Ingin Buka Sekolah, Pemerintah Mesti Pastikan Guru dan Siswa Tak Bawa Virus Dokumentasi - Seorang siswa belajar membaca dan menghitung di SD Negeri Kampung Bali 01 Pagi, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (23/9). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

MerahPutih.com - Kimisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan, sebelum sekolah kembali dibuka, pemerintah harus memperhatikan kesiapan menjalani new normal pendidikan.

Menurut Retno, sebelum sekolah dibuka, seluruh guru yang akan mengajar harus menjalani test PCR untuk memastikan bahwa mereka sehat dan tidak tertular Covid-19.

Baca Juga:

MUI: COVID-19 Tidak Hentikan Sertifikasi Halal

Pemerintah juga harus melakukan tes PCR secara acak kepada peserta didik di semua jenjang pendidikan.

Ini penting untuk memastikan bahwa sekolah tidak akan menjadi klaster baru ketika pemerintah memutuskan membuka sekolah.

"Bahkan di Tiongkok, para guru yang akan mengajar tidak hanya dites PCR, tetapi juga menjalani karantina selama 14 hari,” kata Retno kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/6).

Selanjutnya, Retno menuturkan, protokol kesehatan Covid-19 untuk satuan pendidikan harus dibuat sesuai jenjang, mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Situasi dan kondisi anak di masing-masing jenjang pendidikan berbeda-beda. Sebelum sekolah dibuka, komite sekolah harus mengecek dan memastikan kesiapan para guru dan sarana di sekolah.

Di antaranya disinfektan, wastafel dengan air mengalir dan sabun, pengaturan tugas guru yang mengatur peserta didik ketika datang atau pulang agar tidak saling bermain, serta guru dan murid yang demam, batuk pilek diare untuk berobat dulu dan istirahat 3-5 hari.

Perlu juga diatur jumlah siswa, jarak dan posisi meja kursi agar anak tidak saling mendekat di dalam kelas, serta pembatasan dengan tali antara kursi-kursi atau tempat duduk siswa agar anak-anak tidak berjalan-jalan dan saling mendekat di dalam kelas.

Operator memverifikasi data peserta didik yang mendaftar dengan sistem daring dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN 2 Ciamis, Jawa Barat, Selasa (9/6/2020). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc. (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)
Operator memverifikasi data peserta didik yang mendaftar dengan sistem daring dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN 2 Ciamis, Jawa Barat, Selasa (9/6/2020). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc. (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)

Selain itu, orang tua siswa dan para siswa sudah diberi sosialisasi protokol kesehatan COVID-19 di pendidikan oleh pihak sekolah atau komite sekolah.

"Ini bertujuan agar ada persepsi yang sama, terutama dalam menyiapkan budaya barau atau perilaku baru di sekolah dalam new normal. Jadi bagi sekolah yang belum siap, sebaiknya menunda buka sekolah,” ujar Retno.

Mantan Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta ini juga menuturkan, sekolah harus mengedukasi orang tua siswa agar melatih dan menyiapkan anak-anaknya dalam menjalan protokol kesehatan COVID-19 selama di sekolah.

“Kalau orang tua, belum siap, tunda sekolah untuk dibuka,” ujarnya.

Baca Juga:

Peran Media Saat Masa Transisi Menuju Aman COVID-19 dan Produktif

Selain itu, Retno menuturkan, pembukaan sekolah harus bertahap dimulai dari jenjang pendidikan yang tertinggi yaitu SMA/sederajat lebih dahulu dua pekan di suatu wilayah.

Apabila mereka mematuhi protokol kesehatan COVID-19, maka bisa lanjut ke SMP dan diikuti oleh SD kelas 4, 5, dan 6.

“Kalau mereka patuh baru lanjut membuka kelas 1, 2, dan 3 dan kalau mereka patuh lanjut buka PAUD KB dan TK,”ujarnya.

Ia menuturkan, untum kondisi saat ini, mesti ada perbaikan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Tanpa perbaikan, PJJ tidak akan efektif dan akan sangat menjenuhkan peserta didik,” ujar Retno.

Menurut Retno, sekolah juga harus fleksibel dalam PJJ. Wanita yang juga seorang guru ini mencontohkan, pengumpulan tugas tidak dibatasi waktunya karena banyak siswa yang harus bergantian dalam mengakses peralatan daring.

