Ini Alasan Logis Mengapa Kamu Sering Berbelanja Daring Banyak situs belanja daring yang menerapkan dark pattern agar para pelanggan sering berbelanja (Foto: Pexels/Negative Space)

BUKAN karena hasrat berbelanja kamu yang besar. Makanya kamu suka menghamburkan banyak uang melalui situs belanja daring. Rupanya situs belanja daring punya sebuah teknik yang bisa mengundang pengguna internet berbelanja di situs mereka.

Peneliti di Princeton, mengungkapkan studi terbaru mengenai banyaknya situs belanja online yang menggunakan teknik khusus. Teknik bernama Dark Pattern (pola gelap) itu membuat banyak orang tergiur untuk menghabiskan banyak uang saat mengunjungi situs mereka. Demikian mengutip Science Alert.

"Ini memanipulasi pengguna untuk membut keputusan membeli barang yang sebenarnya enggak mereka perlukan," ujar Gunes Acar, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi tersebut kepada Business Insider.

Pengguna bisa betah berlama-lama mengunjungi situs belanja daring (Foto: Pexels/bruce mars)

Acar dan timnya membuat sebuah perangkat yang dapat memasuki 10.000 situs e-commerce. Mengejutkannya, mereka menemukan 1.200 teknik dark pattern yang memaksa pelanggan membeli barang, atau minimal mereka akan betah mengunjungi situs tersebut dalam waktu lama.

Secara keseluruhan, penelitian ini mengidentifikasi 15 cara yang digunakan situs belanja untuk memanipulasi dan memaksa pelanggan dengan berbagai cara. Misalnya dengan mempersulit pembatalan pembelian, mempermalukan pelanggan ketika mereka mencoba untuk pergi, dan menulis testimonial palsu.

Banyak situs e-commerce yang bekerja dengan vendor pihak ketiga untuk mengaplikasikan pola tersebut pada situs mereka. Studi ini mengidentifikasi 22 vendorm Bahkan dua dari mereka secara terbuka mengiklankan teknik 'curang' mereka itu.

The New York Times mencoba untuk mereplikasi beberapa hasil penelitian. Hasilnya ditemukan bahwa situs web tertentu bahkan menunjukkan bahwa pelanggan palsu secara aktif membeli barang yang kamu lihat.

Baca juga:

Kartu Debit Memudahkan Traveling dan Berbelanja Daring

Scammers mengambil banyak keuntungan dari pola ini (Foto: Pexels/PhotMIX Ltd.)

Melalui pola ini para scammers telah mengambil keuntungan dari teknik serupa untuk mengelabui orang untuk menjadi pelanggan situs belanja. Bahkan Facebook telah dituduh menggunakan pola gelap untuk membujuk pengguna agar berbagi informasi kontak untuk mereka. Termasuk teman dan keluarga.

Pola seperti ini dilarang secara hukum. Undang-undang yang diperkenalkan oleh Senator Mark Warner (D-VA) dan Deb Fischer (R-NE) menunjukkan bahwa konsep ini ditanggapi secara serius di Capitol Hill.

Pada hari Selasa pagi, para senator mengadakan audiensi untuk membahas Undang-Undang Menipu Pengurangan Pengguna Online (DETOUR). Undang-undang tersebut akan melarang penggunaan teknik ini di situs web yang memiliki lebih dari 100 juta pengujung perbulan.

"Ini tidak hanya merusak pilihan yang tersedia untuk Anda pada platform ini, tetapi mereka juga membebani Anda dengan uang," ujar kata Katie McInnis, penasihat kebijakan di Consumer Reports, yang berbicara di persidangan. (ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH