Indriyanto Nugroho: Perkataan Tommy yang Membuatnya Seperti Sekarang Indriyanto Nugroho saat melatih SSB (Istimewa)

MerahPutih.com - Nama Indriyanto Nugroho memang sudah tidak asing lagi di telinga sepak bola tanah air. Bagaimana tidak, ia merupakan salah satu pemain yang menjadi bagian dari program Primavera PSSI yang berkesempatan berlatih di Italia.

Mengawali karier dari seorang anak gawang di Arseto FC, ia berhasil menjelma sebagai salah satu predator yang menakutkan di sepak bola Indonesia pada era 2000-an bersama tim PSIS Semarang.

Ia mengaku ada peran Rochy Putiray dan Yunus Muchtar di balik kesuksesannya saat ini. Karena dua orang tersebut banyak memberikan ilmu yang sangat bermaanfaat saat berada di Arseto Solo.

Pada akhirnya ia memutuskan diri untuk pensiun dari dunia sepak bola setelah berkecimpung selama puluhan tahun di sepak bola Indonesia dan di sini ia baru menemukan jalan hidupnya.

Indriyanto Nugroho (BolaSkor,com/ Istimewa)
Indriyanto Nugroho (BolaSkor,com/ Istimewa)

Baca Juga: Kehilangan Ketua Umum Buat PSSI Goyah

Sedikit perkenalan dengan sosok Indriyanto Nugroho, kini ia menjalani profesi sebagai pelatih. Bahkan ia sudah menjadi asisten pelatih Bima Sakti rekan satu timnya untuk menangani Timnas Indonesia U-16.

Menjadi pelatih memang sebuah rencana Nunu, sapaan akarab Indriyanto Nugroho ketika sudah pensiun. Tapi sosok yang paling berperan ialah Haryanto ‘Tommy’ Prasetyo lah yang menjerumuskan ia menjadi sosok pelatih.

“Masa Mas Indri mau jadi pemain bola terus, engga kan. Itu kata yang saya ingat dan mengubah jalan saya untuk bisa menjadi pelatih seperti sekarang ini dan saya merasa berterima kasih kepada Tommy,” kata Indriyanto.

Baca Juga: Tiga Hari Terseret Ombak Pantai Baru Bantul, Legenda Persis Solo Ferry Belum Ditemukan

Kariernya berawal dari SSB Kabomania yang berada di Kabupaten Bogor. Dari situ ia memulai perjalanan kariernya sebagai pelatih. Hanya satu tahun, ia berhasil mewakili Indonesia di Gothia Cup yang berlangsung di Swedia.

“Ini memang merupakan awal karier saya, tapi tidak saya mungkiri, Liga TopSkor Indonesia juga sangat berperan dalam karier saya. Saya sangat belajar banyak dan diberikan kesempatan belajar di sana,” ucap Nunu.

Dari mulai SSB dan akar rumput, akhirnya ia bisa mencapai salah satu tingkat tertinggi dalam puncak karier kepelatihannya. Ia kini menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia U-16 bersama Firmansyah dan Markus Haris Maulana.

Baca Juga: Melantai di Bursa Efek, Penjualan Saham Bali United Capai Rp 350 Miliar

“Om Danurwindo dan Bima Sakti lah yang meminta saya menjadi pelatih di sini. Saya hanya ingin bisa kembali mengabdi kepada Timnas Indonesia dan memberikan prestasi kembali,” tutur Indriyanto.

“Ketika saya menjadi pemain saja belum bisa memberikan yang terbaik, sekarang saya memiliki kesempatan untuk bisa memberikan gelar ketika saya menjadi pelatih. Terlebih Timnas Indonesia U-16 pernah juara, ini yang sulit,” tambah Indriyanto.

Sekarang Indriyanto Nugoroho memiliki tugas berat di depan matanya. Namun ia yakin ia bisa melakukannya dengan baik. “Mungkin banyak yang meragukan tim ini, tapi saya yakin tim yang kami bangun ini bisa memberikan hasil maksimal dalam semua ajang yang kami ikuti,” tutup Indriyanto. (bolaskor.com)

Baca Juga: Bali United Resmi 'Merumput' di Bursa Efek Indonesia


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH