Ini Alasan Ma'ruf Amin Lontarkan Budek dan Buta Versi Timses KH Ma'ruf Amin pada sambutan penutupan Festival Tajug Hari Santri Nasional di Alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Senin (22/10). Foto: MP/Mauritz

MerahPutih.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Ma'ruf Amin, menginginkan semua pihak termasuk pihak oposisi untuk bisa berpikir dan bersikap obyektif. Caranya dengan memberi kiasan tentang 'orang buta' dan budek.

Wakil Ketua TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyatakan pernyataan Ma'ruf soal budek dan buta merupakan kiasan agar masyarakat mudah mengerti dan memahami.

"Katakan yang ada itu ya ada, yang tidak ada ya tidak ada. Katakan yang benar itu benar dan yang tidak benar ya tidak benar," jelas Karding dalam keterangan tertulis, Minggu (11/11).

Karding menilai, ucapan Buta dan Budek Ma'ruf karena pihak diluar Jokowi tak mengakui prestasi pemerintah selama ini. Seperti membangun infrastruktur, membangun jaringan pengaman sosial dalam wujud Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), bantuan nontunai.

Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin. ANTARA FOTO

Bahkan, pemerintahan Jokowi juga berhasil menurunkan angka kemiskinan. Meningkatkan prestasi olahraga, hingga pembangunan wilayah terluar dan terdepan, hingga desa-desa, yang masif.

"Masalahnya semua ini tidak diakui. Apa yang disampaikan Kiai Ma'ruf adalah bahasa yang paling mudah menyampaikan ke rakyat bahwa orang-orang seperti itu (yang tak mengakui) namanya budek dan buta," tuturnya.

Sebelumnya, dalam peresmian rumah relawan Barisan Nusantara (Barnus), di Jalan Cempaka Putih Timur, Nomor 8, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11) lalu, Ma'ruf menyebut Jokowi telah berhasil membuat daerah makin maju. Sehingga hanya orang yang 'budek dan buta' yang tak menyadari prestasi itu.

"Orang yang sehat bisa lihat kelas prestasi yang ditorehkan, kecuali orang budek dan buta yang tak bisa melihat dan mendengar realitas kenyataan," kata Ma'ruf.

Pernyataan Kiai Ma'ruf itu lalu langsung mendapat respon Tim Sukses Prabowo-Sandi, yang menuding Ma'ruf telah marah-marah dan menunjukkan dirinya bukanlah ulama besar. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH