Indonesia Persulit Masuknya Turis dari Tiga Negara Penderita Corona Terbesar Menlu Retno Marsudi saat memimpin pertemuan debat terbuka di markas DK PBB, New York AS, Selasa (7/5)/ (Kemenlu)

Merahputih.com - Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi melarang masuknya pendatang baik WNI maupun WNA dari Iran, Italia, dan Korea Selatan. Pasalnya, ketiga negara itu jadi penyumbang terbesar korban corona di luar Tiongkok.

Larangan masuk bagi para pendatang atau travelers yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan di Iran khususnya Tehran, Qom dan Gilan. Negara Italia yakni daerah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont. Sementara Korea Selatan yakni Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbukdo.

Baca juga:

Mulai Langka di Pasaran, Bikin Sendiri 'Hand Sanitizer' dari Bahan Alami

"Untuk seluruh pendatang dari Iran, Italia, dan Korea Selatan di luar wilayah tersebut, diperlukan adanya surat keterangan sehat atau health certificate, yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara," ujar Retno di Jakarta, Kamis (5/3).

Surat keterangan tersebut harus valid dan masih berlaku serta wajib ditunjukkan ke pihak maskapai penerbangan pada saat melakukan check-in. Pendatang tanpa surat keterangan sehat dari otoritas berwenang, akan ditolak masuk maupun transit di Indonesia.

"Mereka masih mengisi health alert card atau kartu kewaspadaan kesehatan yang disiapkan Kementerian Kesehatan RI. Dalam kartu tersebut, memuat pertanyaan mengenai riwayat perjalanan dari orang yang bersangkutan," jelas dia.

Menlu Retno Marsudi mengenakan syal dengan bendera Palestina
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menunjukkan syal bergambar bendera Palestina dan Indonesia. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Apabila ditemukan ada yang melakukan perjalanan ke salah satu wilayah tersebut dalam 14 hari terakhir, maka otomatis ia akan ditolak masuk maupun transit di Indonesia.

Bagi WNI yang melakukan perjalanan dari tiga negara tersebut, terutama dari wilayah yang disebutkan sebelumnya, maka akan dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan di bandara ketibaan.

"Kebijakan ini akan mulai berlaku mulai Minggu 8 Maret 2020 pada pukul 00:00 WIB," kata Retno.

Baca juga:

Waspada Masker Bodong! Ini Masker dengan Kualitas Teruji untuk Hindari Corona

Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan kasus Virus Corona. Kebijakan serupa juga masih akan diterapkan kepada para pendatang yang baru tiba dari Tiongkok. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH