Ini 5 Tanda Kalau Kamu Belum Siap untuk Berpacaran Jika tanda-tanda ini ada pada kamu berarti kamu belum siap pacaran lagi. (Foto: Pixabay/Anemone123)

SETIAP ada permulaan pasti ada perpisahan, begitu biasanya suatu hubungan diibaratkan. Perpisahan bukanlah suatu fase yang mudah untuk dilewati. Kebiasaan menjalani kegiatan bersama-sama, kini harus dilakukan sendirian.

Ketika baru memutuskan suatu hubungan dengan seseorang yang disayangi, sebagian ada yang bisa langsung memulai hubungan yang baru, sebagian lagi ada yang masih ingin sendiri. Entah karena masih ingin sendiri dan berintrospeksi, bisa juga ada perasaan yang belum terselesaikan.

Mungkin kamu kira kamu sudah bisa untuk memulai hubungan baru dengan orang lain, tapi keinginan untuk memulai kadang tidak diimbangi dengan kesiapan.

Meski kamu yang ingin menjalin hubungan baru, belum tentu kamu sudah siap berpacaran. Apa saja tanda-tanda kalau kamu belum siap untuk berpacaran lagi?

1. Kamu merasa tidak bahagia dengan dirimu sendiri

(Cover) tanda kamu belum siap pacaran lagi.5 (Foto weheartit.com)
Carilah kebahagiaanmu sendiri. (Foto: Pixabay/PDPics)

Sehabis memutuskan suatu hubungan, duniamu mungkin terasa berhenti berputar. Kesedihan melandamu, dan seolah dunia akan runtuh. Namun kenyataanya, dunia terus berputar. Pagi akan terus datang, matahari akan terus terbit, dan hari akan terus berganti.

Terimalah kenyataan bahwa berpisah adalah hal yang terbaik, dan cobalah temukan kebahagiaanmu, bukan terletak pada orang lain, melainkan yang terletak pada dirimu sendiri.

Gunakan waktu sendirimu untuk mengubah apa yang bagi kamu buruk, dan pertahankan apa yang bagi kamu baik. Jika kamu tidak bisa bahagia, dan mencintai dirimu sendiri, lantas bagaimana kamu bisa mencintai orang lain dengan baik? Lakukan apa yang selalu ingin kamu lakukan dan keluarlah dari zona nyamanmu.

2. Kamu tidak mau disalahkan dan tidak mau meminta maaf saat melakukan kesalahan

Ini 5 Tanda Kalau Kamu Belum Siap untuk Berpacaran
Atur ego ketika menjalin sebuah hubungan. (Foto: Pixabay/geralt)

Kompromi, merupakan hal yang dibutuhkan dalam setiap hubungan. Baik hubungan percintaan, pertemanan, maupun dengan keluarga.

Jika kamu selalu merasa benar, dan tidak ingin mengorbankan ego-mu, maka hubunganmu lah yang nanti harus dikorbankan.

Jika kamu masih suka egois dan merasa benar sendiri, berarti kamu masih butuh waktu untuk bisa memulai lagi suatu hubungan baru.

3. Kamu tidak membuka hatimu

Ini 5 Tanda Kalau Kamu Belum Siap untuk Berpacaran
Bukalah hatimu dan cobalah memulai hubungan baru. (Foto: Pixabay/makunin)

Kamu kerap menyimpan semua perasaanmu sendiri. Ketika ada masalah, ketika ada hal yang kamu tidak suka, bahkan ketika ada hal yang kamu suka pun kamu tidak berbagi.

Tentu hal ini terlihat sepele, namun kamu harus ingat, bahwa orang lain tidak bisa membaca pikiranmu dan mengerti maksud baikmu.

Jika ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu, tidak ada salahnya untuk berbicara. Meskipun kadang akan berujung pada konflik, namun setidaknya konflik dapat berujung pada penyelesaian masalah sehingga bisa mempererat suatu hubungan.

Jika kamu tertutup secara hati dan pikiran, sudah pasti kamu akan mengalami kesulitan memulai hubungan dengan orang lain.

4. Kamu selalu mencari kesempurnaan di orang lain

Ini 5 Tanda Kalau Kamu Belum Siap untuk Berpacaran
Carilah kenyamanan ketimbang kesempurnaan. (Foto: Pixabay/Fxq19910405)

Cinta merupakan sesuatu yang menyenangkan. Jangan susahkan dirimu menemukan seseorang yang sempurna. Karena sempurna menurutmu, belum tentu sempurna untukmu.

Carilah kenyamanan pada pasanganmu, seseorang yang mencintaimu apa adanya, dan memberikan pengaruh positif dalam hidupmu.

Gunakanlah waktu sendirimu untuk menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri, ketimbang mencari kesempurnaan yang tidak ada habisnya.

5. Kamu terus membicarakan tentang mantan kekasihmu

Ini 5 Tanda Kalau Kamu Belum Siap untuk Berpacaran
Terus membahas tentang mantan artinya kamu belum siap (Foto: Pixabay/Rawpixel)

Seseorang yang telah lama bersama kita, melakukan kegiatan bersama-sama, bertukar pikiran, dan berkomunikasi secara intens dengan kita, tiba-tiba menghilang.

Tentu bukanlah hal yang mudah untuk pamit. Namun kadang perpisahan menjadi jalan satu-satunya. Lantas, kamu terus membicarakan kebaikan mantanmu ketika rindu, dan membicarakan kejelekan mantanmu ketika kesal.

Baik atau buruk hal yang dibicarakan, tetap artinya dia masih berpengaruh besar dalam kehidupanmu. Cobalah buka pikiranmu, dan menerima kenyataan bahwa dalam setiap hubungan akan ada kebaikan dan keburukan yang bisa dijadikan pelajaran di hubungan selanjutnya.

Terus membicarakan seseorang dari hubunganmu yang sebelumnya bisa juga diartikan bahwa kamu belum rela kehilangannya.

Hal tersebut akan mengerucutkan kemungkinan kamu untuk bisa berkomitmen dalam hubungan baru dengan pasangan yang baru. (shn)



Ananda Dimas Prasetya