Indonesia Siaga Omicron saat Keterisian RS Capai 30 Persen Seorang petugas menyiapkan tempat tidur untuk pasien COVID-19 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau, di Kota Pekanbaru, Senin (7/9/2020). ANTARA FOTO/FB Anggoro

MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia akan memantau secara ketat perkembangan kasus Omicron di Tanah Air serta segera mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, pemerintah akan masuk kondisi siaga utama atau high alert saat tingkat keterisian rumah sakit mencapai 20-30 persen.

Baca Juga

Kasus Omicron Meningkat, Luhut Perkirakan Puncak Gelombang Terjadi Awal Februari

"Perawatan di RS akan menjadi salah satu indikator utama. Kami akan high alert atau siaga utama ketika BOR (Bed Occupancy Ratio/tingkat keterisian tempat tidur) mendekati 20-30 persen di rumah sakit," ujar Luhut dalam keterangan pers melalui tayangan video yang diterima di Jakarta, Selasa (11/1)

Koordinator PPKM Jawa Bali itu mengungkapkan per Selasa, jumlah kasus Omicron mencapai 802 kasus, yang sebagian besar masih disumbangkan oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Dari 537 kasus di Jakarta, 435 kasus di antaranya berasal dari PPLN.

"Oleh karenanya, untuk kesekian kalinya, kami sekali mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian dulu ke luar negeri dalam 2-3 minggu ke depan, untuk menjaga penularan dari luar negeri," tegasnya.

Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu mengemukakan saat ini Omicron telah teridentifikasi di 150 negara dan menimbulkan gelombang baru dengan puncak yang lebih tinggi di berbagai negara dunia.

Indonesia, lanjutnya, bukan tidak mungkin dapat mengalami hal yang sama. "Namun kita tidak perlu panik, tetapi kita tetap waspada. Karena pengalaman kita menghadapi Delta varian kemarin," tutur Luhut.

Baca Juga

Strategi Menkes Tangani Pasien COVID-19 Omicron

Luhut menegaskan kondisi Indonesia saat ini jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang varian Omicron.

Kesiapan itu didukung oleh tingkat vaksinasi yang sudah lebih tinggi, kapasitas pengetesan dan pelacakan yang jauh lebih tinggi, hingga sistem kesehatan yang jauh lebih siap baik dalam hal obat-obatan, tempat tidur rumah sakit, tenaga kesehatan, oksigen dan fasilitas isolasi terpusat.

Ia kembali mengingatkan semua pihak tetap harus disiplin terhadap protokol kesehatan. Luhut juga meminta semua pihak kompak dan tidak saling menyalahkan.

"Saya berharap kita semua kompak, tidak perlu saling menyalahkan. Karena ini memang sudah tidak bisa dihindari. Tapi kita bisa memitigasi hingga dalam keadaan terkendali atau dampak yang minimal," katanya

Luhut meminta masyarakat tidak panik. Ia mengatakan bahwa meski kasus kemungkinan akan meningkat, semua pihak tetap harus waspada dan bekerja sama untuk tetap disiplin.

"Kita harus bersatu padu menghadapi musuh bersama varian Omicron. Karena hanya dengan bersatu, kita bisa mengatasi gelombang baru dan keluar dari pandemi COVID-19 ini," pungkas Luhut. (*)

Baca Juga

Waspada, Penambahan Kasus COVID-19 Lampaui Angka Rata-Rata Harian

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Proses Pencopotan Anies Disiarkan Langsung Lewat Facebook
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Proses Pencopotan Anies Disiarkan Langsung Lewat Facebook

Sampai saat ini tidak ada berita resmi yang mengabarkan terkait pencopotan Anies Baswedan

Kebijakan Ganjil Genap saat PPKM Dinilai Kontraproduktif
Indonesia
Kebijakan Ganjil Genap saat PPKM Dinilai Kontraproduktif

Penerapan ganjil genap di Jakarta saat pandemi COVID-19 tak henti-hentinya menuai kritik.

Sandiaga Harap Mudik Jadi Awal Kebangkitan Ekonomi
Indonesia
Sandiaga Harap Mudik Jadi Awal Kebangkitan Ekonomi

Ia pun berharap mudik aman dan sehat ini bisa menjadi awal kebangkitan ekonomi

MKD DPR Minta Warga Awasi Kendaraan Anggota Dewan
Indonesia
MKD DPR Minta Warga Awasi Kendaraan Anggota Dewan

"Kami ingin menjadi DPR itu 24 jam, kami ingin masyarakat mengawasi kami. Sehingga tidak ada yang merasa jadi DPR lalu melakukan kesewenang-wenangan, " kata Maman.

Inspeksi PPKM Darurat di Solo, Kapolri Sigit: Mobility Index Masyarakat Masih Tinggi
Indonesia
Inspeksi PPKM Darurat di Solo, Kapolri Sigit: Mobility Index Masyarakat Masih Tinggi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menilai Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat nasional masih belum sesuai harapan.

Warga Sekitar Pemakaman COVID-19 Keputih Keluhkan Raungan Sirene Ambulans
Indonesia
Warga Sekitar Pemakaman COVID-19 Keputih Keluhkan Raungan Sirene Ambulans

Suara sirene mobil ambulans terus berbunyi melintasi Jalan Keputih Surabaya. Pagi, siang, sore, malam, bahkan dini hari.

Wagub DKI Pastikan Anggaran Normalisasi Sungai Masih Ada
Indonesia
Wagub DKI Pastikan Anggaran Normalisasi Sungai Masih Ada

Ditargetkan proses proses pembebasan lahan dapat rampung pada bulan Desember

'Meledak Lagi', Kasus COVID-19 Indonesia Tambah 21.342 Sehari
Indonesia
'Meledak Lagi', Kasus COVID-19 Indonesia Tambah 21.342 Sehari

Data terbaru dari Satgas COVID-19 berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah 21.342 sehingga total menjadi 2.115.304.