Inggris Tarik 741.000 Alat Tes COVID-19 Staf NHS, serikat dan para pegiat berkumpul memprotes kinerja pemerintah dalam menangani krisis virus corona (COVID-19), di London, Inggris, Jumat (3/7). ANTARA FOTO/REUTERS

Merahputih.com - Regulator obat-obatan Inggris meminta kepada Randox Laboratories, perusahaan teknologi medis yang berbasis di Irlandia Utara, agar menarik 741.000 alat tes COVID-19 dari program pelacakan dan pengujian nasional sebagai langkah pencegahan.

Pada 15 Juli, pemerintah menginstruksikan program yang dijalankan oleh Layanan Kesehatan Nasional (NHS) itu untuk menghentikan penggunaan alat tersebut. Hal tersebut atas kekhawatiran bahwa alat itu kemungkinan tidak memenuhi syarat standar keamanan.

Baca Juga

Tips Bagi Penderita Penyakit Bawaan yang Paling Riskan Terinfeksi COVID-19

"Badan Regulator produk Perawatan Kesehatan dan Obat-obatan meminta Randox menarik semua alat tes Randox dari program Pelacakan dan Pengujian NHS," bunyi pernyataan Kementerian Kesehatan Inggris, dikutip Antara, Minggu (9/8).

Rapid
Rapid Test

Kementerian menyebutkan keputusan itu diambil sebagai langkah pencegahan. "Risiko keamanan tetap rendah dan hasil tes dari alat Randox tersebut tidak terpengaruh," sambung pernyataan kementerian kesehatan Inggris.

741.000 alat tes Randox tak terpakai diperkirakan berada di dalam sistem penyaluran, baik di gudang, di rumah perawatan atau pun di rumah pribadi. Kementerian memberikan instruksi tentang bagaimana alat tersebut dikembalikan.

Baca Juga

Usai Rapid Test di Bandara Soetta, Maria Pauline Lumowa Diserahkan ke Bareskrim

Randox mengaku penarikan itu merupakan langkah regulator' yang diterapkan hanya untuk alat pengumpulan sampel dalam program NHS. "Pelanggan maupun perlengkapan pribadi tidak terdampak," tutupnya. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH