Indonesia Perlu Antisipasi Tsunami Jarak Dekat Ilustrasi tsunami. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Dalam beberapa pekan terakhir, Indonesia kerap dilanda gempa bumi dengan kekuatan di atas magnitude 5,00. Salah satunya di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Gempa Magnitude 6,1 pada Selasa (12/4) tidak hanya dirasakan di Malang dan sekitarnya. Namun, juga dirasakan di berbagai wilayah termasuk Yogyakarta.

Baca Juga

BMKG: Pemicu Gempa Nias Mirip Penyebab Tsunami 1921 dan 1977

Pakar gempa bumi ITB, Irwan Meilano, mengatakan gempa bumi Malang berkedalaman di 80 kilometer. Sehingga luas area guncangan lebih besar dibandingkan dengan gempa yang berpusat lebih dangkal.

"Namun, hal yang masih menjadi pertanyaan adalah bagaimana gempa dengan intensitas kerusakaan 5 bisa begitu masif sampai bangunan publik seperti sekolah dan rumah sakit ikut terdampak,” kata Irwan, dalam “Diskusi Mengenai Gempa” yang disiarkan online, seperti dikutip dari laman resmi ITB, Rabu (28/4).

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi melaporkan, guncangan gempa bumi Malang mengakibatkan kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Malang.

Pakar gempa bumi ITB, Irwan Meilano (kanan). (Dok ITB)
Pakar gempa bumi ITB, Irwan Meilano (kanan). (Dok ITB)

Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB tersebut mengatakan, terdapat dua kemungkinan yang membuat gempa Malang menjadi berdampak merusak.

Pertama, intensitas gempa nyatanya lebih besar. Kedua, konstruksi bangunan di Indonesia belum cukup kuat untuk menghadapi gempa tersebut. "Ini masih perlu dicari tahu lebih lanjut," kata Irwan.

Gempa bumi tesebut meski bersumber di laut, namun tidak menimbulkan tsunami. Menurut Irwan, dengan menggunakan jaringan pengamatan seismik yang telah dimiliki, sebenarnya mudah untuk memperkirakan apakah gempa tersebut berpotensi memicu tsunami atau tidak.

Akan tetapi, persoalan yang dihadapi Indonesia adalah tsunami jarak dekat. Hal ini mengakibatkan bencana terjadi duluan sebelum himbauan evakuasi dini sampai kepada masyarakat seperti gempa di Palu yang lalu.

“Ini yang patut dievaluasi sebab Indonesia sudah cukup baik dalam mendeteksi lokasi gempa dan kenaikan muka air laut, tetapi mekanisme kebencanaan belum berada di level yang sama,” tambah lulusan Nagoya University, Jepang, itu.

Irwan melanjutkan, peniliti pada bidang ilmu kebumian telah berkontribusi dalam mekanisme kebencanaan dengan menghasilkan Indonesia Seismic Hazard Map atau Peta Potensi Gempa di Indonesia.

Peta ini dapat menjelaskan lokasi-lokasi di Indonesia yang berpotensi mengalami gempa, ini juga menjadi dasar penjelasan secara ilmiah mengapa gempa di Malang dengan kekuatan dan kedalaman tersebut dapat terasa sampai daerah lain.

Ia berharap peta tersebut dapat terus dikembangkan sehingga kelak dapat menjelaskan tidak hanya potensi gempa, tetapi juga potensi kerusakan dan kerugiannya. Tentunya, butuh kerja sama multidisiplin untuk mewujudkan hal tersebut.

Dengan terus dikembangkannya kerja sama multidisiplin, diharapkan Mekanisme Kebencanaan di Indonesia dapat terus diperbaiki.

Misalnya dengan membangun posko mekanisme bencana oleh masyarakat setempat sehingga penyampaian informasi dapat tersalurkan secara baik, mengubah pandangan masyarakat terhadap risiko bencana agar lebih sigap dan tanggap, serta membuat peta risiko bencana. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga

BMKG Ungkap Penyebab Rumah dan Bangunan Rusak saat Gempa Malang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Beberkan Bukti Kasus COVID-19 di Jakarta Melandai
Indonesia
Anies Beberkan Bukti Kasus COVID-19 di Jakarta Melandai

Kasus pandemi COVID-19 di DKI Jakarta mulai menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Situasi ini didasari turunnya kasus aktif di Jakarta.

Tugas Berat Menanti Jenderal Andika Perkasa
Indonesia
Tugas Berat Menanti Jenderal Andika Perkasa

Sejumlah tugas berat menanti Jenderal Andika Perkasa yang bakal menduduki kursi Panglima TNI.

Warna Pelat Nomor Kendaraan Dibedakan, Biaya PNBP Tak Berubah
Indonesia
Revisi UU ITE Masuk Prolegnas 2021?
Indonesia
Revisi UU ITE Masuk Prolegnas 2021?

Presiden menekankan bahwa penerapan UU ITE harus tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan

Komika Coki Pardede Ditangkap Terkait Narkoba
Indonesia
Komika Coki Pardede Ditangkap Terkait Narkoba

Polisi menangkap komika Coki Pardede terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan RJ Lino
Indonesia
Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan RJ Lino

Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Persero, Richard Joost (RJ) Lino.

Hari Ini Tim DVI Mulai Lakukan Identifikasi Korban Sriwijaya Air
Indonesia
Hari Ini Tim DVI Mulai Lakukan Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Rusdi berharap para keluarga bisa datang ke RS Polri untuk membantu proses identifikasi dan meminta keluarga korban membawa berbagai data diri untuk proses identifikasi jenazah.

Sertifikat Vaksin dan Data Pribadi Jokowi Bocor, Roy Suryo Sentil BSSN dan Kominfo
Indonesia
Sertifikat Vaksin dan Data Pribadi Jokowi Bocor, Roy Suryo Sentil BSSN dan Kominfo

Roy sentil Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika seharusnya melakukan verifikasi terhadap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) bersama mitra-mitranya, karena mereka yang dipercaya memegang amanah data-data masyarakat.

KPK Tetapkan Dodi Reza Alex Noerdin sebagai Tersangka Kasus Suap
Indonesia
KPK Tetapkan Dodi Reza Alex Noerdin sebagai Tersangka Kasus Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Musi Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel), Dodi Reza Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan infrastruktur di Musi Banyuasin.

Mulai 20 Desember, Operasional KRL Jabodetabek Hanya Sampai Jam 10 Malam
Indonesia
Mulai 20 Desember, Operasional KRL Jabodetabek Hanya Sampai Jam 10 Malam

VP Corporate Communication KCI, Anne Purba mengatakan, mulai 20 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021, Commuter Line Jabodetabek akan beroperasi pukul 04:00 hingga 22:00 WIB.