Kenali Inflasi dan Dampaknya Bagi Perekenomian Indonesia Ilustrasi Inflasi. Foto: DBN

TIDAK sedikit masyarakat yang belum tahu apa itu inflasi dan dampak bagi perekenomian Indonesia? Padahal, inflasi sendiri terjadi setiap tahunnya. Kadang terkendali sehingga punya pengaruh positif bagi perekonomian. Namun bila tidak terkendali, perekonomian sebuah negara akan mengalami kemerosotan.

Disadari atau tidak, inflasi menjadi momok yang harus dijaga sebaik mungkin. Jangan sampai inflasi ini menyebabkan kegagalan suatu negara dalam mengatur lajunya perekonomian yang semakin membaik. Jika inflasi ini tidak ditangani dengan baik, nilai rupiah bisa melemah. Melemahnya nilai mata uang jelas akan membuat masyarakat semakin menjerit. Kebutuhan sandang dan papan tidak bisa didapatkan dengan mudah.

Pengertian Tentang Inflasi

Inflasi menurut Rahardja (1997:32) adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus-menerus. Kenaikan harga ini ada yang dikatakan sebagai inflasi, ada juga yang tidak. Ketika harga barang cuma satu atau dua buah saja, itu tidak disebut dengan inflasi. Melainkan ini adalah strategi seorang penjual untuk mendapatkan keuntungan dari produk yang dijualnya.

Sementara bila kenaikan harga ini saling mempengaruhi harga barang lainnya dan terjadi terus-menerus, maka negara sedang mengalami inflasi. Kondisi ini akan banyak mempengaruhi pada perekonomian suatu bangsa.

Intinya, bila kenaikan harga barang ini terus berkelanjutan dalam setiap periode dan mempengaruhi harga jual barang lainnya, kondisi inilah yang dikenal dengan sebutan inflasi. Dan inflasi ini biasa terjadi pada suatu negara.

beras cipinang
Pergerakan harga beras menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi angka inflasi. Foto: Antara

Penyebab Inflasi dalam Suatu Negara

Bicara mengenai apa itu inflasi dan dampak bagi perekenomian Indonesia, tentunya tidak bisa dilepaskan dari penyebab utamanya. Disadari atau tidak, penyebabnya cukup banyak. Penyebabnya inilah yang membuat inflasi terjadi. Baik itu yang bisa dikendalikan ataupun yang tidak.

Inflasi yang tidak terkendali bisa mempengaruhi perekonomian suatu bangsa. Bahkan, jika tidak dikendalikan dengan benar, suatu negara akan mengalami banyak masalah. Terutama dalam hal menyediakan kebutuhan masyarakat.

Inflasi
Ilustrasi. Foto: NET

Betapa tidak, masyarakat akan sulit untuk mendapatkan kebutuhannya. Penyebabnya adalah mahalnya barang. Jika dipaksakan akan mempengaruhi keuangan keluarga sehingga mau tidak mau masyarakat perlu menahan diri untuk mendapatkannya. Kecuali barang-barang yang sangat diperlukan meskipun dalam jumlah sedikit. Inflasi ini terjadi bukan tanpa sebab. Penyebabnya cukup banyak. Secara umum, penyebabnya bisa dilihat di bawah.

Pertama adalah permintaan barang secara berlebihan oleh masyarakat. Konsumsi barang terlalu berlebihan menjadi faktor utama kenapa barang-barang mengalami kenaikan harga. Permintaan yang besar ini tidak didukung dengan jumlah barang yang didistribusikan padanya. Akibatnya, barang menjadi sangat langka dan membuatnya cukup mahal untuk didapatkan.

Kedua adalah kenaikan biaya produksi barang. Salah satu upaya produsen untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan menaikkan harga jual barang. Ini sudah pasti dilakukan untuk mendapatkan keuntungan.
Kenaikan harga sebenarnya sudah diatur. Tapi jika biaya produksi barang juga meningkat, mau tidak mau produsen juga akan menaikkan harga jualnya. Jika biaya produksinya terus meningkat, sudah pasti harga barang akan terus naik dan menimbulkan inflasi.

Ketiga adalah bertambahnya uang yang beredar di masyarakat. Peredaran uang ini memang bisa memperkeruh keadaan suatu bangsa. Jika pemegang otoritas tentang keuangan mengedarkan uang baru dalam jumlah besar, sudah pasti ada masalah pada inflasi. Hal ini dikarenakan jumlah uang terlalu banyak, namun barang yang dibutuhkan dalam keadaan tetap. Akhirnya, barang akan dijual lebih mahal sampai dua kali lipat sesuai jumlah uang yang diedarkan oleh pemegang otoritas.

