Indonesia Tamansari Peradaban, Ketua TMP Ajak Masyarakat Lawan Terorisme Maruarar Sirait (ketiga kanan) saat bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam Kirab Kebangsaan di Stadion Pakansari, Minggu (14/5). (ANTARA FOTO/HO/Barita)

MerahPutih.Com - Terorisme dan radikalisme dewasa ini menjadi ancaman Bangsa Indonesia. Dalam sejumlah kasus, suasana keharmonisan masyarakat terganggu akibat tindakan teroris.

Padahal menurut Ketua DPP Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait Indonesia dianugerahi dengan kebhinekaan suku, agama dan budaya. Oleh karena itu Ara demikian sapaan akrabnya, mengajak seluruh masyarakat untuk menolak takut melawan terorisme dan radikalisme.

"Indonesia adalah tamansari peradaban yang di dalamnya tumbuh aneka ragam, budaya agama dan suku. Hal itu adalah anugerah Tuhan yang luar biasa," kata Marurar atau Ara dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (9/5) malam.

Dia menilai menjaga anugerah itu tentunya dilakukan dengan sungguh-sunguh dengan aksi nyata dan bukan retorika.

Maruarar Sirait
Ketua Taruna Merah Putih Maruarar Sirait. (MP/Ponco)

Menurut anggota Komisi XI DPR RI itu, menjaga keberagaman dan kebhinekaan harus dari hati, bukan dari pidato dan slogan-slogan yang ada.

"TMP belajar dari GP Ansor yang sejak dulu konsisten menjaga dan menjadi benteng Pancasila sejati," ujarnya.

Ara sebagaimana dilansir Antara memuji peran GP Ansor yang sudah berdiri sejak 1934 dan merupakan salah satu pilar, bukan semata-mata bagi NU, melainkan juga bagi negara ini.

Dia juga menilai GP Ansor menjalani resolusi jihad untuk berjuang mempertahankan Indonesia yang baru merdeka.

"Pada saat ini ketika Indonesia membutuhkan panggilan pendekar-pendekar tangguh untuk Pancasila, peranan GP ansor kembali dirasakan. GP Ansor berdiri paling depan melawan rongrongan yang mau mengganti Pancasila dan melakukan anarkisme," katanya.

Politikus muda PDI Perjuangan ini menilai kaum Nahdliyin dan nasionalis harus bersatu menjaga persatuan Indonesia, seperti yang ditunjukan ketika Soekarno bersama KH Hasyim Ashari dan KH Wahid Hasyim bahu-mebahu menjaga NKRI.

Maruarar Sirait bersama pemain bola
Maruarar Sirait (tengah) berbincang denganTitus Bonai (kanan) dan Atep (kiri). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Ara mengatakan dirinya sangat bersyukur saat ini telah lahir Gusdur baru, yaitu KH Aqil Sirodj, bukan hanya Ketua Umum PBNU dan bukan hanya tokoh Islam tetapi kebanggaan kita dan diakui oleh dunia.

"KH Said Aqil dan Presiden Jokowi masuk 50 besar tokoh Muslim berpengaruh di dunia Islam sehingga sangat salah besar jika mau membenturkan Jokowi dengan umat Islam," ujarnya.

Ara menilai hal itu sama halnya dengan Presiden Keempat RI Abdurahman Wahid atau Gus Dur yang telah membuktikan kecintaan dan berhasil menegakkan hubungan yang sangat erat antara Islam, budaya dan ke-Indonesiaan.

Menurut Maruarar Sirait, gagasan besar Gus Dur sejak tahun 1980 dan keberaniannya memperjuangkan demokrasi bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada zaman Orde Baru patut menjadi teladan bagi anak-anak muda saat ini.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Rupiah Terpuruk, Bank Indonesia Siapkan Paket Kebijakan Penyesuaian Suku Bunga



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH