Indonesia Raih Penghargaan dari International Rice Research Institute Presiden Jokowi menerima penghargaan dari Dirjen IRRI, di Istana Negara, Jakarta, Minggu (14/8). Foto: BPMI Setpres/Kris

MerahPutih.com - Pemerintah Republik Indonesia meraih penghargaan dari International Rice Research Institute atas keberhasilan mencapai swasembada beras dan meningkatkan sistem ketahanan pangan dengan baik.

Penghargaan Acknowledgment for Achieving Agri-food System Resiliency and Rice Self Sufficiency during 2019-2021 through the Application of Rice Innovation Technology diserahkan Direktur Jenderal IRRI Jean Balie kepada Presiden Jokowi di Istana Negara, Minggu (14/8).

Baca Juga

Jokowi Sebut Gelar Juara Timnas di Piala AFF U-16 Jadi Kado HUT RI

"Di tengah tantangan pangan global, Indonesia memiliki landasan yang baik sehingga sektor pertanian menunjukkan resiliensinya dan juga selama pandemi berhasil menjadi buffer," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (14/8).

Sektor pertanian pada tahun 2021 tumbuh 1,84 persen (yoy) dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 13,28 persen. Kemudian pada Q2-2022, sektor pertanian menunjukan konsistensi dengan pertumbuhan positif 1,37 persen (yoy) dan berkontribusi 12,98 persen terhadap perekonomian nasional.

Tren positif tersebut juga turut menjaga kesejahteraan petani dengan capaian Nulai Tukar Petani (NTP) tertinggi pada Maret 2022 yakni sebesar 109,29 sedangkan NTP pada Juli 2022 tercatat sebesar 104,25.

Sementara itu, prognosa pangan nasional tahun 2022, khususnya pada komoditas beras, menunjukkan adanya surplus 7,5 juta ton. Hal ini melanjutkan tren positif swasembada beras dengan produksi beras pada tahun 2020 sebesar 31,4 juta ton dan tahun 2021 sebesar 31,2 juta ton.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi produksi beras yang relatif stabil dari tahun ke tahun berdampak positif terhadap terjaganya harga beras nasional di tingkat konsumen.

"Swasembada beras yang telah dicapai tentunya masih dihadapkan oleh berbagai tantangan baik dari sisi hulu sampai ke hilir. Untuk itu, Pemerintah terus meningkatkan berbagai upaya perbaikan," kata Airlangga.

Sebagai informasi, produktivitas padi nasional pada tahun 2020 berada di angka 5,13 ton/Ha dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 5,23 ton/Ha.

Baca Juga

Jokowi Tak Mau Lagi Jawab Soal Kasus Penembakan Brigadir J

Pemerintah terus melakukan upaya peningkatan kualitas benih, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), perbaikan infrastruktur pertanian, penanganan pasca panen, pemanfaatan teknologi pertanian, perluasan areal tanam melalui cetak sawah, penetapan lahan sawah dilindungi, bantuan alat dan mesin pertanian, serta bantuan pembiayaan melalui KUR.

"Pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan terintegrasi dari hulu ke hilir serta memanfaatkan teknologi, menjadi prasyarat dalam peningkatan daya saing komoditas, baik untuk pemenuhan dalam negeri maupun orientasi ekspor," ujar Airlangga.

Dari sisi benih, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi Subang telah menghasilkan Inpari 32 dan Inpari 42 dengan produktivitas mencapai 12 ton/Ha. Hal tersebut terus didorong konsistensinya dan diimplementasikan pada skala besar.

Penanganan pasca panen dengan pembangunan rice milling unit dan silo modern baik swasta maupun Perum BULOG, serta penerapan klaster bisnis padi.

Pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi pertanian melalui digitalisasi pertanian yakni penerapan Internet of Things (IoT), robot construction, dan Artificial Intelligence (AI) untuk pengembangan Agriculture War Room (AWR), dan otomatisasi mekanisasi pertanian.

"Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung dan mendorong pengembangan sektor pertanian yang lebih inovatif dan adaptif terhadap kemajuan teknologi serta ramah lingkungan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal bangsa Indonesia," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga

Jokowi Sebut Tak Mungkin Larang Ganjar dan Prabowo Maju ke Pilpres

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
1.040 Hunian di Rusun Daan Mogot Disiapkan Jadi Tempat Isoman Pasien COVID-19
Indonesia
Depan Hotel Samala Cengkareng Ada Genangan, Pengendara Diminta Hati-Hati
Indonesia
Depan Hotel Samala Cengkareng Ada Genangan, Pengendara Diminta Hati-Hati

Tetap berhati-hati, waspada jarak pandang terbatas

Wamenkumham Jelaskan Alasan belum Serahkan Draf RKUHP ke DPR
Indonesia
Wamenkumham Jelaskan Alasan belum Serahkan Draf RKUHP ke DPR

Draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) belum diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Terapkan Asas Kehati-hatian, Bank BUMN Diminta Berhenti Danai Perusahaan Batubara
Indonesia
Terapkan Asas Kehati-hatian, Bank BUMN Diminta Berhenti Danai Perusahaan Batubara

Petisi dari Aksi Anak Muda Agar BNI Peduli Iklim ini, telah ditandatangi sekitar 9.552 orang dari target 10 ribu orang.

Marina Selandia Baru Dihajar Tsunami, Akses Komunikasi Tonga Mati Total
Indonesia
Marina Selandia Baru Dihajar Tsunami, Akses Komunikasi Tonga Mati Total

Gereja-gereja Tonga di Selandia Baru mengadakan doa bersama

Pemprov DKI Minta Warga Jaga Kebersihan Waduk Daan Mogot
Indonesia
Pemprov DKI Minta Warga Jaga Kebersihan Waduk Daan Mogot

Pemprov DKI Jakarta meminta kepada masyarakat untuk bisa menjaga kebersihan fasilitas umum yang sudah dibuat pemerintah seperti Waduk Daan Mogot.

Senegal Kecam Unggahan Rekrutmen Sukarelawan Perang dari Kedubes Ukraina
Dunia
Senegal Kecam Unggahan Rekrutmen Sukarelawan Perang dari Kedubes Ukraina

Kementerian Luar Negeri Senegal mengecam unggahan Facebook oleh kedutaan besar Ukraina pada Kamis (3/3).

16 dari 60 PMI yang Disekap di Kamboja Dipulangkan ke Indonesia
Indonesia
16 dari 60 PMI yang Disekap di Kamboja Dipulangkan ke Indonesia

Kepulangan 16 dari 60 orang ini, satu pesawat sama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Hari ini, One Way di Tol Cikampek Sampai GT Kalikakung Dihentikan
Indonesia
Hari ini, One Way di Tol Cikampek Sampai GT Kalikakung Dihentikan

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 19 persen jika dibandingkan lalu lintas normal periode November 2021.

Anak Hasil Perkawinan Campur WNI Memungkinkan Menyandang Dwi Kewarganegaraan
Indonesia
Anak Hasil Perkawinan Campur WNI Memungkinkan Menyandang Dwi Kewarganegaraan

Perlu diketahui bahwa masyarakat yang ingin memperoleh kewarganegaraan Indonesia sesuai PP Nomor 21 Tahun 2022 hanya berlaku dua tahun sejak diterbitkan.