Hal ini sekaligus jalan keluar mengatasi disparitas pembelajaran daring yang memang bias kelas.

"Anak-anak keluarga kaya dapat terlayani, sementara banyak anak-anak dari keluarga miskin tidak terlayani PJJ,” jelas Retno. (Knu)

Baca Juga:

Pelaku Pengambil Paksa Jenazah Corona di Makassar Dipastikan Reaktif COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Jelang Larangan Mudik, ASDP Operasikan 29 Kapal Ro-ro
Indonesia
Jelang Larangan Mudik, ASDP Operasikan 29 Kapal Ro-ro

Kendaraan roda empat yang menuju Sumatera, baik bus, mobil pribadi, maupun truk logistik mulai ramai, namun tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang.

Jelang Idul Adha, 5 Gerbang Tol di Jatim Ditutup dan 315 Ruas Jalan Diperketat
Indonesia
Jelang Idul Adha, 5 Gerbang Tol di Jatim Ditutup dan 315 Ruas Jalan Diperketat

"Terutama menjelang Idul Adha ini, kita akan memperketat seluruh ruas jalan di Jatim. Ya ada sekitar 315 titik yang kita jaga ketat," tuturnya, Jumat (16/7).

301.720 Kendaraan Balik ke Jakarta Pasca Libur Lebaran
Indonesia
301.720 Kendaraan Balik ke Jakarta Pasca Libur Lebaran

PT Jasa Marga(Persero) Tbk mencatat sebanyak 301.720 kendaraan kembali menuju wilayah Jabodetabek.

Pertemuan di Diponegoro, Ini Kesepakatan PDIP dan Gerindra
Indonesia
Pertemuan di Diponegoro, Ini Kesepakatan PDIP dan Gerindra

DPP PDI Perjuangan dan DPP Partai Gerindra sepakat untuk saling menguatkan gotong royong kebangsaan membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi pandemi COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Gubernur Anies Mengecat Atap Rumah Warga untuk Antisipasi Banjir
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gubernur Anies Mengecat Atap Rumah Warga untuk Antisipasi Banjir

Akun Facebook bernama Fitriani Habibah membuat posting dengan klaim yang menyatakan bahwa Anies Baswedan mengecat atap rumah warga untuk mengantisipasi banjir di Jakarta.

Diamankan Polisi Gegara Konsumsi Benzodiazepine, Millen Cyrus: Untuk Cegah Depresi Aku
Indonesia
Diamankan Polisi Gegara Konsumsi Benzodiazepine, Millen Cyrus: Untuk Cegah Depresi Aku

Millen mengkonsumsi obat tersebut sesuai dengan resep dokter

Komnas HAM Telah Minta Keterangan 25 Saksi Terkait 6 Laskar FPI yang Tewas
Indonesia
Komnas HAM Telah Minta Keterangan 25 Saksi Terkait 6 Laskar FPI yang Tewas

Komisioner Komnas HAM sekaligus Ketua Tim Penyelidikan, M Choirul Anam mengatakan, puluhan saksi tersebut berasal dari semua pihak terkait termasuk masyarakat.

6 Ribu Orang Diduga Jadi Pemasok Dana Jaringan Teror JI
Indonesia
6 Ribu Orang Diduga Jadi Pemasok Dana Jaringan Teror JI

Sejauh ini perekrutan generasi muda JI sudah ada sejak 2011. Sebanyak tujuh angkatan terbentuk dengan total 96 orang peserta pelatihan.

Babak Baru Kasus Narkotika Ardie Bakrie dan Nia Ramadhani
Indonesia
Babak Baru Kasus Narkotika Ardie Bakrie dan Nia Ramadhani

Polisi telah melimpahkan berkas perkara kasus penyalahgunaan narkoba Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie ke kejaksaan.

Wartawan Surabaya Tuntut Kapolda Jatim Usut Tuntas Penganiayaan Jurnalis Tempo
Indonesia
Wartawan Surabaya Tuntut Kapolda Jatim Usut Tuntas Penganiayaan Jurnalis Tempo

Dalam aksinya, mereka menuntut pelaku penganiayaan terhadap Nurhadi pewarta Tempo, segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.