Indramayu Lacak Kontak Erat Setelah Satu Keluarga Positif COVID-19 Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Berli Hamdani. (Foto: MP/istimewa)

MerahPutih.com - Rantai penularan COVID-19 di Kabupaten Indramayu terus ditelusuri. Penelusuran ini amat krusial agar kasus positif dari transmisi lokal tidak melonjak, terlebih satu keluarga di Kabupaten Indramayu terkonfirmasi positif COVID-19.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Berli Hamdani menyatakan, penguatan koordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten Indramayu dilakukan guna mempersempit ruang gerak SARS-CoV-2 virus penyebab COVID-19.

Baca Juga:

Dibongkar Kepolisian, Ini Sindikat Pemalsuan Surat Keterangan Bebas Corona

"Ada penambahan 5 kasus di satu keluarga di Indramayu. Kami berkoordinasi dengan Gugus Tugas Indramayu untuk melaksanakan surveilance, pelacakan kontak, pemeriksaan RDT (rapid diagnostic test) dan tes swab dengan metode PCR (polymerase chain reaction), serta pemantauan ODP dan PDP," kata Berli, Jumat (15/5).

Berli mengatakan, sebagai antisipatif keterlambatan hasil tes swab, pasien dalam pengawasan (PDP) yang telah diambil spesimen harus diisolasi dan dipantau secara ketat. Di saat bersamaan, pelacakan orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien dilakukan sebagai deteksi dini agar penularan tidak meluas.

"Dilakukan tracing kontak erat untuk deteksi, isolasi, dan pemantauan erat. Akan juga dilakukan rapid test atau tes swab sesuai dengan risiko dan ketersediaan logistik kepada orang-orang yang menjalin kontak dengan PDP. Itu dilakukan agar kasus positif dari transmisi lokal tidak melonjak," ucapnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Indramayu Deden Bonni Koswara. (ANTARA/Ho Humas Pemkab Indramayu)
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Indramayu Deden Bonni Koswara. (ANTARA/Ho Humas Pemkab Indramayu)

Gugus Tugas Pecepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar memperlakukan jenazah diduga COVID-19 sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal itu sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 dari jenazah.

Selain itu, WHO pun telah memperbarui pedoman bahwa orang yang meninggal bergejala klinis diduga COVID-19 harus dimasukkan sebagai korban pandemi. Dengan pedoman itu, angka kumulatif kematian bukan saja tercatat dari mereka yang terkonfirmasi positif melalui tes swab, melainkan juga dari mereka yang terduga COVID-19, termasuk ODP dan PDP.

Baca Juga:

Warga Dilarang Adakan Open House saat Lebaran 2020

Berli memastikan semua fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit darurat, dan rumah sakit rujukan sudah mendapat sosialisasi dan menerapkan pedoman terbaru WHO tersebut.

"PDP yang meninggal dunia akan diperlakukan seperti kasus positif, dengan semua kontak erat untuk diisolasi dan melakukan rapid test atau tes swab," ucapnya.

Sementara, lima warga terkonfirmasi positif COVID-19 empat di antaranya merupakan satu keluarga yang tertular dari pasien meninggal dunia K (75).

"Jumlah warga yang baru terkonfirmasi positif COVID-19 semua lima orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Indramayu Deden Bonni Koswara di Indramayu, Kamis (16/5), dikutip Antara.

Empat orang kasus terkonfirmasi positif COVID-19, kata Deden, merupakan hasil dari Labkesda Provinsi Jawa Barat yang diterima pada hari Rabu 13 Mei 2020 sekitar pukul 20.40 WIB.

Empat orang yang terkonfirmasi positif itu yakni Ny. A (58) asal Kecamatan Karangampel (istri pasien), Ny. U (37) anak, DL (43) menantu dan VL (11) cucu semua berasal dari Pulogadung, Jakarta.

"Empat orang tersebut sekarang sudah dalam ruang perawatan isolasi RS Bhayangkara Losarang sejak tadi malam. Dari kasus tersebut terdapat imported case dan juga kasus transmisi lokal yang terjadi di Kabupaten Indramayu," ujarnya.

