Influencer Sebarkan Narasi Bohong Bikin Bingung Masyarakat Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta (Foto: Dok Pribadi)

Merahputih.com - Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta mengkritisi influencer yang menyebarkan narasi tak valid selama pandemi COVID-19.

Yang teranyar, artis Anji melalui akun Youtubenya menyiarkan soal klaim seorang praktisi kesehatan Hadi Pranoto yang mengaku memiliki obat COVID-19.

Baca Juga:

Pemeriksaan Cepat Kunci Sukses Bali Tangani COVID-19

Menurut Stanislaus, orang yang menyebarkan narasi bohong atau palsu apalagi berkaitan dengan situasi saat ini, bencana non alam pandemi COVID-19 perlu ditindak tegas.

"Hal seperti itu sangat mengganggu karena bisa menimbulkan kebingungan di masyarakat," katanya kepada Merahputih.com di Jakarta, Selasa (11/8).

Kasus Anji harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, termasuk menjadi influencer dan publik figur lain dengan jumlah pengikut yang banyak.

"Buatlah konten dan narasi yang bermutu dan valid serta tidak menimbulkan kegaduhan masyarakat," sebut Stanislaus.

Ia menambahkan, seiring maraknya influencer dadakan, masyarakat harus jeli, bisa memiliha-milah narasi yang muncul di media sosial.

Analis intelijen Stanislaus Riyanta duga ada industri farmasi dibalik pandemi corona
Analis intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta (Foto: Dok Pribadi)

Pastikan bahwa figur yang mengeluarkan narasi tersebut kompeten dan sesuai bidangnya.

"Dan paling valid adalah untuk hal-hal prinsip lebih baik mencari informasi dari sumber resmi milik pemerintah, atau organisasi lain yang sudah teruji kapabilitasnya seperti dari lembaga pendidikan," ungkap Stanislaus.

"Jika bermanfaat dalam situasi ini mereka justru bisa menjadi influencer yang mengkampanyekan tentang tatanan hidup baru (new normal) yang kontennya bisa bekerja sama dengan kebijakan pemerintah," tutup dia.

Anji dilaporkan oleh Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya, Senin, 3 Agustus 2020. Hadi Pranoto, yang mengaku sebagai pakar mikrobiologi dan diwawancara Anji melalui kanal YouTube-nya @duniamanji juga dilaporkan.

Baca Juga:

BPIP Ajak Masyarakat Bergotong-royong Cegah Penyebaran COVID-19

Pasal yang diduga dilanggar berkaitan dengan tindak pidana bidang ITE atau menyebarkan berita bohong.

"Kami datang untuk melapor ke kepolisian di SPKT Polda Metro Jaya berkaitan dengan dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong oleh akun channel YouTube milik Anji," kata Muannas beberapa waktu lalu. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH