Infeksi Jamur Juga Bisa Menyerang Mr P, Waspadai Ciri-Cirinya Jagalah kebersihan agar terhindar dari infeksi jamur. (foto: pexels/ashish raj)

BIASANYA infeksi jamur dialami bayi dan perempuan. Pada bayi, infeksi jamur muncul dalam bentuk ruam popok. Sementara itu, pada perempuan, infeksi jamur terjadi pada vagina.

Namun jangan salah, infeksi jamur ternyata juga bisa menyerang Mr P lo. Infeksi jamur pada penis biasanya menyerang bagian kepala penis dan kulit kulup pada pria yang tidak disunat. Tak seperti infeksi jamur vagina, ketika jamur tumbuh akibat kadar bakteri yang tidak seimbang, infeksi ragi pada pria biasanya ditularkan lewat seks.

Bila kamu berhubungan seks dengan pasangan yang mengidap infeksi jamur vagina tanpa pengaman, kamu pun berisiko mengalami infeksi jamur pada penis. Namun, infeksi jamur tidak tergolong sebagai penyakit menular seksual karena penyakit ini juga bisa muncul tanpa adanya kontak seksual dengan orang lain.

Selain tertular dari pasangan seksual, ada beberapa faktor risiko yang bisa memicu infeksi ragi. Beberapa faktor risiko tersebut, yakni:

- Penis yang tidak disunat.
- Mengonsumsi antibiotik yang ikut membunuh bakteri baik pencegah infeksi pada penis.
- Gangguan daya tahan tubuh atau mengidap penyakit yang menyerang daya tahan tubuh, seperti AIDS.
- Kadar gula darah tinggi atau mengidap penyakit kencing manis (diabetes).
- Area penis lembap, misalnya karena berkeringat atau tidak mengeringkan penis dengan sempurna setelah mandi.
- Kurang menjaga kebersihan penis.
- Mengonsumsi obat kortikosteroid.
- Kelebihan berat badan atau obesitas.

Jangan biarkan area Mr P lembap. (foto: pexels/samad ismayilov)

Jika kamu punya salah satu faktor risiko terkena infeksi jamur, waspadai gejala-gejala infeksi jamur berikut ini.

1. Gatal dan panas di kepala penis.
2. Penis terlihat memerah atau membengkak.
3. Muncul bercak atau noda putih di sekitar area penis.
4. Bau tak sedap (bagi pria yang tidak disunat).
5. Keluar cairan putih yang menggumpal di balik kulit kulup (bagi pria yang tidak disunat).
6. Sakit ketika buang air kecil atau berhubungan seks.

Secara umum, infeksi ragi cukup diobati dengan salep dan krim. Biasanya salep atau krim seperti clotrimazole, miconazole, dan econazole bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter.

Namun, pada kasus yang cukup serius, kamu mungkin membutuhkan penanganan khusus dan obat minum yang diresepkan dokter. Terlebih kalau infeksi tersebut menyebabkan penyakit balanitis (radang kepala penis). Jika kamu tidak disunat, dokter mungkin akan menganjurkan sunat demi mencegah penyebaran infeksi.

Untuk mencegah infeksi jamur pada penis, pastika kamu selalu melakukan seks aman. Hindari berhubungan seks tanpa kondom dengan orang yang mengidap infeksi jamur vagina. Tidak berganti pasangan seksual juga bisa mengurangi risiko kamu terserang penyakit ini.

Selain itu, menjaga kebersihan penis juga jadi kunci pencegahan infeksi jamur. Pastikan area intim kamu selalu bersih dan kering. Kalau kamu tidak disunat, jangan luput membersihkan bagian di bawah kulit kulup dengan air dan sabun.(*)


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini