Ingin Bebas Tarif Trump, Pengusaha Indonesia Bakal Pakai Komponen Dari AS

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 20 Februari 2026
Ingin Bebas Tarif Trump, Pengusaha Indonesia Bakal Pakai Komponen Dari AS

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie bersama Wakil Ketua Umum Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani ditemui usai penyelenggaraan ABAC di Jakarta, Senin (9/2/2026). (ANTARA/AMuzdaffar Fauzan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Amerika Serikat dan menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman senilai USD 38,4 miliar antara pelaku usaha Indonesia dan AS di berbagai sektor, antara lain pertambangan, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, furnitur, serta teknologi.

Kunjugan ini juga untuk memastikan menilai tarif resiprokal atau yang dikenal dengan tarif trump sebesar 19 persen dalam rencana Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai tarif tersebut tergolong kompetitif dan berpotensi meningkatkan daya saing ekspor nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan skema tarif tersebut memberi sinyal positif bagi dunia usaha, terutama karena sejumlah produk berpeluang memperoleh pembebasan tarif apabila menggunakan komponen dari Amerika Serikat.

“Tarif 19 persen itu sudah kompetitif. Apalagi produk-produk ekspor kita yang menggunakan komponen dari Amerika Serikat bisa bahkan turun sampai dibebaskan dari tarif. Nah ini sangat menarik, tapi harus dipelajari detailnya,” ujar Anindya.

Pelaku usaha, kata ia, perlu mencermati ketentuan teknis dalam ART secara rinci agar manfaatnya optimal, khususnya bagi sektor manufaktur dan industri bernilai tambah.

Sejumlah asosiasi industri juga mulai menjajaki peluang kerja sama konkret dengan mitra di AS, termasuk untuk skema impor bahan baku yang diolah di Indonesia sebelum diekspor kembali dengan nilai tambah.

“Tadi saya bicara dengan salah satu pimpinan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) yang ada di sini. Mereka ingin bicara dengan counterpart-nya supaya melihat apa yang bisa diimpor dari Amerika Serikat, tapi nantinya diolah dan dikirim balik ke Amerika (Serikat) dengan ada nilai tambah,” kata Anindya

Ia menilai skema tersebut sejalan dengan agenda hilirisasi dan peningkatan daya saing ekspor nasional.

“Kalau memang permintaannya dari Amerika Serikat tentu masuk akal, apalagi kalau tarifnya nol,” tambah Anin.

#Donald Trump #Ekspor #Tarif Resiprokal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Indonesia
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Kadin melihat ekspor masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun, terutama didukung industri pengolahan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Indonesia
India Bakal Jadi Pembeli Asing Tertinggi di Trade Expo Indonesia 2026
Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 menempati area pameran seluas 16.656 meter persegi dengan target potensi transaksi 17,5 miliar dolar AS
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
India Bakal Jadi Pembeli Asing Tertinggi di Trade Expo Indonesia 2026
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Berita Foto
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 21 September 2026
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Bagikan