Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani

Ilustrasi stok beras di Gudang Bulog, Jakarta. (ANTARA/HO-Bulog)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah, mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam mencapai swasembada beras nasional pada 2025. Ia menilai capaian tersebut sebagai langkah positif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Meski Indonesia tercatat tidak melakukan impor beras dan bahkan mengalami surplus produksi, Rina mengingatkan bahwa keberhasilan ini harus dijaga secara berkelanjutan. Menurutnya, stabilitas produksi dan kesejahteraan petani di tingkat akar rumput tetap menjadi kunci utama.

“Capaian ini tentu patut diapresiasi. Indonesia tidak melakukan impor pada 2025. Namun, ketahanan pangan tidak bisa dilihat hanya dalam satu tahun. Kita harus memastikan produksi ini stabil menghadapi tantangan krisis iklim dan serangan hama di masa depan,” ujar Rina dalam keterangannya, Selasa (13/1).

Baca juga:

DPR Dorong Swasembada Pangan Meluas, Termasuk Mandiri Jagung, Kedelai, dan Protein Hewani

Berdasarkan data terkini, produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, sementara kebutuhan nasional berada di angka 31,19 juta ton. Dengan demikian, Indonesia mencatat surplus sekitar 3,5 juta ton yang dinilai menjadi modal kuat bagi ketahanan pangan nasional.

Namun demikian, Rina menegaskan bahwa tingginya angka produksi harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani. Ia menyoroti pentingnya stabilisasi harga gabah di tingkat petani serta optimalisasi penyerapan hasil panen agar distribusi beras dapat merata di seluruh wilayah.

Terkait wacana ekspor beras seiring adanya surplus produksi, legislator asal Jawa Barat ini meminta pemerintah bersikap hati-hati. Ia menekankan agar cadangan pangan nasional benar-benar dalam kondisi aman sebelum keputusan ekspor diambil.

“Jika ekspor dilakukan, pastikan petani mendapatkan harga yang lebih baik dan menguntungkan, bukan hanya pedagang. Jangan sampai semangat ekspor justru mengorbankan kepentingan petani dan ketahanan pangan dalam negeri,” tegasnya.

Baca juga:

Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada

Selain itu, dalam kunjungan ke daerah pemilihan, Rina mencatat sejumlah persoalan infrastruktur pertanian yang perlu segera dibenahi, terutama pembangunan jalan usaha tani untuk menekan biaya operasional petani. Ia juga mengkritisi distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dinilai belum sepenuhnya memperhatikan karakteristik lahan di masing-masing daerah.

“Indonesia sangat beragam. Lahan di Jawa Barat berbeda dengan wilayah lain, sehingga jenis alsintan tidak bisa disamaratakan. Pendekatannya tidak boleh satu model untuk semua wilayah,” jelas Rina.

Lebih lanjut, Rina memastikan Komisi IV DPR RI akan terus mengawal anggaran sektor pertanian agar fokus pada hasil nyata. Ia mendorong agar program pemerintah memberikan dampak langsung bagi petani, mulai dari harga gabah yang layak hingga penyerapan hasil panen oleh Bulog yang dilakukan secara tepat waktu. (Pon)

#Swasembada Beras #Beras #Komisi IV DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bukan untuk Sawit, DPR Minta Lahan Bekas Karhutla Ditanami Pohon Keras dan Tanaman Produktif
Daniel Johan mendorong rehabilitasi lahan bekas karhutla dengan pohon keras dan tanaman produktif. Meminta anggaran kehutanan memprioritaskan pemulihan hutan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Bukan untuk Sawit, DPR Minta Lahan Bekas Karhutla Ditanami Pohon Keras dan Tanaman Produktif
Indonesia
Bulog Luncurkan Kemasan Baru, Beri Nama Beras Kita Medium
Kehadiran Beras Kita Medium juga diharapkan semakin memperkuat identitas beras SPHP sebagai produk pangan pemerintah yang berkualitas dan terjangkau
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Bulog Luncurkan Kemasan Baru, Beri Nama Beras Kita Medium
Indonesia
Cabut Izin Perusahaan Tak Cukup, DPR Desak Pembakar Hutan Dihukum Berat
Penegakan hukum menyasar pihak yang bertanggung jawab agar praktik pembakaran hutan tidak terus berulang.
Yusuf Abdillah - Rabu, 14 Oktober 2026
Cabut Izin Perusahaan Tak Cukup, DPR Desak Pembakar Hutan Dihukum Berat
Indonesia
Beras Kita Premium Keluaran Bulog Bisa Buat MBG
Beras Kita Medium menjadi identitas baru beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sedangkan Beras Kita Premium merupakan produk premium Bulog.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Beras Kita Premium Keluaran Bulog Bisa Buat MBG
Indonesia
Pemerintah Perketat Pengawasan Beras Fortifikasi Biar Warga Tidak Tertipu Kandungan Gizi
Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya zat gizi tertentu untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pemerintah Perketat Pengawasan Beras Fortifikasi Biar Warga Tidak Tertipu Kandungan Gizi
Indonesia
Pasrikan Ketersediaan, Mentan Amran Gadakan Pasokan Beras Premium di Ritel
Bulog memiliki stok yang cukup untuk memperkuat pasokan ke pasar. Stok beras Bulog saat ini sekitar 4,6 juta ton.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pasrikan Ketersediaan, Mentan Amran Gadakan Pasokan Beras Premium di Ritel
Indonesia
Di berbagai Daerah Harga Beras Naik 3 Persen, Tertinggi di Papua Pegunungan Capai 47,94 Persen
Sementara harga rata-rata nasional beras premium Rp16.495 per kilogram, sedangkan HET zona 1 yang ditetapkan Rp14.900 per kilogram, zona 2 Rp15.400 dan zona 3 Rp15.800.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Di berbagai Daerah Harga Beras Naik 3 Persen, Tertinggi di Papua Pegunungan Capai 47,94 Persen
Indonesia
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
Indonesia
Cara Bulog Kendalikan Harga Beras di Pasar, Gelontorkan 1 Juta Ton Beras Cadangan Pemerintah
Besarnya volume tersebut menunjukkan kapasitas CBP yang dikerahkan untuk memperkuat pasokan pasar, sekaligus menopang akses pangan puluhan juta keluarga penerima manfaat
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Cara Bulog Kendalikan Harga Beras di Pasar, Gelontorkan 1 Juta Ton Beras Cadangan Pemerintah
Indonesia
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Amran menyoroti dugaan penjualan beras fortifikasi dengan harga tinggi mencapai Rp 57.000 per kilogram, padahal harga seharusnya berada sekitar Rp 13.000 per kilogram.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Bagikan