Ingin Selamatkan PPP, Suharso Monoarfa Mundur Jadi Wantimpres Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (tengah) pada Mukernas III PPP di Cisarua, Bogor, Rabu (20/3). (Antaranews/Riza Harahap)

Merahputih.com - Suharso Monoarfa menyatakan akan mundur dari jabatannya saar ini sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Hal itu ia ambil lantaran ingin fokus membesarkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) agar terus eksis dan tetap berada di parlemen usai dipilih menjadi Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP menggantikan Romahurmuziy.

"Setelah dikukuhkan sebagai Plt (pelaksana tugas) ketua umum, saya akan menyediakan banyak waktu mengawasi dan mengecek kegiatan PPP di seluruh daerah di Indonesia. Agar fokus, saya akan mundur dari Wantimpres," ujar Suharso Monoarfa, di Cisarua, Rabu (20/3) malam.

Karena saat ini, PPP harus diselamatkan agar terus eksis dan tetap berada di parlemen. Sehingga PPP harus melampaui syarat parliamentary threshold empat persen untuk berada di parlemen.

Menurut Suharso, dalam sisa waktu yang hanya tinggal 27 hari menuju ke Pemilu 2019, dirinya akan mengunjungi seluruh daerah di Indonesia untuk mengawasi dan mengecek kerja struktur partai, yakni DPW dan DPC PPP di seluruh Indonesia.

Suharso Monoarfa bersama para pengurus DPP PPP di Jakarta
Suharso Monoarfa bersama para pengurus DPP PPP di Jakarta (Foto: Antaranews)

"Saya akan militan untuk membesarkan PPP. Saya akan mematuhi keputusan-keputusan dalam Muktamar, karena hal itu adalah keputusan partai. Namun saya juga akan mengawasi dan mengecek kerja saudara-sudara, di provinsi dan kabupaten kota," ucap dia.

Suharso menegaskan, dalam sisa waktu yang tidak sampai satu bulan menuju Pemilu 2019, dirinya akan militan untuk membesarkan partai, tapi dia juga meminta struktur di daerah, terutama DPW dan DPC, untuk kompak, loyal, dan militan dalam membesarkan partai.

Suharso mengingatkan, PPP pernah jadi partai besar pada era Orde baru hingga awal reformasi. PPP memperoleh 59 kursi pada pemilu 2004 dan berada di posisi keempat. "Ini fakta, tercatat dalam sejarah, dan ada blue print-nya," katanya.

Namun, pada pemilu-pemilu berikutnya, perolehan suara dan kursi parlemen terus menurun. "Ini harus menjadi koreksi bagi seluruh kader dan kemudian berusaha keras untuk bangkit membesarkan partai," katanya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH