Ini Alasan Sandi Ingin Ubah Taman Monas Seperti New York dan London Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno saat diwawancara wartawan di Balai Kota. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berkeinginan menjadikan taman di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, tak kalah seperti negara maju.

Sebab, menurut Sandiaga, di negara-negara maju seperti New York, Amerika Serikat taman dapat dijadikan sebagai tempat rekreasi dan olahraga bagi masyarakat.

"Kalau di New York itu ada Central Park, di London ada Hyde Park. Nah, kita ingin juga di sini (Monas) taman bukan cuma dilihat, tapi juga bisa dinikmati warga," ujar Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (3/1).

Politisi Partai Gerindra ini mengaku, kebijakan tersebut ide dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bahkan, kata Sandiaga, saat ini Anies tengah berkoordinasi dengan Kepala UPT Monas Mudjirin mengenai hal tersebut.

"Ini merupakan kebijakan dari pak Anies yang sekarang kita sedang lagi coba bicara ke pak Munjirin," kata Sandiaga.

Dalam waktu dekat konsep penataan taman dengan pola tersebut akan coba dikaji. Untuk itu, Sandiaga berharap masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalan menerapkan budaya tahan, simpan, dan pungut (TSP) sampah yang berserakan di sekitar taman.

"Dengan begitu budaya daripada kita menikmati tempat terbuka hijau sebagai park, bukan hanya garden bisa terjadi," tandasnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hari Ini MK Sidangkan 3 Uji Materi Prioritas Perppu Anggaran COVID-19
Indonesia
Hari Ini MK Sidangkan 3 Uji Materi Prioritas Perppu Anggaran COVID-19

Hal itu untuk memastikan hukum acara saat sidang jarak jauh tetap terpenuhi

Siswi SD di Surabaya Buat Face Shield dari Botol Bekas Air Mineral, Dijual Rp3 Ribu
Indonesia
Siswi SD di Surabaya Buat Face Shield dari Botol Bekas Air Mineral, Dijual Rp3 Ribu

Kreasi ini berawal dari teman sepermainannya mengenakan face shield.

Muhammadiyah: Peristiwa FPI Jangan Tutupi Kasus Korupsi
Indonesia
Muhammadiyah: Peristiwa FPI Jangan Tutupi Kasus Korupsi

PP Muhamadiyah mengingatkan masyarakat luas agar insiden tewasnya enam anggota Front Pembela Islam (FPI) tidak menutupi kasus-kasus korupsi.

Bantah Hedonis dan Terima Gratifikasi, Ini Alasan Ketua KPK Sewa Helikopter
Indonesia
Bantah Hedonis dan Terima Gratifikasi, Ini Alasan Ketua KPK Sewa Helikopter

Firli akan menghadiri agenda sidang oleh Dewas KPK

Usai Kritik Pemerintah Tiongkok, Jack Ma Menghilang
Indonesia
Usai Kritik Pemerintah Tiongkok, Jack Ma Menghilang

Tiongkok punya sejarah membungkam miliarder pengkritik

Hendak Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Pemuda Asal Karanganyar Ditangkap Polisi
Indonesia
Hendak Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Pemuda Asal Karanganyar Ditangkap Polisi

Warga mencurigai Wahyu yang merupakan orang asing dengan membawa bayi terlihat mondar-mandir di warung pinggir jalan.

Pemerintah Diminta Jangan Lengah Saat Evaluasi 'New Normal'
Indonesia
Pemerintah Diminta Jangan Lengah Saat Evaluasi 'New Normal'

Pemerintah diminta untuk terus terbuka soal data

MA Korting Hukuman Dua Terpidana Korupsi Proyek e-KTP
Indonesia
MA Korting Hukuman Dua Terpidana Korupsi Proyek e-KTP

MA mengkorting hukuman dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri yang menjadi terpidana korupsi proyek e-KTP, Irman dan Sugiharto

Dirut Anak Usaha BUMN Mangkir Dari Panggilan KPK
Indonesia
Dirut Anak Usaha BUMN Mangkir Dari Panggilan KPK

Dindin sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Rumah Sakit Kasih Bunda tahun yang menjerat Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

Anies Akhirnya Terbitkan Pergub Masa Transisi Perpanjang PSBB
Indonesia
Anies Akhirnya Terbitkan Pergub Masa Transisi Perpanjang PSBB

Pergub ini dimaksudkan sebagai panduan bagi semua pemangku kepentingan dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat.