Ingat, Ganjil Genap Kota Bandung Hanya Berlaku untuk Kendaraan Nonpelat D Ganjil genap di Kota Bandung. (Foto: MP/Humas Pemkot Bandung)

MerahPutih.com - Hari ini, Jumat (3/9) hingga 5 September mendatang, di Bandung berlaku pengaturan kendaraan ganjil genap. Namun, warga sekitar Bandung Raya tak perlu khawatir karena tidak akan terjaring dalam kebijakan ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung E M Ricky Gustiadi mengatakan, aturan ganjil genap hanya diberlakukan bagi kendaraan non-pelat D atau dari luar Bandung.

Sehingga, kendaraan yang memiliki tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) di wilayah aglomerasi Bandung Raya bisa tetap melintas tanpa terpengaruh ganjil genap.

Baca Juga:

Polisi Berlakukan Ganjil Genap Jika Mau Berwisata ke Puncak Bogor

"Ini diberlakukan untuk mobil di luar TNKB plat D, artinya mobil dari luar kota. Kalau aglomerasi Bandung Raya masih diizinkan masuk," ucap Ricky Gustiadi.

Perbedaan lainnya dalam aturan ganjil genap kali ini yakni berlangsung setelah pintu keluar gerbang tol. Yaitu di Gerbang Tol Pasteur, Pasirkoja, Kopo, Mohammad Toha, dan Buahbatu.

"Yang jelas perbedaannya sekarang tidak ada di dalam kota, tapi di setiap pintu keluar tol di Kota Bandung. Di sana nanti kita akan tempatkan petugas untuk pelaksanaan ganjil genap," kata Ricky.

Ganjil genap di Kota Bandung. (Foto: MP/Humas Pemkot Bandung)
Ganjil genap di Kota Bandung. (Foto: MP/Humas Pemkot Bandung)

Pelaksanaan ganjil genap kali ini akan berlangsung pada pukul 06.00-21.00 WIB pada hari yang menyesuaikan dengan pemberlakukan PPKPM level 3.

“Akan kita evaluasi kembali pada saat nanti berakhirnya pemberlakuan PPKM Level 3 pada 6 September," kata Ricky.

Untuk aturan lainnya masih tetap sama yakni kendaraan yang lewat disesuaikan nomor paling terakhir dengan tanggal pelaksanaan. Pengecualian ganjil genap diberikan kendaraan dinas TNI, Polri, dan kendaraan dengan TNKB warna merah lainnya. Angkutan dengan TNKB berwarna kuning pun turut dalam pengecualian.

"Kendaraan angkutan umum, angkutan barang, angkutan logistik, kemudian mobil Jasa Marga juga termasuk dalam pengecualian," katanya.

Baca Juga:

Tak Ada Pelanggar Ganjil Genap di Jalan Rasuna Said Hari Ini

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, pengaturan ganjil genap ini harus didukung sebagai upaya penanganan terhadap pandemi yang saat ini masih berlangsung.

"Ganjil genap ini merupakan kebijakan dari pusat yang harus kita laksanakan sebaik mungkin dan ini tujuannya sangat bagus. Kita ingin tetap mengendalikan mobilitas masyarakat. Karena bagaimana pun pandemi di Kota Bandung masih belum selesai," kata Ema.

Ema mengungkapkan, saat ini kondisi pandemi di Kota Bandung memang sudah terkendali cukup baik. Namun upaya mengendalikan mobilitas tetap diperlukan guna menghindari lonjakan kasus. Artinya, kata Ema, pihaknya ingin mengatur orang-orang dari luar yang masuk ke dalam Bandung.

Sebab bagaimana pun Bandung masih memiliki daya tarik bagi orang luar Bandung. Mereka datang ke Bandung untuk berbagai kepentingan. “Tapi satu sisi kita masih sedang menghadapi pandemi. Artinya kendali harus tetap kita lakukan. Di antaranya dengan kebijakan ganjil genap," kata Ema. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Ganjil Genap di Kawasan Bogor Berlangsung 24 Jam

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PKS Desak Presiden Prancis Minta Maaf ke Umat Muslim Dunia
Indonesia
PKS Desak Presiden Prancis Minta Maaf ke Umat Muslim Dunia

Untuk itu, setiap warga dunia harus mengembangkan sikap toleransi dan tidak menyinggung agama

Penikaman Anggota Timses Cawali Makassar di Jakarta Diduga Terencana
Indonesia
Penikaman Anggota Timses Cawali Makassar di Jakarta Diduga Terencana

Dalam rekaman itu, pelaku tampak mengenakan baju kotak-kotak berwarna coklat. Rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi pun bakal dijadikan modal bagi polisi memburu pelaku penusukan ini.

KPK Korek Dua Saksi Kasus Suap Proyek SPAM Kementerian PUPR
Indonesia
KPK Korek Dua Saksi Kasus Suap Proyek SPAM Kementerian PUPR

"Keduanya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka LJP (Leonardo Jusminarta/Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Kasus Harian COVID-19 Yogyakarta di Bawah 100 Sepekan Terakhir
Indonesia
Kasus Harian COVID-19 Yogyakarta di Bawah 100 Sepekan Terakhir

Kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Yogyakarta, dalam sepekan terakhir, mengalami penurunan rata-rata di bawah 100 per hari. Bahkan pada Senin (23/8).

Enam Orang Tewas dan 500 Jiwa Mengungsi akibat Banjir-Longsor Manado
Indonesia
Enam Orang Tewas dan 500 Jiwa Mengungsi akibat Banjir-Longsor Manado

Ada enam orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Pagi Ini Jokowi Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Pagi Ini Jokowi Disuntik Vaksin COVID-19

Vaksin CoronaVac sebagai vaksin COVID-19 produksi perusahaan Sinovac, Tiongkok, telah resmi mendapatkan izin penggunaan darurat atau EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, Senin (11/1).

Pimpinan Komisi III Dukung Perluasan Pembatasan Orang Asing Masuk Indonesia
Indonesia
Pimpinan Komisi III Dukung Perluasan Pembatasan Orang Asing Masuk Indonesia

Memang sudah saatnya ada kebijakan seperti yang dikeluarkan Kemenkumham

Irjen Napoleon Belum Digiring ke Lapas Cipinang, Ada Apa?
Indonesia
Irjen Napoleon Belum Digiring ke Lapas Cipinang, Ada Apa?

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, mengenai hal itu pihaknya terus berkoordinasi dengan MA terkait pemindahan lokasi penahanan Irjen Pol Napoleon.

Warga Tolak Vaksinasi COVID-19, Wagub DKI: Didenda dan Tidak Dikasih Bansos
Indonesia
Warga Tolak Vaksinasi COVID-19, Wagub DKI: Didenda dan Tidak Dikasih Bansos

"Jadi, sudah didenda, enggak dikasih bansos," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

Blok C Pasar Minggu Terbakar, IKAPPI Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI
Indonesia
Blok C Pasar Minggu Terbakar, IKAPPI Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI

"Kami meminta agar lapak yang nanti ada itu menjadi lapak yang layak untuk di tempati para pedagang," urainya.