Menyadari akan hal ini, peredaran uang diatur dengan sangat baik oleh pemegang kekuasaan di bidang keuangan. Tujuannya supaya harga barang tidak terus meningkat sehingga menambah jumlah uang tidak ada artinya sama sekali.

Dampak Munculnya Inflasi di dalam Negara

inflasi
Ilustrasi. Foto: DBN

Peristiwa naiknya harga suatu barang belum bisa diartikan sebagai inflasi. Terutama jika kenaikan harga ini tidak mempengaruhi hal-hal terkait. Dan kenaikan ini sifatnya biasa. Contohnya adalah kenaikan harga yang disebabkan oleh keinginan produsen untuk mendapatkan banyak laba.

Namun jika peristiwa naiknya harga barang punya pengaruh besar pada perekonomian dan berlanjut, ini baru dinamakan negara sedang mengalami inflasi. Dampaknya bisa positif untuk sebagian orang, namun lebih banyak negatifnya. Terutama berhubungan dengan perekonomian suatu bangsa.

- Dampak positif inflasi
Inflasi yang terkendali bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian bangsa. Dampak positif ini berhubungan dengan pendapatan masyarakat dalam bekerja. Betapa tidak, inflasi yang terkontrol akan mendorong pengusaha dalam meningkatkan jumlah produksinya. Ketika produksinya ditambah, jelas ini akan membuka lowongan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Masyarakat yang ditarik bekerja jelas akan mendapatkan pendapatan. Ini menjadi bagian dari pengentasan kemiskinan. Dan semuanya bisa berjalan baik bila ada kontrol dari pemerintah yang mana bisa mengendalikannya dengan baik.

Selain itu, ada pihak lain yang diuntungkan. Terutama bagi peminjam uang. Misalnya dulunya meminjam uang 100 ribu rupiah. Akibat dari inflasi, uang 100 ribu yang dulunya terbilang mahal bisa menjadi lebih ringan karena nilainya menurun.

- Dampak negatif inflasi
Selain dampak positif di atas, kebanyakan inflasi memiliki kecenderungan yang merugikan. Perekonomian negara akan kacau, membuat masyarakat terus menjerit akibat mahalnya barang. Nah, efek inflasi tak terkendali ini akan langsung dialami oleh masyarakat awam. Terutama orang yang memiliki pendapatan tetap. Upah bulanan ini seakan kurang untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Contohnya adalah pegawai negeri dan karyawan dengan pendapatan tetap.

Selain itu, dampak lain yang akan dirasakan langsung adalah berkurangnya penjualan barang ke luar negeri. Artinya, ekspor barang akan menurun drastic. Menurunnya eskpor barang tidak lain disebabkan oleh mahalnya barang. Ini tentu akan menyulitkan para eksportir. Buahnya adalah barang yang dijual ke luar akan berkurang, menyebabkan pendapatan negara ikut berkurang.

operasi pasar
Operasi Pasar Murah untuk menstabilkan harga sebagai dampak dari inflasi. Foto: Antara

Dampak negative lainnya adalah menurunnya investasi dari pemilik modal. Pemilik modal akan sangat berhati-hati untuk menginvestasikan uangnya. Tentunya dengan harapan supaya tidak mengalami kerugian.

Normalnya, para investor lebih suka menanamkan modalnya ke dalam bentuk emas dan tanah. Sebaliknya, para investor akan menahan diri untuk menanamkannya dalam bentuk modal untuk produksi barang. Selain itu, para penanam modal juga cenderung menyimpan uangnya rapat-rapat. Hal ini tidak lain disebabkan oleh naiknya suku bunga permodalan. Membuatnya khawatir akan biaya pengembalian yang kadang berlipat-lipat.

Yang terakhir adalah membuat keuangan negara tidak seimbang. Pemasukan negara tidak seimbang lantaran impor barang lebih mudah dan murah. Sebaliknya ekspor barang akan mengalami penurunan sehingga mengakibatkan nilai rupiah menurun.

Nilai eskpor dan impor yang tidak seimbang inilah yang akan menyulitkan keuangan negara. Malahan, negara akan banyak bergantung pada barang dari luar sehingga negara termasuk dalam kategori konsumtif, bukannya produktif untuk memajukan bangsanya.

Demikianlah beberapa dampak dari munculnya inflasi di dalam negeri. Pemerintah akan terus memantau dan menyeimbangkan keuangan dengan memberikan bantuan pada pengusaha untuk membuatnya lebih produktif, bahkan dimudahkan dalam permodalan dalam luar. Nah, itulah sekilas tentang apa itu inflasi dan dampak bagi perekenomian Indonesia. (*)

Artikel ini diolah MerahPutih.com dari berbagai sumber.


Tags Artikel Ini

Teguh Riyanto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH