Ingin Mendapatkan Rasa Teh yang Enak? Perhatikan Tiga Kunci Berikut Ini Tiga hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan teh yang enak. (Foto: Pixabay/Myriams-Fotos)

INDONESIA merupakan salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia. Teh pertama dikembangkan di Pulau Jawa pada abad ke-18, dan pada pada abad berikutnya mulai meluas ke luar Pulau Jawa.

Teh merupakan minuman populer di Indonesia seperti halnya kopi. Teh bisa dinikmati setiap waktu, dari pagi, siang, hingga malam hari. Atau dinikmati sesuai jenis teh dan khasiat yang diinginkan.

Namun, untuk membuat teh yang dapat dikonsumsi dengan nikmat, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Kuncinya adalah kualitas teh, air penyeduh, dan teknik penyeduhan.

Praktisi teh Prawoto Indarto menyatakan, semakin bagus kualitas teh, rasanya pun akan semakin enak.

1. Kualitas teh yang baik mengandung flavonoid

Kualitas teh merupakan hal utama yang menentukan enak atau tidaknya seduhan teh. (Foto: Pixabay/highnesser)
Kualitas teh merupakan hal utama yang menentukan enak atau tidaknya seduhan teh. (Foto: Pixabay/highnesser)

Kamu harus memperhatikan kualitas teh yang kamu konsumsi. Kualitas teh merupakan hal pertama untuk menentukan apakan teh enak atau tidak.

"Kualitas teh dinyatakan dalam grade. Semakin tinggi grade, makin tinggi kandungan kimia," ujar Prawoto di Jakarta, Minggu (25/11), seperti dikutip Antara.

Teh memiliki antioksidan alami bernama flavonoid. Berdasarkan penelitian, banyak efek positif yang didapat dari menyesap teh, termasuk menekan risiko serangan stroke.


2. Kualitas air di satu daerah berbeda dengan daerah lain mempengaruhi rasa teh

Kualitas air bisa memengaruhi rasa teh. (Foto: Pixabay/FotoRain)
Kualitas air bisa memengaruhi rasa teh. (Foto: Pixabay/FotoRain)

Kualitas air juga punya peran yang tak kalah penting. Menurut Prawoto, air yang paling baik adalah yang punya kadar pH di bawah 7 dengan kandungan garam terlarut yang rendah.

"Misalnya, membuat teh di Bandung dan Jakarta rasanya beda karena pH airnya berbeda," ungkap Prawoto.

Menurut Prawoto, ada tradisi minum teh di Keraton Yogyakarta di mana air yang akan dipakai harus melewati "saringan" dari batu-batu hitam untuk menetralisasi garam-garam yang terlarut di air. Kadar pH dalam air mempengaruhi proses ekstraksi senyawa dalam teh yang jadi faktor aroma serta rasa minuman.


3. Teknik penyeduhan dipengaruhi oleh suhu air dan lamanya

Lama waktu penyeduhan juga berpengaruh terhadap rasa teh. (Foto: Pixabay/langll)
Lama waktu penyeduhan juga berpengaruh terhadap rasa teh. (Foto: Pixabay/langll)

Ketiga, teknik penyeduhan yang dipengaruhi suhu air dan lama penyeduhan. Prawoto mengatakan proses ekstraksi akan berlangsung lebih sempurna saat air yang dituang lebih panas serta durasinya lebih lama.

Bila mengikuti cara seduh dari China, penyeduhan hanya berlangsung dalam hitungan detik.

"Tapi daun teh bisa diseduh berkali-kali dengan metode itu," kata Prawoto.

Ada pula teknik lain yang ia perkenalkan, yaitu proses penyeduhan selama enam menit. Ini bisa diterapkan saat menyeduh teh hitam. Cukup diamkan saja daun teh terendam air panas selama enam menit, kemudian sajikan. Untuk menyeduh teh hijau, suhu air yang tepat adalah 60-70 derajat celcius atau sekitar suhu air panas di dispenser. Bila memakai air mendidih, tunggu sejenak beberapa menit sampai suhunya turun sebelum dipakai menyeduh teh hijau. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Pangek Cubadak, Olahan Nangka Muda Paling Nikmat dari Payakumbuh

Kredit : zulfikar


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH