Ingin Mendonorkan Kornea Mata? Perhatikan Kriteria Berikut Jumlah pendonor mata masih minim di Indonesia. (Foto: Pixabay/StockSnap)

SEBAGAI jendela dunia, mata memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Rusaknya mata hingga terjadi kebutaan dapat menganggu produktivitas dan masa depan seseorang. Salah satu faktor penyebab kebutaan yakni rusaknya kornea mata. Kornea mata adalah lapisan bening yang terletak di bagian depan bola mata dan bersifat transparan.

Kebutaan karena rusaknya kornea mata dapat diatasi dengan transplantasi kornea. Tetapi, jumlah kornea yang tersedia di Bank Mata di Indonesia masih sangat minim. Setiap orang dapat membantu dengan berbagai cara. Salah satunya dengan berperan aktif dan mendaftar sebagai pendonor mata.

"Ketika orang mendaftarkan dirinya meninggal dunia, ia baru bisa mendonorkan matanya," ucap Ketua Lions Eye Bank Jakarta, dokter Sharita R Siregar. Saat seseorang mendaftarkan dirinya, ia akan mendapatkan stiker hologram.

"Stiker hologram akan ditempelkan di kartu identitas diri seperti KTP," lanjut perempuan yang kerap disapa Dokter Tasya. Nantinya hologram tersebut memudahkan petugas melakukan pencangkokan kornea saat pendaftar meninggal dunia. Meski siapapun bisa mendaftarkan diri sebagai calon pendonor. Berikut kriteria yang harus diperhatikan:

Kornea Mata Sehat

Ketika ingin mendaftarkan diri sebagai calon pendonor, pastikan keadaan kornea dalam keadaan sehat. Lapisan kornea mata harus dalam keadaan bening dan tak ada goresan.


Mata Minus

Beberapa calon pendonor ragu untuk mendonorkan matanya karena memiliki mata minus. Dokter Tasya memastikan bahwa calon pendonor yang memiliki mata minus bisa mendonorkan matanya.

donor mata
Pastikan keadaan kornea dalam keadaan sehat. (Foto: MP/Avia)


Calon Pendonor

Ketua Bank Mata Indonesia, Tjahjono D Gondhowiardjo SpM (K), PhD menyampaikan bahwa siapapun bisa menjadi pendonor mata. Tak ada batas usia bagi calon pendonor. Dari anak-anak hingga orang lanjut usia bisa mendonorkan matanya ke Bank Mata.


Infeksi

Ketika calon pendonor meninggal dunia, mata harus dalam keadaan sehat dan tidak terinfeksi apapun. Pendonor dinyatakan gugur dan tak diperkenankan mendonorkan kornea matanya apabila meninggal dalam keadaan terinfeksi virus dan bakteri berat. Pihak rumah sakit akan memastikan dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil jaringan di kornea mata.


Penyakit Berbahaya

Pihak Bank Mata akan melihat riwayat penyakit calon pendonor sebelum melakukan proses pencangkokan mata. Penderita kanker tak dapat mendonorkan kornea matanya. Bagi mereka yang pernah menjalani kemoterapi, daya tahan tubuhnya akan lemah. Hal itu akan berpengaruh pada kornea mata yang bersangkutan. Para penderita penyakit menular seperti Hepatitis, Sifilis dan Aids juga tak dapat mendonorkan kornea matanya.


Izin

Siapapun yang ingin menjadi calon pendonor kornea harus mengisi formulir terlebih dahulu. Sebelum formulir tersebut ditandatangani, calon pendonor harus mengetahui syarat dan ketentuan dalam mendonorkan korneanya. Salah satu syaratnya yakni harus dengan persetujuan dan dukungan dari ahli waris. Hal tersebut untuk memberi kemudahan dan kelancaran bagi petugas Bank Mata untuk melakukan prosedural saat yang bersangkutan wafat. "Pernah ada kasus saat petugas datang, ternyata ahli waris tidak setuju. Itu tentu menyulitkan petugas," ucap dokter Tjahjono. (avia)

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH