebih Profesional, Banser di Seluruh Indonesia Diminta Tingkatkan Keahlian

Ansor dan Banser tetap konsisten dalam menjaga kesetiaan pancasila dan NKRI

DPR Minta Diinformasikan Soal Rencana Pemulangan WNI Eks ISIS
Indonesia
DPR Minta Diinformasikan Soal Rencana Pemulangan WNI Eks ISIS

pemerintah juga harus memusatkan fokus menangkal masuknya virus corona