Image
Author by : REUTERS/Maxim Shemetov

Warga meletakkan bunga dekat salib yang terbuat dari 224 lilin untuk memperingati korban pesawat Rusia yang jatuh di Mesir, di tangga Gereja Katedral "Christ the Saviour" di Moskow, Rusia, Minggu (01/11).

Image
Author by : REUTERS/Stringer TPX IMAGES OF THE DAY

Puing pesawat Rusia yang jatuh di Mesir pada 31 Oktober silam. Airbus A321 ini dioperasikan oleh Russian Airline dengan nama brand Metrojet.

Image
Author by : REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Penyelidik militer dari Mesir dan Rusia berdiri dekat puing pesawat Rusia di tempat jatuhnya di wilayah Hassana di kota Arish, utara Mesir, Minggu (01/11). Rusia melarang terbang pesawat Airbus A321 yang dioperasikan oleh penerbangan Kogalymavia, seperti yang dilaporkan oleh agensi berita Interfax pada hari Minggu, setelah salah satu pesawatnya jatuh di Semenanjung Sinai Mesir, menewaskan 224 penumpang.

Image
Author by : ANTARA FOTO/REUTERS/Maxim Shemetov

CEO maskapai Koglymavia Alexander Snagovsky. Airbus A321 yang terjatuh di Mesir dan menewaskan seluruh penumpang tersebut disebabkan oleh "tindakan teknis dan fisik" yang menyebabkan kerusakan di udara hingga pesawat jatuh, menurut keterangan Alexander Smirnov, wakil direktur utama maskapai Kogalymavia.

Image
Author by : REUTERS/Peter Kovalev

Warga berkumpul di Lapangan Dvortsovaya untuk memperingati korban pesawat jatuh di Mesir di St. Petersburg, Rusia, Selasa (3/11). Kementerian Penerbangan Sipil Mesir pada hari Selasa menyatakan tidak ada bukti yang mendukung pernyataan pejabat Rusia bahwa pesawat Rusia yang jatuh di Semenanjung Sinai Mesir hari Sabtu kemarin meledak di udara.


Adinda Nurrizki

LAINNYA DARI MERAH PUTIH