Sementara untuk satu warga lainnya yaitu S (18) dari Kecamatan Sindang. Pasien pulang dari Bandung pada tanggal 28 April 2020 dengan keluhan sesak napas dan batuk berdarah.

Kasus terkonfirmasi positif dari tanggal 8 April sampai dengan sekarang jumlah total sebanyak 12 orang. Dengan sembuh 1 orang dan 2 orang meninggal, sisanya masih dalam proses isolasi/karantina. (Mauritz)

Baca Juga:

Puluhan Ribu Warga Jakarta Masih Melanggar PSBB

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penyelam TNI AL Temukan Black Box Sriwijaya Air SJ 182
Indonesia
Penyelam TNI AL Temukan Black Box Sriwijaya Air SJ 182

Black box saat ini tengah diangkut menggunakan KRI Rigel

Buntut Kasus Anji, DPR Minta Artis dan Influencer tak Buat Gaduh
Indonesia
Buntut Kasus Anji, DPR Minta Artis dan Influencer tak Buat Gaduh

Sufmi Dasco Ahmad, meminta para publik figur di Indonesia supaya tidak membuat kegaduhan selama pandemi virus Corona.

Sekda Minta Warga Nikmati Banjir, PDIP: Dia tidak Paham Penderitaan Rakyat
Indonesia
Sekda Minta Warga Nikmati Banjir, PDIP: Dia tidak Paham Penderitaan Rakyat

Menurut Gembong, kediaman Saefullah harus diterjang banjir terlebih dahulu agar mengerti penderitaan rakyat.

Kemenkeu Segera Gelontorkan Rp20,5 Triliun Buat 5 BUMN
Indonesia
Kemenkeu Segera Gelontorkan Rp20,5 Triliun Buat 5 BUMN

“Kami selektif, tidak memberikan dana sembarangan kepada BUMN. Kami berikan ke BUMN yang betul-betul terdampak tapi di sisi lain memiliki kapasitas untuk mempercepat pemulihan kegiatan ekonomi,” kata Isa Rachmatarwata.

Kemendikbud Diminta Pastikan KBM Berjalan Lancar
Indonesia
Kemendikbud Diminta Pastikan KBM Berjalan Lancar

Jika perlu Kemendikbud maupun dinas Pendidikan membentuk tim khusus

Potong Dana BOS, Pemerintah Dianggap Korbankan Nasib Guru
Indonesia
Potong Dana BOS, Pemerintah Dianggap Korbankan Nasib Guru

Menurut Illiza, pemotongan anggaran BOS akan berpengaruh kepada pendapatan guru honorer

Mendagri Wanti-wanti Libur Panjang Jangan Sampai Terjadi Lonjakan Corona
Indonesia
Mendagri Wanti-wanti Libur Panjang Jangan Sampai Terjadi Lonjakan Corona

Masyarakat diprediksi bakal mengunjungi tempat-tempat wisata saat libur panjang di akhir Oktober.

TNI Dikerahkan Cari Tokoh Penggerak Kerusuhan saat Aksi UU Cipta Kerja
Indonesia
TNI Dikerahkan Cari Tokoh Penggerak Kerusuhan saat Aksi UU Cipta Kerja

"Lalu cari dan temukan tokoh di lapangan yang menggerakkan. Karena itu yang penting," kata Dudung.

Nurhadi Gunakan Duit Gratifikasi Rp37 M untuk Beli Mobil Mewah Hingga Renovasi Rumah
Indonesia
Nurhadi Gunakan Duit Gratifikasi Rp37 M untuk Beli Mobil Mewah Hingga Renovasi Rumah

Nurhadi dan Rezky diduga menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi

Gibran Tegaskan Tidak Ikut Campur Urusan Bansos COVID-19
Indonesia
Gibran Tegaskan Tidak Ikut Campur Urusan Bansos COVID-19

Gibran Rakabuming Raka diduga tersangkut korupsi bantuan sosial (Bansos) yang melibatkan Menteri Sosial (Mensos), Juliari Peter Batubara.