Ini Ancaman Hukuman Pelaku Vandalisme dan Perusakan Masjid di Tangerang Ilustrasi. ANTARA/M Taupik Rahman

MerahPutih.com - Satrio (18) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Tangerang atas perbuatannya melakukan aksi vandalisme di sebuah masjid, Kota Tangerang, Banten.

Tak hanya ditetapkan sebagai tersangka, polisi juga menahan Satrio.

Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary menyebut, penetapan status tersangka dilakukan setelah proses gelar perkara.

Baca Juga:

BPIP Anggap Aksi Vandalisme Masjid Melawan Ajaran Pancasila

"Sudah kita tetapkan statusnya sebagai tersangka," kata Kombes Ade saat dihubungi wartawan, Kamis (1/10).

Karena pasal yang dipersangkakan memiliki ancaman hukuman cukup berat, polisi bisa menahan Satrio. Ade menyebut pihaknya juga melakukan penahanan terhadap Satrio.

"Tersangka juga sudah kami tahan. Tersangka dikenakan Pasal 156a dan 406 KUHP," beber Ade.

Polisi dan Masyarakat. (Foto: Polresta Tangerang).
Polisi dan Masyarakat. (Foto: Polresta Tangerang)

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal penodaan agama yakni Pasal 156a KUHP dan Pasal 406 KUHP tentang perusakan.

Pasal 156a KUHP berbunyi "pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia; b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan ke-Tuhanan".

Baca Juga:

Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku Vandalisme di Masjid Tangerang

Seperti diketahui sebuah video viral di lini masa menampilkan kondisi dalam sebuah musala yang penuh dengan coret-coretan. Musala yang menjadi sasaran yakni Musala Darus salam di Perumahan Villa Tangerang Elok, Kuta Jaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.

Tanpa perlu waktu lama, polisi berhasil menangkap pelaku bernama Satrio yang masih berusia 18 tahun. Polisi hingga kini masih mengintrogasi pelaku.

Usut demi usut motif pelaku melakukan aksinya karena memiliki pemahaman sendiri. Pihak kepolisian juga sudah memeriksa kejiwaan pelaku. (Knu)

Baca Juga:

Ormas Islam Solo Nobar Film G30S/PKI di Masjid Dekat Rumah Jokowi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Febri Diansyah Akui Gagal Wujudkan Cita-cita Awal Masuk KPK
Indonesia
Febri Diansyah Akui Gagal Wujudkan Cita-cita Awal Masuk KPK

Cita-cita Febri untuk menjadi penyidik belum bisa terealisasi

Misa Natal di Katedral Jakarta Hanya Diikuti Jemaah Yang Miliki QR Code
Indonesia
Misa Natal di Katedral Jakarta Hanya Diikuti Jemaah Yang Miliki QR Code

Misa Natal tatap muka hanya boleh diikuti oleh anggota keluarga Paroki Gereja Katedral Jakarta yang berusia 18 tahun hingga 59 tahun dan telah mendaftar secara daring sebelumnya.

Bareskrim Tangkap Djoko Tjandra di Malaysia
Indonesia
Bareskrim Tangkap Djoko Tjandra di Malaysia

Buron kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu diterbangkan dari Malaysia.

Meski Mendesak, Peluncuran Vaksin COVID-19 Mesti Persiapan Matang
Indonesia
Meski Mendesak, Peluncuran Vaksin COVID-19 Mesti Persiapan Matang

Ada jalan panjang yang mesti dilalui untuk memastikan bahwa vaksin itu efektif dan aman.

94 Peserta Termasuk Menantu Jokowi Sekolah Cakada PDIP Angkatan ll
Indonesia
94 Peserta Termasuk Menantu Jokowi Sekolah Cakada PDIP Angkatan ll

Hasto memastikan Bobby Nasution, calon wali kota Medan turut menjadi peserta di sekolah cakada ini bersama 93 calon lainnya.

PSI Kritik Anies soal Penanganan Banjir
Indonesia
PSI Kritik Anies soal Penanganan Banjir

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Idris Ahmad menyampaikan, hingga kini program yang diunggulkan Anies belum terlihat nyata membantu mengatasi banjir Jakarta.

Anies Bagi-bagi Puluhan Juta Masker untuk Warga Jakarta
Indonesia
Anies Bagi-bagi Puluhan Juta Masker untuk Warga Jakarta

Wilayah ibu kota saat ini menjadi episentrum atau pusat penyebaran virus corona di Indonesia.

Kronologi Suap Yang Jerat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah
Indonesia
Kronologi Suap Yang Jerat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Nurdin Abdullah ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Edy Rahmat ditahan di Rutan KPK Kavling C1, sedangkan Agung Sucipto ditahan di Rutan Gedung Merah Putih.

Pasca Kepadatan di Bandara Soetta, Pengelola Bentuk Aturan Baru
Indonesia
Pasca Kepadatan di Bandara Soetta, Pengelola Bentuk Aturan Baru

Menko PMK melihat langsung proses keberangkatan yang harus dilalui calon penumpang pesawat rute domestik di periode PSBB.

Jumlah Penumpang Kereta Api saat Libur Natal Diprediksi Anjlok
Indonesia
Jumlah Penumpang Kereta Api saat Libur Natal Diprediksi Anjlok

Hal ini, disebabkan Masa Angkutan Nataru tahun ini berlangsung di tengah masa pandemi COVID-19.