Inflasi Diprediksi Rendah, Suku Bunga Acuan BI Tetap 3,5 Persen Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Bank Indonesia memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI Seven Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 3,5 persen. Keputusan ini mengacu perkiraan inflasi yang tetap rendah serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan upaya memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memastikan, Bank Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Baca Juga:

BI Ingatkan Bank Turunkan Suku Bunga Kredit

Dalam kesempatan ini, bank sentral juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility tetap sebesar 4,25 persen.

Sebelumnya BI mempertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5 persen selama tiga RDG berturut-turut yaitu pada periode 17-18 Maret, 19-20 April serta 24-25 Mei 2021. BI sempat menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,5 persen dari sebelumnya 3,75 persen pada RDG 17-18 Februari 2021.

Dengan keputusan tersebut maka total selama tahun 2020 hingga Februari 2021 Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebesar total 150 basis poin.

Bank Indonesia (BI) pun memastikan, kondisi pasar keuangan masih stabil dalam merespons hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Bank Sentral AS (The Fed) pada Rabu waktu setempat.

Pihaknya, kan terus memantau perkembangan global tersebut serta mengantisipasi langkah-langkah lanjutan dari The Fed yang bisa berdampak kepada pergerakan ekonomi dunia.

Gubernur Bank IndonesiaFerry Warjiyo. (Foto: Antara)
Gubernur Bank IndonesiaFerry Warjiyo. (Foto: Antara)

BI memperkuat kondisi domestik sebagai mitigasi dengan stabilitas nilai tukar, mendorong kebijakan makroprudensial dan menjaga pembiayaan untuk pemulihan ekonomi melalui sinergi dengan pemangku kepentingan terkait.

"BI juga akan mengoptimalkan langkah stabilisasi nilai tukar serta berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga yield surat berharga dalam batas-batas yang normal," kata Perry Warjiyo dikutip Antara.

Rapat FOMC memastikan The Fed masih akan tetap akomodatif dalam melakukan kebijakan moneter dan masih terlalu dini untuk melakukan tapering off (pengurangan stimulus) dalam waktu dekat.

The Fed juga masih akan melakukan kebijakan pembelian obligasi (Quantitative Easing) dengan mempertimbangkan data-data terkini mengenai inflasi dan pasar tenaga kerja.

Berdasarkan pantauan awal, kebijakan tapering off tersebut baru akan dilakukan The Fed pada triwulan I-2022 dan suku bunga (Fed Fund Rate/FFR) akan naik pada 2023. (*)

Baca Juga:

Bank BUMN Paling Kaku Turunkan Bunga Kredit

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tragedi Bom Marriott Jadi Pengingat Adanya Ancaman Terorisme
Indonesia
Tragedi Bom Marriott Jadi Pengingat Adanya Ancaman Terorisme

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar mengatakan, tragedi Bom JW Marriott pada 2003 akan jadi pengingat tentang bahaya ancaman terorisme.

Sidang Nia Ramadhani Hadirkan Direktur Rehab,Terdakwa Mengaku Sehat
Indonesia
Sidang Nia Ramadhani Hadirkan Direktur Rehab,Terdakwa Mengaku Sehat

Nia Ramdhani memakai kerudung dan balser hitam, sedangkan suaminya Ardiansyah Bakrie tampil kompak mengenakan kemeja putih saat persidangan.

Oknum Polisi di Medan Diduga Terlibat Suap, Asas Praduga Tak Bersalah Dikedepankan
Indonesia
Oknum Polisi di Medan Diduga Terlibat Suap, Asas Praduga Tak Bersalah Dikedepankan

Riko juga membantah soal uang itu digunakan untuk membeli motor

Sekjen PDIP Tepis Kunjungan Lebaran Prabowo ke Rumah Megawati Bahas 2024
Indonesia
Sekjen PDIP Tepis Kunjungan Lebaran Prabowo ke Rumah Megawati Bahas 2024

Megawati didampingi kedua anaknya Prananda Prabowo dan Puan Maharani saat menerima Prabowo Subianto

 Jadwal Pemilu 2014 Diputuskan Pekan Depan
Indonesia
Jadwal Pemilu 2014 Diputuskan Pekan Depan

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia memastikan, pembahasan penetapan jadwal pemilu dilakukan pekan depan.

KPK Yakin Eks Penyidik Robin Dihukum 12 Tahun Penjara
Indonesia
KPK Yakin Eks Penyidik Robin Dihukum 12 Tahun Penjara

Sebelumnya Robin dituntut 12 tahun penjara oleh JPU KPK

SMRC Sebut Capres Ikut Menentukan Hasil Pileg
Indonesia
SMRC Sebut Capres Ikut Menentukan Hasil Pileg

Direktur Riset SMRC Deni Irvani menyimpulkan, kualitas capres memengaruhi elektabilitas partai yang mencalonkannya.

Kasus Bansos, Bekas Anak Buah Juliari Batubara Divonis 9 Tahun Penjara
Indonesia
Kasus Bansos, Bekas Anak Buah Juliari Batubara Divonis 9 Tahun Penjara

Perbuatan terdakwa dilakukan dalam keadaan darurat bencana non alam yaitu wabah COVID-19

PPKM Diperpanjang di Tengah Kasus COVID-19 Turun Drastis
Indonesia
PPKM Diperpanjang di Tengah Kasus COVID-19 Turun Drastis

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan perpanjangan PPKM Level 3 dan 4 di Jawa-Bali hingga 6 September 2021.

Dilaporkan Pegawai KPK, Alexander: Biarin Saja Mereka
Indonesia
Dilaporkan Pegawai KPK, Alexander: Biarin Saja Mereka

Novel bersama 56 pegawai yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) melaporkan pria yang karib disapa Alex itu lantaran menyebut 51 pegawai KPK tidak lagi bisa dibina.