Indonesia Waste To Energy Project, Solusi Sampah Indonesia Solusi sampah dengan menjadikannya energi. (Foto: Pixabay/matthew_golop)

MASALAH sampah Indonesia saat ini sangat mirip dengan keadaan di Korea 15 tahun lalu. Kondisi ini memang harius segera diselesaikan bila tidak mau terjebak dalam kerusakan lingkungan yang lebih parah. Solusi pengelolaan sampah harus segera diberikan.

Kondisi ini kemudian membuat perusahaan di Korea Selatan tertarik untuk memecahkan persoalan lingkungan di Indonesia. Sewon Engineering & Energy LTD terlibat sebagai konsultan enginer dalam proyek yang bertajuk Indonesia Waste To Energy Project. yang digagas oleh Mustika Inti Group melalui PT Sinar Wijaya Indonesia sebagai eksekutor proyek.

Baca Juga:

Seberapa Lama Sih Sampah-Sampah Ini Bisa Terurai?

sampah
Mengelola sampah menjadi listrik. (Foto: swi creative)

Indonesia Waste To Energy dalam konsepnya akan mengolah gunungan-gunungan sampah menjadi tenaga listrik. Dalam setiap 100 ton sampah perhari bisa dihasilkan 19 megawatt perjam. Bergabungnya kota-kota dalam program ini akan mendapatkan beberapa keuntungan sekaligus, yaitu berkurangnya problem lingkungan, keuntungan ekonomi melalui penjualan meter listrik ke PLN dan juga terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Solusi sampah seperti ini kemudian membawa proyek ini berkeliling Indonesia. Perjalanan ini sudah dimulai di bulan Oktober 2019 di Propinsi Lampung seperti di Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Mesuji dan Lampung Utara. Kemudian perjalanan ke Propinsi Kalimantan Barat ke Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Singkawang dan Pontianak.

Baca Juga:

Deretan Benda-Benda Daur Ulang Sampah Plastik yang Kece Abis

sampah
TPST Bantar Gebang. (MP/Rizki Fitrianto)

“Kami tertantang untuk membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan yang Diakibatkan oleh sampah di beberapa Kota di Indonesia. Target kami dalam 5 tahun ke depan ada 100 pengolahan sampah menjadi energi di Indonesia,” ungkap Choi Sung Yong, CEO Sewon Engineering & Energy LTD.

Muhhamad Saunan, Direktur Utama PT Sinar Wijaya Indonesia, menegaskan bahwa pemda tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk membiayai proyek senilai kurang lebih Rp100 miliar/kota.
“Kami juga tidak akan mengambil Tipping fee yang selama ini jadi polemik antara Pemerintah Maupun investor,” tegas Saunan. (*)


Baca Juga:

Empat Langkah Kekinian Berkontribusi Kurangi Sampah Plastik

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH